
Happy Reading ๐ฅฐ
Usia kehamilan Liora sudah memasuki bulan ketiga, sedangkan kehamilan Jesicca memasuki bulan kedua. kehamilan mereka hanya selisih satu bulan. Kenan sangat protektif dalam menjaga kehamilan Liora. Ia selalu menjadi suami yang siaga, sebab Kenan ingin membuat Liora merasa bangga memiliki suami seperti dirinya.
Liora tengah menatap bintang di gemerlapnya malam, ia berdiri di atas balkon kamarnya. Menghirup udara segar di pekatnya malam. Seulas senyum terbit di sudut bibirnya,
Liora merasakan ada sebuah tangan kekar melingkar di tubuhnya dari arah belang. Siapa lagi kalau bukan Kenan yang memeluknya. "Sayang, jangan lama-lama di luar. Udaranya dingin, nanti kamu masuk angin. Kasian baby kita." Kenan menempelkan dagunya di pundak Liora. Hembusan nafasnya tepat mengenai daun telinga Liora.
Liora meremang saat merasakan nafas hangat dari Kenan yang menerpa telinga dang juga bagian belakang lehernya. "Geli, Kenan." Liora meliuk-liukkan Kepala guna menghilangkan rasa geli itu. Namun Kenan dengan sengaja meniup telinga Liora. Ia ingin memancing h**rat Liora supaya Kenan bisa mendapatkan jatah malam ini.
Tanpa terasa sebuah de-sa-han lolos dari bibir Liora. Kenan sangat pandai membangkitkan has-rat Liora yang sudah ia tunggu-tunggu. Kenan menggendong Liora untuk membawanya ke tempat pembaringan.
Entah siapa yang memulainya, kini bibir mereka sudah saling menempel satu sama lain. Saling meng-hi-sap, me-ng-gi-git, dan mem-belit li-dah. Suara decapan dan de-sa-han memenuhi ruang kamar.
Tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Mereka sama-sama men-de-sah saat merasakan penyatuan. Kenan menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, karena takut terjadi sesuatu dengan kandungan Liora.
Kenan bermain tanam-tanaman dengan santai, namun pasti. Ia selalu bisa membuat Liora tak berdaya dengan sentuhannya. Pikiran Liora seakan blank saat merasakan Kenan menusuk-nusukkan terong jumbo di sawahnya.
Kali ini mereka tidak bermain lama, sebab ada nyawa yang harus mereka jaga. Tidak masalah meskipun sebentar tapi nanti bisa di ulang lagi setelah rasa lelah mereka menghilang. Daripada bermain lama, tapi membuat Liora kelelahan dan akhirnya berdampak buruk terhadap kandungannya.
__ADS_1
Setelah bermain tanam-tanaman, Liora dan Kenan memilih langsung istirahat. Mereka akan membersihkan diri besok pagi saja. Sebelum tidur, Kenan lebih dulu mengelus perut Liora yang sudah membuncit. Jantungnya berdebar saat melakukan itu. Ia sudah tidak sabar ingin melihat Kenan junior lahir ke dunia.
"Sayang, jangan rewel ya. Kasian sama mama kamu." Kenan berbicara kepada calon anaknya yang masih berada di dalam perut.
Liora tersenyum melihat Kenan, hatinya menghangat merasakan sentuhan dari tangan Kenan. Liora sangat bersyukur bisa memberikan keluarga yang utuh untuk anaknya nanti. Dulu Liora memang sempat berpikir bahwa dirinya tidak akan pernah menikah dengan Kenan yang selaku anak dari Khendrik.
Akan tetapi, Liora tidak ingin egois yang hanya memikirkan perasaannya sendiri tanpa mau memperdulikan kebahagiaan anaknya kelak. Liora juga tidak ingin anaknya kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Maka dari itu, Liora memilih untuk memberikan kesempatan kepada Kenan, dan menikah dengannya.
Lagipula di hati Liora masih ada cinta untuk Kenan. Hanya saja dulu tertutup oleh dendam dan benci akibat perbuatan Khendrik terhadap kakaknya. Liora tidak ingin mengingat masa lalu Lagi. Dia hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga kecilnya, dan menata hidup yang baru.
Liora mengelus wajah Kenan dengan lembut. "Terimakasih selalu ada untuk aku." Liora menatap manik mata Kenan dengan dalam.
Kenan menghentikan tangan Liora yang sedang mengelus wajahnya, lalu Kenan mencium tangan Liora begitu lama. Ia sangat mencintai Liora lebih dari apa pun. "Seharusnya aku yang berterimakasih sama kamu, Sayang. Karena kamu sudah berbaik hati menerima aku sebagai suami kamu." Kenan menempelkan keningnya di kening Liora.
Akhirnya mereka mengulang kembali pergulatan panas di atas ranjang. Kenan merasa tidak pernah lelah jika harus bermain tanam-tanaman setiap malam dan setiap saat bersama dengan Liora. Sungguh Kenan merasakan kenikmatan yang tiada tara. Membuat Kenan melambung tinggi, Liora seakan me-re-mas-re-mas terong jumbo-nya.
Seandainya bibit terongnya bisa tumbuh semuanya di sawah Liora. Mungkin sekarang perut Liora akan sangat besar, sebab sudah tak terhitung bibit terong milik Kenan yang sudah di semburkan di dalam rahimnya.
Sekarang Liora yang lebih mendominasi permainan itu. Ia membalikkan badan menjadi berada di atas tubuh Kenan. Ia bermain kuda-kudaan di sana. Bukan Kenan yang membajak sawahnya, namun dirinya yang menginginkan bermain kuda-kudaan.
__ADS_1
Kenan terus menganga merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Kenan tiada hentinya menyebutkan nama Liora. Jika dapat di nilai, maka permainan Liora akan mendapatkan nilai dengan angka yang paling tinggi. Sebab Kenan sangat menyukai permainan Liora.
Besok, Kenan harus mencari tutor bermain tanam-tanaman dengan ibu hamil, yang aman dan nyaman. Meskipun Liora sedang hamil, tapi Kenan tidak ingin berpuasa dan menunggu sampai Liora lahiran. Kenan pasti akan stres jika hal itu sampai terjadi.
Satu jam kemudian, mereka sama-sama mencapai pun-cak dari permainan itu. Kenan kembali menyemburkan bibit terongnya di dalam rahim Liora. Liora merasakan ada sesuatu yang tumpah di bawah sana. Sepertinya sawahnya terkena banjir akibat dari permainan tanam-tanaman yang dia lakukan bersama Kenan.
Banjir yang selalu di rindukan oleh Liora dan Kenan. Banjir yang membuat hidup mereka menjadi lebih bermakna. Banjir yang membuat mereka lebih awet muda, dan banjir yang menjadi rutinitas setiap hari dalam kegiatan mereka.
Kenan memeluk tubuh Liora dari belakang. Mengecup punggung Liora dengan kasih sayang. Cintanya untuk Liora tiada batas. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam hanya ada nama Liora yang bertahta di sana, dan Kenan tidak akan menggantinya dengan nama yang lain.
"Tidurlah, Sayang. Kamu pasti lelah." Kenan mengusap lembut rambut Liora. Untuk menidurkan sang istri tercinta.
Liora hanya mengangguk, matanya sudah terpejam. Ia benar-benar lelah dan sangat mengantuk. Dengan cepat Liora sudah terlelap dalam tidurnya. Ia sangat nyaman dengan posisi tidur membelakangi Kenan, namun berada dalam dekapan Kenan, dan kepalanya berbantalkan lengan Kenan. Yang nyamannya melebihi bantal empuknya.
Kenan juga ikut memejamkan mata setelah memastikan kalau Liora sudah terlelap. Kenan tidak akan pernah bisa tidur jika Liora belum tidur juga. Kenan termasuk kriteria suami idaman.
...----------------...
Detik-detik mau End ya teman-teman๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya. Tekan like, dan tanggalkan jejak di kolom komentar, dan juga kirim gift sebanyak-banyaknya ๐๐๐
Lophe-lophe se kebon cabe untuk kalian๐๐