Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 29. Sebuah fakta


__ADS_3

Happy Reading🥰


Hari ini Kenan akan bekerja di perusahaan papanya. Karena desakan kedua orang tuanya, Kenan terpaksa mau membantu papanya di kantor. Sebenarnya dia lebih suka mengajar di kampus, daripada harus bekerja kantoran.


Apalagi Kenan masih disibukkan dengan acara anniversary mama dan papanya, yang akan dilaksanakan 2 hari lagi. Kenan yang meng-handle semuanya, jadi wajar jika dia kewalahan.


Kenan sampai di kantor tepat jam 7 pagi. Para karyawan menyambut dengan ramah, karena sudah mendapatkan kabar bahwa anak dari sang atasan akan memimpin perusaan ini.


Kenan melewati jajaran karyawan yang berbaris rapi dan menunduk hormat kepadanya. Ia memasuki lift khusus untuk menuju ke ruangan sang papa.


Tanpa mengetuk pintu, Kenan langsung memasuki ruangan papanya. Kenan terbelalak kaget, saat melihat pemandangan didepan matanya. Seorang wanita duduk dipangkuan papanya, dan Khendrik terlihat tertawa dan mencubit hidung wanita itu. Kenan tidak bisa melihat wanita itu, karena posisinya membelakangi dirinya.


"Papa!" Kenan berteriak marah kepada Khendrik.


Khendrik dan Liora terperanjat mendengar suara teriakan itu. Mereka langsung berdiri dari posisinya. Khendrik gelapan di depan Kenan, ia tak menyangka Kenan akan mendatangi kantor.


Sedangkan Liora membulatkan mata, saat melihat seseorang yang berteriak memanggil papa kepada atasannya. Seorang laki-laki yang pernah singgah di dalam hatinya, bahkan sampai detik ini rasa itu masih ada. Dan mungkin tidak akan pernah pudar, karena besarnya cinta yang dimiliki oleh Liora.


"Pak Kenan." Liora menggumam pelan, dia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Kenan juga merasakan hal yang sama dengan Liora. Kaget, pikirannya terus bertanya-tanya, kenapa Liora bisa berada di ruangan papanya. Dan bahkan dia duduk dipangkuan papanya. Apa maksud dari semua itu?


Khendrik berjalan mendekati Kenan, ia harus bersikap biasa saja. Agar Kenan tidak mencurigainya, yang sedang berhubungan dengan sekertarisnya. Meskipun ia ragu akan hal itu, karena Kenan sudah melihat semuanya.


"K-Kenan, kenapa kamu tidak mengabari Papa jika mau ke kantor?" Khendrik bertanya dengan gugup.

__ADS_1


"Kita harus bicara berdua Pa!" tatapan Kenan begitu tajam, seolah mengintimidasi sang papa. Ia melirik Liora yang berdiri mematung di dekat meja kerja papanya.


Seolah mengerti dengan tatapan tajam dari Kenan. Liora berusaha menetralkan perasaannya, dan memilih pamit dari ruangan itu.


"Kalau begitu saya keluar dulu Pak." Liora menunduk dengan hormat. Tanpa menunggu jawaban dari Keduanya ia berlalu pergi dari sana.


Kenan hanya melirik Liora dengan ekor matanya. Ia harus menanyakan soal apa yang dilihat kepada sang papa. Kenan menuju sofa dan mendaratkan bokongnya disana. Khendrik pun menyusul langkah Kenan.


"Papa selingkuh dari mama?" Kenan langsung to the point kepada Khendrik.


"Apa maksud kamu Kenan," bukannya menjawab, Khendrik malah balik bertanya. Dia sudah yakin Kenan tidak akan percaya dengan alasan apapun yang dia berikan. Jika Kenan terus mendesaknya, maka dia akan berterus terang kepada Kenan, mengenai hubungannya dengan Liora.


"Heh, aku bukan anak kecil Pa. Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau Papa sedang bermesraan dengan wanita tadi!"


Kenan hanya diam saja saat mendengar penjelasan dari papanya. Ia tidak ingin berdebat, lebih baik dia menyelidiki sendiri bagaimana hubungan papanya dengan Liora. Kenan harus mempunyai bukti tentang perselingkuhan papanya, agar mamanya percaya jika suatu saat nanti Kenan mengatakan fakta itu.


"Baiklah. Kalau begitu ruanganku dimana?" tanya Kenan lalu berdiri dari posisi duduknya. Untuk menghindari sang papa. Entah sejak melihat papanya bermesraan dengan Liora, dia jadi hilang respect untuk sekedar bertatap muka dengan papanya.


"Kau akan menempati ruangan ini Kenan. Karena saat kamu meneruskan perusahaan ini, papa akan memegang perusahaan cabang. Dan kamu yang meng-handle semua pekerjaan disini." Khendrik menatap Kenan dengan serius.


"Kapan aku akan mulai bekerja Pa?"


"Terserah kau saja Ken, saat kau sudah siap. Papa akan mengumumkan kepada para Karyawan, jika setelah ini kamu yang akan menggantikan posisi papa."


"Baiklah, besok aku akan mulai bekerja!"

__ADS_1


"Apa! Besok!" Khendrik tak percaya jika Kenan akan menggantikannya besok. Padahal ia masih ingin terus bersama dengan Liora. Tapi jika Kenan sudah memutuskan untuk bekerja besok, mau tidak mau Khendrik harus menyetujuinya.


"Kenapa Pa, bukannya dari dulu papa yang sangat ingin aku segera membantu papa di perusahaan. Tapi kenapa sekarang papa terlihat keberatan dengan keputusanku?" tanya Kenan dengan tatapan mengintimidasi


"Bukan begitu Kenan, Papa hanya kaget saja mendengar keputusanmu yang sangat mendadak. Kalau begitu papa akan mengumumkan kehadiranmu sebagai CEO baru disini, yang akan menggantikan papa," ucap Khendrik dengan yakin.


Sedangkan diluar ruangan, Liora masih shock dengan fakta yang ia lihat. Kenan adalah anak dari laki-laki yang sudah melecehkan kakaknya.


"ini pasti tidak benar. Pak Kenan tidak mungkin anaknya Khendrik. Aku tidak mungkin mencintai anak dari laki-laki yang sangat dia benci." monolog Liora.


Liora duduk dengan gelisah, pikirannya sangat kacau. Dilema, bagaimana dia harus membalaskan dendam sang kakak, jika harus berhadapan dengan laki-laki yang dia cintai.


"Tidak! Aku harus tetap meneruskan misi balas dendamku. Akan ku hapus rasa cinta ini, aku tidak akan mencintai pak Kenan lagi. Dia pasti sama saja dengan si tua bangka itu." Liora berucap dengan mata yang menyala, tanganya juga terkepal.


Liora harus bisa melupakan Kenan. Dia bertekad akan tetap membuat hidup Khendrik hancur, dan memilih mengorbankan perasaannya. Mungkin pura-pura tak mengenal Kenan, itu lebih baik.


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir di karya pertamaku🥰


Semoga betah dan suka dengan ceritanya ya🥰


Jangan lupa tekan like, komen dan juga giftnya ya😘😘😘


Authornya maksa🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2