Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 12. Liora di hukum


__ADS_3

Happy Reading🥰


Pagi harinya ...


Kenan sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Ia berpamitan kepada Maura dan Khendrik. Sekalian ia pamit untuk langsung pulang ke apartemennya setelah pulang dari kampus. Dia sudah lama tidak tinggal di apartemen. Dan berencana untuk tinggal disana lagi mulai nanti sore.


Kenan duduk dibalik kemudi dengan tenang. Meskipun tatapannya fokus kejalanan, tapi tidak dengan pikirannya yang pergi entah kemana. Ia kembali teringat dengan Liora. Gadis yang selalu membuatnya kesal tapi juga senang karena merasa terhibur dengan tingkah konyolnya. Kenan tidak pernah memikirkan seorang wanita sampai seperti ini. Dia juga bingung dengan perasaannya.


Sedangkan ditempat lain. Liora sedang terburu-buru karena bangun kesiangan. Semalam ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Kenan. Hingga sampai dini hari, ia baru memejamkan mata. Suara alarm dan gedoran maut dari sang kakak pun dia tidak mendengarnya. Jam 7 pagi ia baru bangun, padahal dia ada jam kuliah pagi dan yang mengejar adalah Kenan.


"Kak Jesi, kenapa kakak tidak membangun kan aku? Bagaimana kalau aku telat? Bisa mampus aku sama dosen kesayangan!" cerocos Liora. Ia menyalahkan sang kakak yang tidak membangunkannya. Padahal Jesicca sudah hampir 1 jam berada di depan kamarnya untuk membangunkan kebo yang sedang tidur.


"Telingamu saja yang tidak bisa mendengar, Li. Kakak sudah membangunkan mu. Kaki kakak sampai pegal karena terlalu lama berdiri di depan pintu ratu kebo." Jessica menjawab dengan sarkas.


"Tapi, kenapa aku tidak mendengar gedoran maut dari kakak?" tanya Liora dengan rasa tidak percaya.


"Gimana mau dengar, telingamu kan tidak berfungsi dengan baik Li." lagi-lagi Jesicca mengatainya. Ia sangat gemas melihat tingkah sang adik yang selalu terlihat polos. Untung saja dia sedang menyetir. Jika tidak, sudah dipastikan kalau Liora akan minta ampun karena ia akan menggelitiknya habis-habisan. Iya Liora sangat takut untuk hal yang satu itu. Jesicca yang sangat tahu dengan kelemahan Liora, selalu memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat Liora sadar akan kesalahannya.


Saat sampai di kampus. Terlihat area itu sudah sepi dari para mahasiswa yang terkadang mondar-mandir dihalaman tersebut. Ia yakin pasti dirinya sudah terlambat memasuki kelas. Ia juga sangat takut, bagaimana nanti jika Kenan marah dan menghukum nya karena telat. Ini baru pengalaman pertama ia telat masuk kelas. Tanpa ba-bi-bu ia langsung turun dari dalam mobil sang kakak tanpa berpamitan karena terburu-buru.


"Astaga! Anak itu benar-benar! Ck ... ck ...," Jessica hanya bisa menggelengkan kepala, melihat tingkah sang adik. Jesicca langsung melajukan mobil kembali untuk menuju ke kantor. Beruntung tadi dia meminta izin kepada Khendrik, bahwa ia akan masuk telat karena ada kepentingan keluarga. Membangunkan si ratu kebo. Jadi dia tidak khawatir meskipun masuk telat. Sebenarnya dia juga merasa bersalah karena telah berbohong mengenai kepentingan keluarga yang ia ucapkan pada sang atasan.


Liora berjalan dengan setengah berlari, ia sangat tergesa-gesa karena sangat takut terkena amukan sang pangeran. Benar saja saat ia berada di ambang pintu kelas, dia sudah melihat Kenan duduk di kursi kebesaran nya. Ia benar-benar takut, apa yang harus di katakan mengenai keterlambatannya. Liora tercekat dan diam mematung di tempat.


Tok ...

__ADS_1


Tok ...


Tok ...


Akhirnya Liora memberanikan diri untuk memasuki kelas. Semua atensi teralihkan kepadanya. begitu pun dengan Kenan yang menatap nya dengan tatapan mengintimidasi.


..."Maaf Pak saya telat," ucap Liora dengan gugup, ia tidak berani untuk sekedar mendongakkan kepala....


"Berdiri di depan kelas! Saya tidak akan mentolerir jika ada mahasiswa dan mahasiswi yang datang terlambat di waktu saya mengajar!" Kenan berkata dengan tegas. Ia memang tipikal orang yang konsisten. Dia tidak akan pandang bulu, bagi siapa pun yang terlambat maka mereka akan menerima konsekuensinya. Setelah mengatakan itu, Kenan kembali melanjutkan materi yang ia sampaikan.


...----------------...


Jesicca memasuki gedung pencakar langit dengan langkah lebar. Meskipun ia sudah mendapatkan izin dari sang atasan. Tapi bukan menjadi alasan untuknya bersantai ria di dalam kantor. Dia tidak ingin mendapatkan penilaian buruk dari karyawan lain, yang akan menuduhnya dengan hal yang tidak-tidak sebagai sekretaris kepercayaan bosnya.


Jesicca langsung mendapat panggilan dari sang atasan untuk segera memasuki ruangan Khendrik. Setelah mengetuk daun pintu dan mendapatkan izin masuk dari sang atasan, ia langsung melangkah masuk. "Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan sopan.


"Besok lusa Pak. Pak Bagas ingin melaksanakan acara meeting di cafe Moana. Apakah bapak setuju? Jika bapak tidak setuju, maka saya akan memberitahukannya kepada pak Bagas."


"Tidak perlu! Atur saja jadwalnya, kita akan meeting di sana. Jangan lupa untuk memesan ruangan VIP!"


"Baik pak, kalau begitu saya permisi." pamit Liora. Ia langsung kembali ke meja kerjanya, setelah itu mengirimkan pesan kepada Bagas untuk memberitahu persetujuan Khendrik mengenai pertemuannya besok lusa.


Saat jam makan siang, seperti biasa, Edo sudah menunggu nya di lantai bahwa. Tiba di kantin ia langsung memesan makanan untuk dirinya dan Edo. Setalah itu ia memilih tempat duduk yang berada di pojokan.


"Eum ... Jes. Nanti malam ada acara gak?" tanya Edo dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Aku selalu free Ed. Kamu tahu sendiri aku hanya tinggal berdua dengan Liora. Dan kami jarang pergi keluar rumah saat malam hari. Hanya jika kami benar-benar menginginkannya."


"Siapa tahu ada janji sama sang pujaan hati," ucap Edo yang sukses membuat Jesicca membulatkan matanya sempurna.


"Gak usah aneh-aneh deh Ed. Kamu tahu sendiri aku orangnya kayak gimana dan berhubungan dengan siapa."


"Iya, iya ..., lagian tidak ada salahnya kan aku nanya kayak gitu. Umur kamu sudah 25 thn loh, memangnya tidak ada rencana buat nikah?"


"Ed, Please. Jangan ngomongin itu lagi. Aku hanya ingin fokus bekerja dan menunggu Liora wisuda."


"Sebentar lagi Liora juga wisuda. Tinggal menghitung bulan saja 'kan?"


"Sudahlah, lebih baik kita makan saja, mumpung makanannya masih hangat," ucap Jesicca yang kebetulan pesanan mereka sudah di antara oleh penjaga kantin.


Edo hanya menghela nafas kasar. Ia memang harus ekstra sabar dalam menghadapi Jesicca jika membahas tentang pasangan hidup. Dia sampai heran, kenapa Jesicca seolah menutup mata untuk mencari pasangan padahal umurnya sudah cukup matang untuk menikah. Jesicca selalu beralasan untuk menunggu sang adik wisuda, baru ia akan memikirkan masa depannya mengenai pasangan hidup. Jika setelah Liora wisuda dan Jesicca tetap mencari-cari alasan lain untuk tidak membahas mengenai pasangan, maka jangan salahkan dirinya, jika dia akan mengungkapkan perasaannya saat itu juga. Ia sudah tidak tahan memendam perasaan yang sudah lama berkembang di dalam hati.


Sedangkan Jesicca, ia masih tidak kepikiran untuk mencari pasangan hidup. Usianya dan usia Liora terpaut 3 tahun. Liora sudah memasuki usia ke 22 tahun dan Jesicca memasuki usia ke 25 tahun.


Maka dari itu, ia akan menunggu Liora wisuda untuk memikirkan masa depannya. Hanya tinggal menghitung bulan atau bahkan menghitung hari saja menjelang acara wisuda Liora. Tapi Jesicca tetap tidak akan tega membiarkan Liora hidup seorang diri jika ia menikah dengan pasangannya suatu saat nanti. Entah siapa yang di maksud pasangan olehnya, sedangkan dirinya saja masih tidak mempunyai seorang kekasih.


...----------------...


Terimakasih yang masih setia membaca karyaku🥰


semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya😘

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya😘😘😘


__ADS_2