
Happy Reading 🥰
Hari Anniversary.
Siang itu ...
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Maura, akhirnya telah tiba. Maura, Khendrik, dan juga Kenan, sekarang mereka telah berada di pantai cinta. Yang sudah Kenan reservasi 1 bulan yang lalu. Pantai itu sudah di dekor sedemikian rupa, dan sangat indah.
Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia untuk Maura, namun kebahagiaan itu sirna. Di kala Khendrik tiba-tiba pergi meninggalkan acara itu. Padahal para tamu sudah hadir di sana.
Para tamu sudah berbisik-bisik membicarakan kepergian Khendrik. Khendrik yang terkenal sebagai pengusaha yang sangat setia kepada istrinya. Tiba-tiba pergi di acara specialnya bersama sang istri.
"Keterlaluan kamu Pa, tega sekali pergi disaat acara kita akan dimulai. Siapa sebenarnya wanita yang sudah membuatmu berpaling dariku? 26 tahun kita menikah, baru kali ini kamu mengkhianati aku." batin Maura.
Maura menikah dengan Khendrik di saat usianya masih muda. tepat 1 tahun pernikahannya bersama Khendrik, hadirlah Kenan di tengah-tengah rumah tangganya. Yang membuat pernikahan mereka terasa sangat sempurna, dengan kehadiran seorang anak. Hingga sekarang usia Kenan sudah 25 tahun.
Maura berusaha keras agar air matanya tidak jatuh, dan akan menambah kesan buruk di mata para tamu yang hadir. Kenan yang melihat itu langsung membubarkan acara begitu saja, karena merasa tidak tega terhadap mamanya.
Kenan beralasan bahwa papanya ada keperluan mendadak, dan mamanya juga tiba-tiba tidak enak badan. Akhirnya para tamu memilih pergi meninggalkan acara itu. Saat itu juga, tangis Maura pecah. Dia menangis di pelukan Kenan.
Kenan sangat geram, ia akan memberikan perhitungan kepada Liora, yang sudah berani bermain api dengan papanya, hingga membuat sang mama hancur.
"Sudahlah Ma, lebih baik kita pulang." Kenan melerai pelukannya, lalu membawa Maura memasuki mobilnya.
Setelah mengantarkan Maura pulang. Kenan langsung pergi untuk memastikan dugaannya.
Di rumah Liora.
Khendrik berjalan cepat memasuki rumah Liora. Ia sangat cemas ketika mendapatkan pesan dari Liora, yang menyatakan bahwa dirinya sedang sakit. Khendrik menaiki tangga dan memasuki kamar Liora.
Liora terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya telihat sangat pucat. Khendrik duduk di sisi ranjang dan menyentuh Kening Liora.
mendapatkan sentuhan dari Khendrik, Liora langsung membuka matanya. Ia tersenyum kala melihat Khendrik benar-benar datang menemuinya, dan pergi meninggalkan acara itu.
"Om, kenapa Om ada disini? Bagaimana dengan acara Om?" tanya Liora, dia bangun dari posisi tidurnya dan bersandar di head bord.
__ADS_1
"Om sangat mengkhawatirkan kamu sayang."
"Aku baik-baik saja Om. Tadi hanya pusing sedikit."
"Kita ke dokter ya sayang."
"Gak usah Om, istirahat sebentar juga sembuh kok."
"Ya sudah, Om temani kamu disini. Om takut terjadi sesuatu sama kamu."
Liora menjawab dengan sebuah senyum manis. Ia kembali berbaring di ranjang. bibirnya tersenyum sinis, yang tanpa diketahui oleh Khendrik.
"Dasar bod*h! Aku yakin, setelah ini istrimu akan menceraikan mu Khendrik sialan. Apalagi setelah nanti aku mengirimkan foto kemesraan kita, pasti istrimu akan sangat membencimu." batin Liora.
Khendrik dengan senang hati menemani Liora, ia sangat mencitai Liora. Bahkan perasaan cinta untuk Maura sudah sirna.
...----------------...
Kenan telah sampai di depan rumah Liora, ia melihat mobil papanya terparkir di depan rumah Liora. Ternyata dugaannya benar. Papanya pergi dari acara anniversary hanya untuk menemui Liora. Tanpa ba-bi-bi, Kenan turun dari dalam mobil dan langsung menerobos masuk ke dalam rumah Liora.
Kenan langsung membuka kamar itu, Kenan melotot sempurna saat melihat pemandangan di hadapannya. Papanya hanya menggunakan handuk sebatas pinggang dengan rambut yang basah. Sedangkan Liora tertidur pulas di atas ranjang, dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga batas leher.
Pikiran Kenan berkelana jauh, sudah dapat di simpulkan jika dua orang dewasa berada dalam satu kamar, tidak mungkin tak terjadi apa-apa di antara keduanya. Apalagi dengan keadaan mereka yang menunjukkan bahwa mereka telah melakukan hal terlarang.
"Papa! Kurang ajar! Jadi papa pergi meninggalkan mama hanya demi wanita j*lang ini!" teriak Kenan dengan amarah yang sudah memuncak. Suaranya menggelar memenuhi ruangan itu. Hingga Liora terusik dan bangun dari tidurnya.
Khendrik terperanjat melihat keberadaan Kenan di kamar Liora. Pasti Kenan akan sangat marah kepadanya. Jika begini Khendrik tidak bisa mengelak lagi, dia terpaksa harus mengakui perbuatannya.
Liora juga tak kalah kaget dengan kehadiran Kenan. Jantungnya berdetak sangat cepat, seperti akan melompat dari tempatnya.
"P-pak Kenan," ucap Liora tercekat. Ia tak bisa berkata-kata, semuanya tak sesuai dengan rencananya. Liora tak pernah menyangka jika Kenan akan mendatangi rumahnya.
"Kalian benar-benar bedeb@h! Cih! Pria brengs*k dan seorang j*l*ng, sangat cocok di sandingkan." Kenan berkata dengan lantang.
Perkataan Kenan sungguh membuat hati Liora teriris. Ia benar-benar sudah di pandang buruk oleh Kenan. Liora harus berusaha tegar dan tidak boleh mengeluarkan air mata hanya untuk laki-laki dari keturunan pria br*ngs*k seperti Khendrik.
__ADS_1
Liora memilih diam, tak ingin menyela atau bahkan membela diri atas tuduhan Kenan. Baru kali ini Liora melihat Kenan sangat marah. Bahkan waktu Kenan memarahinya di kampus, Kenan tak semarah itu.
Aura Kenan benar-benar menakutkan, Matanya memerah, rahang mengeras, bahkan tubuhnya bergetar karena menahan amarahnya.
Kenan berjalan cepat ke arah papanya, dengan cepat ia mendaratkan kepalan tangannya ke wajah Khendrik.
Buuk ...
Buuk ...
Buuk ...
Kenan memberikan bogeman mentah kepada Khendrik. Ia sudah melupakan statusnya sebagai anak dari Khendrik. Kenan terus memukul Khendrik dengan membabi buta.
Khendrik yang tidak siap dengan serangan Kenan, langsung tersungkur ke lantai, dia tidak bisa melawan Kenan, hingga ia babak belur oleh putranya sendiri.
"Berhenti!"
Liora berteriak, agar Kenan berhenti memukul Khendrik. Ia menjerit histeris ketika melihat adegan Live di depan matanya. Pertarungan antara ayah dan anak. Sungguh Liora sangat takut, badannya gemetar dan rasanya seperti akan pingsan.
Kenan menghentikan pukulannya, lalu beranjak dan melangkah ke arah Liora. Liora beringsut mundur, tangannya tetap memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya. Kepalanya menunduk karena takut melihat tatapan mematikan dari Kenan.
"Dengar wanita J*lang! Bersiap-siaplah, setelah ini aku akan menghancurkan kehidupan mu," desis Kenan dengan menyeringai sinis. Ia langsung pergi dari ruangan itu, dan melanjukan mobilnya entah kemana. Karena pikiran Kenan sangat kacau, hatinya berkecamuk, memikirkan malasah yang ia alami.
Liora hanya menangis mendengar ancaman dari Kenan. Ia tak menghiraukan keadaan Khendrik yang terkapar di lantai.
Kenan menepikan mobilnya di jalanan sepi. "Sial! Sia!" Kenan memukul stir mobil untuk melampiaskan kemarahannya.
"Kenapa harus kamu Liora, yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang tuaku? Kenapa? Disaat aku mulai mencintaimu, namun aku dipatahkan oleh kenyataan, bahwa kau hanya seorang wanita j*lang." Kenan menangisi perasaannya yang baru tumbuh dan bahkan tak sempat bermekaran.
...----------------...
Terimakasih yang masih setia membaca novel ku🥰, semoga kalian sehat selalu 😘😘.
Jangan lupa dukungannya🥰
__ADS_1