
Happy Reading🥰
"Lepas!" ucap Liora dengan mata melotot. Ia benar-benar terkejut dan di buat heran oleh laki-laki yang telah berani menarik tangannya.
"Tidak akan!" ucap laki-laki tersebut.
"Maaf Pak Kenan, saya harus pergi!" Liora berkata dengan tegas dan berusaha melepaskan cekalan tangannya. Ya, laki-laki itu adalah Kenan.
"Kenapa kamu menjauhi saya?" tanya Kenan blak-blakan. Sebenarnya dia gengsi mau menanyakan hal itu kepada Liora, namun hatinya terus memaksa untuk mengatakannya.
"Maksud bapak apa ya? Bukannya anda sendiri yang menginginkan saya menjauhi anda!"
"Kapan aku mengatakannya? Aku hanya menyuruh mu untuk tidak merugikan orang lain!" ucap Kenan penuh penekanan. Entah mengapa dia terlihat bukan seperti Kenan, yang biasanya akan bersikap acuh dengan siapapun, termasuk Liora.
Tapi sekarang, seolah Kenan yang mengejar-ngejar Liora. Ia merasa kehilangan sosok gadis yang selalu mendekatinya.
"Huh! Kalau begitu saya sudah mengabulkan permintaan anda! Tolong biarkan saya pergi."
Liora menatap Kenan dengan tatapan memohon, agar mau melepaskan dirinya. Namun bukannya melepaskan, Kenan malah semakin mengeratkan cekalannya, hingga membuat Liora meringis karena sakit.
Kenan mendekatkan diri kepada Liora. Wajah mereka sangat dekat, nafas keduanya nampak beradu, jika Liora bergerak sedikit saja sudah di pastikan bibir mereka akan menempel.
"Pak Kenan! Anda mau ap ... Emp!" belum selesai ucapan Liora. Kenan lebih dulu membungkam bibir Liora dengan bibirnya.
Mata Liora membulat, mendapatkan serangan mendadak dari Kenan. Tubuhnya membeku, dia hanya diam tak merespon ciuman dari Kenan.
Kenan menyesap bibir Liora yang sangat manis seperti madu. Awalnya dia hanya ingin menggertak Liora saja, namun saat melihat bibir Liora secara dekat. Semuanya berubah dan nalurinya ingin merasakan bibir mungil itu.
Karena tak mendapatkan respon dari Liora, Kenan menghentikan aksinya. Ia menatap Liora yang masih bergeming. Kenan mengusap sisa bekas air liurnya di bibir Liora menggunakan jempolnya.
__ADS_1
"Jangan pernah menjauhi saya lagi!" desis Kenan tepat di depan wajah Liora dan menyatukan keningnya dengan kening Liora.
Liora hanya bergeming, dia masih shock dengan tindakan Kenan. Yang tiba-tiba menciumnya. Ciuman pertama yang di ambil secara mendadak oleh Kenan.
"Apa kau tidak mendengar ku!" ucap Kenan lagi, kerena melihat Liora yang masih bengong.
"Ah, i-iya Pak, saya mengerti." jawab Liora terbata. Setelah itu Liora langsung berlari, pergi meninggalkan Kenan.
Liora menyentuh jantungnya yang berdegup sangat kencang. Ia masih tak percaya seorang Kenan akan menciumnya. Tangannya mengusap bekas ciuman dari Kenan. Seulas senyuman terbit di sudut bibirnya. Liora merasa terbang ke atas awan. Di saat dirinya ingin melupakan Kenan, namun Kenan sendiri yang mendekatinya dan malah menyuruhnya agar tidak menjauhi Kenan lagi.
Semangat Liora kembali membara, rencana yang ia persiapkan untuk benar-benar melupakan Kenan telah hilang entah kemana. Yang ada hanya harapan yang semakin berkembang di lubuk hatinya.
Liora akan menuruti keinginan Kenan, yang tidak ingin dia menjauhinya. Liora akan mengejar kembali cinta yang ia tanam sejak dulu.
Bodoh!
Liora menemui ketiga temannya yang masih setia menunggu kehadirannya ditempat semula. Setelah itu mereka semua pulang bersama-sama.
...----------------...
Selama 2 minggu ini, Khendrik terus mencari keberadaan Jesicca, tapi tidak ada hasilnya. Ia sudah mendatangi alamat yang tertera di surat lamaran kerjanya dulu, namun rumah itu kosong. Dan kata orang kepercayaannya, rumah itu sudah di jual.
Karena itu, Khendrik sudah pasrah dan tidak akan mencari Jesicca lagi. Mungkin Jesicca sudah melupakan kejadian itu, dan pergi jauh bersama kekasihnya. Entah itu siapa dia tidak tahu. Jika orang itu Edo, maka tidak mungkin. Karena Edo masih berkerja di perusahaannya, meskipun dengan sikap yang berbeda.
Dia merasa Edo selalu menatapnya dengan rasa benci. Namun dia enggan untuk menanyakan hal itu, apalagi mengenai kejadian di pesta. Khendrik yakin jika Edo mengetahui semua itu, hanya saja mereka sama-sama tutup mulut. Seolah tidak terjadi apa-apa saat di pesta.
Khendrik sangat tahu jika Edo mencintai Jesicca. Tapi mereka selalu menolak anggapan para karyawan di kantor. Mungkin karena itu Edo membencinya, yang telah menodai wanita yang di cintainya sejak dulu.
Akhirnya Khendrik membuka lowongan kerja untuk seorang sekertaris. Ia sangat membutuhkan karyawan itu dengan cepat, untuk menggantikan posisi Jesicca.
__ADS_1
Khendrik akan menyuruh Kenan untuk segera membantunya bekerja di perusahaan. Karena sudah waktunya untuk Kenan meneruskan bisnisnya, apalagi Kenan adalah pewaris tunggal dari keluarganya.
Khendrik hanya bisa berdoa, agar Maura tidak mengetahui kebohongannya. Bagaimanapun cara, Khendrik tidak akan membuat Maura ataupun Kenan membenci dirinya, karena suatu kesalahan yang tak pernah ia inginkan.
Khendrik akan membuat perhitungan kepada Morgan yang sudah menjebaknya. Akan dia buat Morgan menyesal se umur hidup, karena sudah berani bermain-main dengan seorang Khendrik.
Di sisi lain.
Liora mendapatkan kabar dari Edo, bahwa perusahaan Khendrik sedang membuka lowongan kerja untuk menduduki posisi sekertaris. Tentu saja Liora berminat, karena itu adalah hal dia tunggu.
Liora menyiapkan surat lamaran kerja, yang akan ia bawa besok pagi ke perusahaan Khendrik. Meskipun ia belum ada pengalaman berkerja, tapi sudah dipastikan jika dia akan diterima di perusahaan itu. Karena Liora sudah merencanakan ini dari jauh hari, tentunya dengan bantuan Edo.
Liora hanya perlu meminta izin kepada Jesicca untuk bekerja di perusahaan Khendrik dan menggantikan posisinya. Di izinkan atau tidak, oleh Jesicca. Liora akan tetap bekerja disana.
Liora tersenyum smirk saat memikirkan rencananya. Ia harus bisa mencuri perhatian Khendrik. Yang katanya seorang laki-laki setia kepada istrinya.
Cih!
Liora berdecih saat mengingat kata setia untuk seorang Khendrik. Nyatanya dia tidak lebih dari seorang b@jingan, yang hanya terlihat manis di depan istri, namun sangat liar diluar sana.
"Bagaimana perasaan istrimu jika tahu kebusukan mu, Khendrik Sialan!" batin Liora. tangannya terkepal, marah saat mengingat kelakuan Khendrik yang sangat bi@dab.
"Tunggu saja pembalasanku, akan ku buat hidupmu hancur! Dan membuat istrimu pergi meninggalkan laki-laki brengs*k sepertimu." Liora bersumpah dalam hati, untuk membalaskan dendam sang kakak.
...----------------...
Bersambung ...
Terimakasih untuk kalian yang masih setia membawa karyaku🥰, semoga sehat selalu ya🤗.
__ADS_1