
Happy Reading🥰
"Maksud kamu apa! Kenapa nama suami saya di sebut-sebut?" Maura bertanya tak kalah lantangnya dari suara Jesicca yang sejak tadi menggelegar di ruangan itu.
"Mama!"
Kenan sampai lupa jika mama dan papanya mengikuti dirinya di belakang mobil. Kenan yang berusaha menutupi kebusukan papanya sejak dulu, tapi sekarang dia malah mendengarnya langsung dari korban kebejatan papanya. Padahal Kenan masih mengumpulkan bukti kebusukan sang papa, dan akan memperlihatkannya kepada mamanya.
Akan tetapi, takdir berkata lain. Sebuah fakta malah terbongkar dengan sendirinya di depan sang mama. Kenan merasa sedih dan senang akan hal itu. Memang sudah waktunya untuk papanya berkata jujur kepada sang mama.
Maura masih menatap marah kepada Jesicca. Ia mungkin bisa menerima amukan Jesicca terhadap Kenan yang sudah berani menghamili adiknya. Namun, Maura tidak terima jika suaminya di samakan dengan Kenan yang telah berbuat bejat.
Sedangkan Khendrik yang telah berselingkuh dengan sekertaris nya di kantor, tidak pernah melakukan hal di luar batas. Jadi, bagaimana mungkin Khendrik bisa melakukan itu terhadap Jesicca. Walaupun dulu Jesicca juga pernah menjadi sekertaris Khendrik, tapi Khendrik terlihat biasa saja terhadapnya. Begitu lah pikir Maura, ia selalu berpikir positif kepada Khendrik.
Dulu, Maura sangat menyukai sikap sopan, Jesicca. Jesicca memang terlihat baik dan ramah terhadap semua orang. Namun, sekarang ia sangat marah dengan tuduhan Jesicca terhadap Khendrik.
Jesicca tersenyum miring, saat melihat ekspresi wajah Maura yang tengah marah. Ia sangat yakin, jika Khendrik belum jujur dengan kebohongannya. Jesicca tak habis pikir terhadap Maura, yang bisa dibohongi oleh Khendrik. Padahal Khendrik adalah suami yang sangat buruk menurutnya.
"Jawab Jesi!" Maura mendekati Jesicca, dan menatapnya dengan mata menyala.
Jesicca menatap Maura dan Khendrik secara bergantian. "Huh! Bagaimana Pak Khendrik yang terhormat! Apa saya harus memberitahu istri anda tentang kebusukan anda? Atau, anda sendiri yang akan memberitahunya?" Jesicca berkata dengan nada sinis.
Khendrik gelapan, ia benar-benar tidak bisa berkata apa pun. Tangannya mengeluarkan keringat dingin. Rencana yang ia susun telah hancur sebelum di laksanakan. Bukan seperti ini yang Khendrik inginkan. Ia memang akan jujur kepada Maura tentang apa yang telah ia lakukan terhadap Jesicca, tapi bukan sekarang.
Khendrik masih butuh waktu untuk berkata jujur kepada Maura. "Sial! Kenapa kejadiannya bisa seperti ini? Apa yang harus aku katakan kepada Maura? Semuanya gara-gara Morgan! Dia telah membuat hidupku kacau. Sekarang dia malah hilang entah kemana. Aku harus segera menemukan Morgan, dan meminta untuk menjelaskan semuanya kepada Maura, kalau aku hanya di jebak. Setelah itu, aku akan membuat perhitungan terhadapnya."
"Pa! Kenapa diam!" Maura menatap Khendrik dengan tatapan mengintimidasi.
Khendrik tersadar dari lamunannya, saat mendengar suara Maura. Ia kembali gelagapan saat di interogasi oleh sang istri. "I-tu ...."
__ADS_1
"Eungh! Aku di mana?" lenguhan Liora berhasil memotong pembicaraan Khendrik. Ia masih bingung ada dimana. Liora merasakan suasana di ruangan itu sangat mencekam, saat melihat ketegangan semua orang yang ada di sana.
Jesicca menghampiri Liora dengan tatapan mengintimidasi. "Jadi benar, kamu sedang hamil!" Jesicca langsung menginterogasi sang adik. Bukannya menanyakan keadaannya, Jesicca langsung menanyakan hal itu.
Bukan karena Jesicca tidak perduli dengan keadaan Liora, tapi, karena dia ingin mendengar langsung jawaban dan penjelasan dari sang adik. Karena Jesicca sangat marah mengetahui fakta itu. Bagaimana mungkin Liora melakukan hal yang menjijikkan bersama dengan Kenan.
Liora sangat terkejut dengan pertanyaan sang kakak. "Tidak Kak. Aku tidak hamil!" Liora menjawab cepat pertanyaan dari sang kakak. Karena takut terjadi salah faham lagi.
"Tapi dokter mengatakan kalau kamu tengah hamil! Tidak mungkin prediksi seorang dokter obgyn itu salah 'kan!"
Deg.
Jantung Liora berdetak tak beraturan. Ia tidak percaya dengan ucapan Jesicca, namun melihat tatapan kakaknya yang serius, membuat Liora ragu dengan keyakinannya.
"A-apa! Itu tidak benar kak. Aku gak mungkin hamil!"
"Jangan mengelak, Li. Katakan saja yang jujur! Apa anak yang kamu kandung adalah anak dari Kenan?"
Untuk saat ini, Khendrik merasa aman, dan bisa lolos dari pertanyaan Maura yang membuatnya pusing. Karena semua orang di sana tengah fokus kepada Liora dan Jesicca. "Untuk saat ini aku aman. Soal pertanyaan Maura, aku akan memikirkan jawabannya nanti." gumam Khendrik dalam hati.
Seorang dokter memasuki ruangan itu. Ternyata Kenan yang memanggilnya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap calon istri dan anaknya.
Dokter yang tadi menangani Liora merasa aneh dengan ekspresi orang-orang yang ada di sana. Dia hendak memberi keadaan Liora, namun Liora mencegahnya. "Tidak usah di periksa, Dok. Saya baik-baik saja. Saya hanya ingin bertanya tentang keadaan saya. Apa benar kalau saya sedang hamil?" tanya Liora yang masih menundukkan Kepalanya.
"Benar Bu. Anda memang tengah hamil."
"Bagaimana mungkin, Dok. Waktu itu saya ..., Liora tampak ragu mengatakannya. Ia sangat malu jika mengatakan itu depan kakak dan kedua orang tua Kenan. "Saya ingin bicara berdua dengan anda, Dok." Liora menatap dokter itu dengan penuh harap.
"Baiklah, kita bicara di ruangan saya." Dokter itu melangkah keluar dari ruang UGD. Liora mengikuti dokter hingga tepat di depan pintu ruangan dokter itu, tangan Liora di cekal oleh Kenan.
__ADS_1
"Aku ikut ke dalam." Kenan ingin tahu apa yang akan Liora bicarakan dengan dokter, kenapa Liora hanya ingin berbicara empat mata? Melihat Liora yang diam saja, Kenan berfikir kalau Liora mengizinkannya ikut ke dalam.
"Kenapa saya bisa hamil, Dok. Padahal setelah kejadian itu, saya sudah meminum pill kontrasepsi?" tanya Liora to the point saat duduk berharapan dengan Dokter itu di ruangannya.
"Begini Bu. Saya akan menjelaskan sedikit, fungsi tentang pill kontrasepsi (Pill KB). Efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan bisa mencapai 92 persen. Namun, nyatanya wanita masih bisa hamil saat konsumsi pil KB. Ini terjadi lantaran mereka kurang disiplin dalam mengonsumsi pil KB secara rutin. Atau bahkan telat meminum pill KB. Jadi kemungkinan kecil dari sisa 92 persen tadi, anda memang bisa hamil." terang Dokter kepada Liora dan juga Kenan yang ikut mendengarkan apa yang dokter jelaskan.
Liora masih tidak percaya, dan merasa ucapan dokter itu tidak masuk akal. Hingga dokter bertanya kepadanya.
"Apa Anda, rutin meminum pill KB?"
"Eum ...." Liora bingung ingin menjelaskan bagaimana, secara itu adalah pengalaman pertamanya dalam berhubungan. Jadi itu pertama kali juga ia meminum pill KB. "Itu pertama kali saya berhubungan, dan pertama kali meminum pill kontrasepsi. Meskipun saya meminumnya telat 1 hari." ucap Liora dengan ragu.
"Nah, apalagi Anda telat meminumnya selama 24 jam. Jadi, Anda memang mempunyai peluang untuk hamil. Ini sudah kehendak dari Tuhan, Bu, Pak. Kalian adalah pasangan yang beruntung, sekali main langsung jadi. Itu berarti bibit terong milik bapak sangat unggul."
Liora menundukkan wajahnya karena malu, saat mendengar penuturan dokter yang sangat absurd. Sedangkan Kenan, dia tersenyum bangga. Karena bibit terongnya dinyatakan sangat unggul.
"Banyak pasangan lainnya yang bersusah payah untuk mendapatkan seorang anak. Hingga menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan anak." imbuh sang dokter.
"Bisa kita melakukan USG, Dok? Saya ingin tahu usia kehamilan istri saya." Kenan berucap dengan semangat tingkat Dewa.
Sedangkan Liora, badannya terasa lemas. Saat mengetahui fakta kehamilan dirinya. Entah apa yang akan dia lakukan kedepannya.
"Berawal dari pembalasan dendam untuk kak Jesi, yang aku harapkan akan membuat ku puas dan bahagia. Namun ternyata salah. Karena dendam itu hanya membawa petaka bagiku. Kenan memperlakukan ku dengan sangat buruk dan keji, hingga akhirnya aku hamil di luar nikah karena perbuatan Kenan. Ya Tuhan, kenapa hidupku jadi begini?" seru batin Liora.
*Sebagian info di atas, tentang penjelasan dari Dokter mengenai pill kontrasepsi. Bersumber dari Google.
...----------------...
Lopyu pull untuk kalian yang masih setia membaca novel ku😘.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah dengan senang hati memberikan dukungan kepada Author melalui like, komen, dan mengirimkan gift yang banyak🥰🥰
Semoga kalian para readers sehat selalu 🤗