Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 14. Kemarahan Kenan


__ADS_3

Happy Reading πŸ₯°


Brak ...


Liora terperanjat mendengar gebrakan meja di hadapannya. Ia melihat Kenan saat itu yang tengah marah. Dengan mata memerah dan rahang mengeras. Kenan menatapnya dengan nyalang. Liora benar-benar takut melihat kemarahan Kenan.


Badannya gemetar disaat Kenan melangkah mendekatinya.


"Kau pikir kamu itu siapa! Huh? Berani-beraninya mengatakan sesuatu yang yang tak pernah ada di antara kita! Jangan karena kita pernah berangkat dan pulang bersama saat ke kampus, kau malah memanfaatkan kejadian itu untuk membuat kau di sanjung oleh orang-orang di kampus ini!" teriak Kenan dengan nada membentak, ia mengungkung tubuh Liora di dinding ruangan itu. Ia benar-benar marah atas apa yang sudah Liora Lakukan. Ia tak habis pikir dengan sikapnya.


Sebenarnya maksud dia menyuruh Liora masuk ke ruangan dosen adalah untuk memberikan peringatan saja soal keterlambatannya masuk kelas dan sebagai hukuman tambahan, Kenan akan menyuruh Liora mengoreksi tugas-tugas yang kemarin Liora kumpulkan yang belum sempat ia koreksi. Namun saat ia memasuki ruangan tiba-tiba ponselnya bergetar dan menandakan ada pesan masuk. Saat ia membuka pesan dari nomor tak dikenal ia langsung marah dan berubah pikiran mengenai rencana awal. Akhirnya ia memarahi Liora atas tindakan konyolnya.


Perlahan cairan bening mengalir membasahi pipi Liora. Ia memejamkan mata karena takut melihat kemarahan Kenan kepadanya. Lidahnya keluh hanya untuk sekedar menjawab dan menyangkal tuduhan Kenan itu. Selama ini tidak ada yang membentak atau bahkan meneriaki dirinya saat berbicara. Sekalipun ia melakukan suatu kesalahan, orang tua dan kakaknya akan menasehati dengan cara yang baik. Mereka tidak pernah membentak Liora.


"P-pak s-saya berani b-bersumpah j-jika saya t-tidak melakukan i-itu," ucap Liora terbata. Dia masih menundukkan wajah karena takut Kenan akan semakin marah.


"Kau pikir aku bodoh! Sudah jelas kan foto profil itu adalah fotomu! Yang tadi malam berani mengirim pesan ke ponselku," desis Kenan tepat ditelinga Liora.


"Dasar! Murahan!"


Jedar ...


Bagaikan disambar petir di siang bolong. Hati Liora benar-benar sakit mendengar ucapan Kenan.

__ADS_1


tidak ada satupun orang yang merendahkan dirinya, Kenan adalah orang pertama yang menghinanya. Seseorang yang berhasil menghadirkan rasa cinta dihatinya selama ini dan membuat hari-harinya merasa begitu berwana, menjadi penyemangat disaat ia pergi kuliah.


Liora memang terang-terangan menunjukkan rasa sukanya kepada Kenan. Tapi dia tidak pernah bertingkah layaknya wanita murahan. Ia mendekati Kenan dengan hal yang wajar, tapi hanya dengan sebuah foto yang belum tahu pasti kebenarannya, Kenan langsung memojokkan dirinya. Orang yang ia sanjung selama ini ternyata hanya bisa menorehkan luka dengan perkataan yang menyayat hati.


Liora memberanikan diri untuk menatap Kenan setelah mendengar penghinaan dari Kenan.


"Maaf Pak, meskipun saya sangat mencintai bapak dan sangat ingin menjadi kekasih anda. Tapi saya tidak semurahan yang anda ucapkan! Jadi jangan pernah menilai seseorang hanya dari apa yang anda lihat. Cari dulu kebenarannya. Anda seorang laki-laki berwibawa dan anda juga sangat cerdas, jadi anda tidak akan gegabah dalam menyikapi suatu hal! Apalagi hanya karena sebuah foto!" Liora mencurahkan semua isi hatinya dan tanpa sadar mengakui perasaan yang ia pendam selama ini. Ia menatap Kenan dengan kecewa.


Setelah mengatakan isi hatinya, Liora pergi meninggalkan ruangan Kenan. Ia berlari tanpa melihat sekeliling di ruangan dosen yang ternyata sudah ada banyak dosen disana. Mungkin jam mengajar telah usai. Para dosen di sana hanya saling tatap satu sama lain dan hanya mengedik 'kan bahu tanda tak mengerti. Berhubung ruangan Kenan kedap suara, jadi mereka tidak mendengar teriakan Kenan tadi.


Sedangkan Kenan masih mematung ditempatnya, ia merenungkan kembali ucapan yang di lontarkan Liora kepadanya. "Aargh ..., Sialan! Kenapa aku begitu ceroboh! Seharusnya aku tidak terbawa emosi." Kenan mengepalkan tangannya ke udara. Kenan benar-benar menyesal telah mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan Liora. Tapi Kenan tidak mungkin mengejar Liora dan meminta maaf padanya. "Tidak! Biarkan saja dia, lagipula aku tidak bersalah! Aku hanya menunjukkan sebuah bukti kepadanya, jadi aku wajar marah bukan," ucap Kenan merubah keputusannya yang sempat menyesal.


*****


Flashback off


ujar Maya yang sedari tadi melihat Liora hanya mengaduk makanan yang ada dihadapannya tanpa mau memakan.


"Ah, iya, Aku gak apa-apa kok. Ya udah kita balik aja yuk, aku ingin istirahat di rumah," ajak Liora kepada ketiga temannya.


Mella, Sisil dan Maya, hanya mengikuti ajakan Liora yang ingin pulang, meskipun mereka merasa curiga terhadap sikap Liora yang sedikit aneh setiap kali mereka membahas Kenan. Lebih tepatnya Liora selalu menghindari topik itu.


Di perusahaan Khendrik.

__ADS_1


"Pak, nanti malam kita diundang ke acara pesta pak Bagas. Apakah bapak akan menghadiri acara itu?" tanya Jesicca.


"Jam berapa acaranya Jes? Dan dirayakan di mana?"


"Acaranya jam 7 malam Pak. Dan dilaksanakan di Hotel Kejora."


"Baiklah, nanti malam kita kesana. Kau harus ikut dan saya akan datang bersama istri saya. Kau boleh mengajak teman untuk menemanimu."


"Baik Pak, apa tidak masalah jika saya mengajak Edo?"


"Tidak! Terserah kau saja ingin mengajak siapa."


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi."


Jesicca keluar dari ruangan Khendrik. Ia harus menghubungi Edo dan memberitahu rencananya yang akan pergi bersama Edo ke acara pesta pak Bagas. Klien yang kemarin berkerja sama dengannya. Ia tidak mungkin mengajak Liora ke sana karena sudah pasti Liora akan menolak jika pergi ke acara rekan bisnis yang pastinya akan di hadiri banyak orang. Liora tidak akan mudah bergaul dengan orang asing. Ia hanya akan asik ketika dengan orang-orang yang ia kenal.


Setelah sampai di meja kerja, Liora langsung mengambil ponsel yang selalu ia letakkan di dalam laci. Dia langsung mengirim pesan kepada Edo. Ia akan membicarakan rencananya nanti saat pulang kerja. Ia hanya mengirim pesan kepada Edo untuk mengajaknya pulang bersama setelah jam kerja usai.


...----------------...


Terimakasih yang sudah setia membaca karya pertama Author 😘


Semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya πŸ₯°.

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan komen serta giftnya ya😁😁😁😁


Lophe-Lophe se kebon cabe🌢🌢🌢


__ADS_2