
Happy Reading 🥰
"Liora!" seru Kenan. Ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Liora.
Juan tercengang dengan tindakan Kenan, yang tiba-tiba menghentikan aktivitas makannya. Atensinya terus mengikuti kemana Kenan pergi. Juan membulatkan mata, saat melihat Liora yang tengah tertawa.
"Si cantik! Akhirnya kita bertemu lagi. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, seperti janjiku waktu itu." ucap Juan tersenyum penuh arti.
Liora terus menertawakan Edo yang tengah mengadu tentang sikap kakaknya, yang sejak tadi menguras emosi. Dari hal yang tak masuk akal sampai hal yang di luar nalar, Jesicca terus meminta ini dan itu kepada Edo.
"Ternyata menghadapi ibu hamil harus extra sabar ya Li." Edo berucap dengan nada lesu.
"Haha ..., akhirnya bukan cuma aku yang jadi korban ibu hamil, tapi kak Edo juga," ujar Liora terbahak.
"Bukannya memberikan solusi, kamu malah meledekku, Li. Nyesel aku curhat sama adik ipar seperti kamu." Edo mendengus kesal. Ia pergi meninggalkan Liora yang masih tertawa di tempatnya.
"Semangat kakak ipar!" teriak Liora masih dengan tawanya. Untung posisinya berada agak jauh dari tempat pengunjung, jadi mereka tidak terganggu dengan teriakan Liora.
Liora terus tertawa, membayangkan kakaknya yang terus meminta hal yang aneh-aneh kepada Edo. Sungguh dirinya merasa tak ingin berhenti tertawa. Hinga tiba-tiba ...
Sreet!
Liora!
Senyuman di bibir Liora langsung musnah seketika. Saat tangannya di tarik oleh seseorang dan memeluknya dengan lancang.
"Lepas! Jangan kurang ajar!" Liora terus memberontak agar terlepas dari pelukan itu.
"Liora! Sayang. Ini aku, jangan takut. Aku tidak akan berbuat macam-macam."
__ADS_1
Deg.
"Kenan! Lepas! Mau apa kau kemari, huh?" darah Liora seakan mendidih saat mengetahui orang yang telah memeluknya itu. Ia langsung melepaskan pelukan Kenan dengan cara menggigit dada bidang Kenan.
"Aw! Jangan kasar-kasar sayang." Kenan mengusap bekas gigitan Liora di dadanya karena lumayan sakit. Ia tersenyum manis kepada Liora yang menatapnya dengan mata menyala.
Liora sangat geram dengan tingkah Kenan yang selalu membuat moodnya hancur. Kemarin saat bertemu di pantai, Kenan juga memeluknya dengan kurang ajar. Sekarang juga begitu, ingin rasanya Liora menendang terong jumbo milik Kenan. Agar dia berhenti mengganggunya.
Liora memilih pergi dari sana, dia benar-benar muak melihat Kenan yang terus mengganggunya. Kenan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan Liora. Ia langsung mengikuti langkah kaki Liora kemana pun dia pergi.
Saat Liora keluar dari dalam cafe, ia malah di cegah oleh seorang pria yang pernah bersikap kurang ajar kepadanya, waktu bertemu di pantai cinta, dulu.
"Cantik! Akhirnya kita bertemu lagi." ucap Juna tersenyum simpul.
"Astaga! Mimpi apa aku semalam. Kenapa hari ini aku sangat sial. Bertemu dengan dua pria yang sangat menjijikkan." batin Liora kesal.
"Kamu masih mengingatku 'kan? Aku Juna, kita pernah bertemu di pantai." Juna terus mengingatkan Liora tentang dirinya.
Kenan masih tidak tahu jika pemilik cafe itu adalah kakaknya Liora. "Sayang, jangan tinggalin aku lagi." ucap Kenan seraya merangkul bahu Liora di depan Juna. Seolah dia sedang memberitahu 'kan bahwa Liora adalah miliknya.
Juna terkejut saat mendengar Kenan memanggil Liora dengan sebutan SAYANG. apa mungkin Kenan dan Liora sepasang kekasih? Ah Juna tak ingin berspekulasi sendiri sebelum mendengar langsung dari mulut Liora tentang fakta itu.
"Jadi, kalian sepasang kekasih?" tanya Juna kepada Liora dan Kenan.
"I-y ..."
"Tidak! Kami tidak punya hubungan apa pun!" jawab Liora dengan cepat dan memotong pembicaraan Kenan, yang akan mengatakan hal tidak-tidak kepada Juna.
"Ooh, syukurlah kalau begitu. Aku kira kalian pasangan kekasih. Jadi gak masalah dong aku dekat-dekat sama kamu," ucap Juna dengan girang.
__ADS_1
"Apa maksud kamu? Kami memang tidak punya hubungan apa pun sekarang, tapi tidak dengan nanti. Karena kita akan segera menikah." Kenan berkata dengan tegas agar Juna tidak mendekati Liora, karena Kenan sangat cemburu.
Kenan sangat marah ketika mendengar langsung bahwa Juna akan mendekati Liora. Itu tidak akan terjadi, Kenan tidak akan membiarkan Liora di dekati oleh pria mana pun. Hanya dirinya yang boleh memiliki Liora.
"Apa!" ucap Liora dan Juna serempak. Mereka sama-sama terkejut dengan ucapan Kenan, yang mengatakan akan menikah dengan Liora.
"Kenan, jangan gila. Kita tidak ada hubungan apa pun, dan selamanya akan tetap begitu." Liora berkata dengan mata melotot dan penuh penekanan.
Liora tak habis pikir dengan Kenan yang selalu bertindak sesuka hati. Ia sampai jengah dengan perilaku Kenan. Entah apa yang harus Liora lakukan agar Kenan berhenti mengganggunya.
"Sayang, bukankah kita sudah me--emph." Kenan tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tangan Liora dengan cepat menutup mulutnya.
Juna hanya menjadi penonton di antara Liora dan Kenan. Dia tidak bisa menyela percakapan mereka, Juna semakin penasaran dengan ucapan Kenan yang lebih dulu di potong oleh Liora.
"Tutup mulutmu Kenan! Jangan pernah bicara macam-macam, atau aku akan semakin membencimu, dan tidak akan pernah memaafkanmu." ancam Liora kepada Kenan, yang menatap dirinya dengan tatapan mengiba dan penuh cinta.
Liora pergi meninggalkan Kenan dan Juna di sana dengan perasaan marah. Ia benar-benar benci terhadap Kenan. Bisa-bisanya Kenan ingin membongkar aib mereka di depan Juna. Yang ada Liora akan sangat malu dan tidak punya harga diri.
Mereka melakukan itu, bukan atas dasar cinta. Tapi, karena dia di perkosa oleh Kenan. Mata Liora seketika memanas, dan menumpahkan cairan bening, hingga membasahi pipinya.
Liora duduk di atas pasir, dia tengah berada di pantai yang dekat dengan cafe Rindu. Liora menangis sejadi-jadinya di sana. Ia menangisi dirinya yang telah tak sempurna.
"Kenapa baru sekarang kamu berkata ingin menikahiku Kenan. Kenapa tidak dari dulu, sebelum aku membencimu karena ulah papamu. Bahkan saat aku pergi dari kantor setelah kejadian itu, kamu tidak mengerjaku. Itu semua berhasil membuat hatiku perih karena merasa terhina dan direndahkan olehmu Kenan. Aku sudah seperti seorang j*lang, yang akan di buang sehabis di pakai. Dulu aku sangat ingin menjadi istri seorang Kenan, namun sekarang tidak sama sekali." batin Liora menjerit, meluapkan rasa sesak di dadanya.
...----------------...
Lopyu buat kalian yang masih setia membaca novel ku🥰.
Jangan lupa teruslah tinggalkan jejak, tekan like, komen, dan kir gift sebanyak-banyaknya 😘😘😘.
__ADS_1
Semoga barokah dan kalian di sehatkan selalu 🤗