Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 49. Kebucinan Kenan.


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿฅฐ


1 minggu berlalu ...


Sejak bertemu dengan Liora di cafe Rindu, Kenan tidak lagi menemui sang pujaan hati. Tapi, tidak ada satu hari pun yang terlewatkan dengan perlakuan romantis dari Kenan untuk Liora. Seperti mengirimkan bunga mawar sebanyak satu truk, mengirim pesan romantis melalui whatsapp, menanyakan kabar. Entah itu sudah makan, sudah minum, sudah mandi dan sebagainya.


Kenan sudah seperti ABG (anak baru gede) yang baru merasakan jatuh cinta. Meskipun pesan yang ia kirimkan tidak di balas satu pun oleh Liora, namun ia merasa sangat senang saat melihat centang dua berwarna biru di aplikasi whatsapp. Itu tandanya Liora membaca semua pesan yang ia kirimkan.


Kenan menuruti keinginan Liora untuk tidak bertemu dengannya dalam beberapa waktu. Ia ingin memberikan ruang untuk Liora berpikir. Liora pasti masih tertekan dengan keadaannya yang sekarang. Kenan merasa sangat bersalah, namun bukan berarti ia melepaskan Liora begitu saja.


Meskipun mereka tidak bertemu lagi, Kenan secara diam-diam terus mengawasi Liora. Dia takut terjadi sesuatu kepada sang pujaan hati. Apalagi jika Liora sampai bertemu dengan papanya, pasti sang papa akan berulah.


Kenan yakin kalau papanya masih mencintai Liora. Alasan yang digunakan oleh papanya untuk tidak bercerai dari sang mama adalah sebuah kebohongan. Kenan sebenarnya tidak rela jika mamanya memaafkan kesalahan sang papa dengan begitu mudah.


Awalnya, Kenan sedikit keberatan dengan keputusan sang mama yang akan mencabut surat gugatan cerainya kepada sang papa. Namun, saat melihat tatapan mata mamanya yang seolah memohon kepadanya, sangat membuat Kenan tidak tega. Dia terpaksa menyetujui keputusan sang mama.


Kenan akan mencoba untuk percaya kepada papanya. Tapi, jika satu kali lagi papanya menyakiti sang mama, maka ia tidak akan tinggal diam. Kenan akan membuat perhitungan kepada papanya.


Hari ini Kenan akan memantau kegiatan Liora dari jarak jauh lagi, seperti hari-hari sebelumnya. Kenan juga sudah tahu dimana tempat tinggal Liora sekarang. Bahkan Ia juga tahu kalau cafe Rindu adalah milik kakaknya Liora bersama dengan kekasihnya, Edo.


Kenan sudah seperti penguntit yang terus mengikuti kemanapun Liora pergi. Kenan sengaja mengawasi Liora seorang diri, tanpa menyuruh salah satu anak buahnya. Karena dia ingin merasakan berjuang demi sang pujaan hati.

__ADS_1


Liora telah keluar dari dalam rumah, dengan pakaian yang sangat tertutup dan rapi. Liora terlihat sangat cantik meskipun tidak menggunakan make up di wajahnya. Ia tampak natural, wajar jika banyak laki-laki yang terpesona dengan kecantikan Liora.


Saat akan memasuki mobil, Liora di kejutkan dengan suara truk yang berhenti tepat di depan gerbang rumahya. Truk box yang selama beberapa hari ini sangat rutin datang kesana.


"Ck ... Ini pasti ulah Kenan lagi. Selalu saja mengganggu." gerutu Liora.


"Permisi Bu. Tolong tanda tangan di sini." ucap salah satu pria yang berprofesi sebagai kurir. Dia tidak datang sendiri, tapi datang berdua. Pria yang satunya tengah sibuk menurunkan barang dari dalam truk itu.


Liora langsung menandatangani surat pernyataan menerima barang, yang telah di sodorkan oleh sang kurir kepadahya. Liora tidak ingin mengulur waktu, karena ingin segera berangkat ke cafe.


Liora kembali di buat melongo dengan barang yang dikirim oleh Kenan. Isi dari dalam truk itu adalah berbagai macam bunga yang telah di rangkai sedemikian rupa. Dua pria yang ditugaskan mengirim bunga itu, mereka meletakkan bunga di halaman rumah Liora.


Tak lupa Kenan selalu memberikan sepucuk surat di sela-sela bunga itu. Liora langsung mengambil kertas yang terletak di atas bunga mawar. Liora membukanya dan membaca isi surat itu.


Sayang, hari ini aku mengirimkan bunga yang sangat special. Aku harap kamu bisa merawatnya dengan sepenuh hati. Besok aku akan mengirim bunga lagi yang lebih indah dari ini. Seperti dirimu, yang selalu terlihat indah di mata dan hatiku. Tak banyak pesan yang ku tulis, karena aku tak pandai merangkai kata-kata romantis. Tapi, yang jelas aku sangat mencintaimu sayang, sangat!


I Love You Liora sayangโค


Liora tersipu malu saat membaca surat dari Kenan. Tak terasa bibirnya mengulas senyum indah. Namun itu tak berlangsung lama, karena tiba-tiba ekspresi Liora berubah menjadi kesal. Kesal dengan tingkah Kenan yang seenak jidat


Kenan bukan hanya mengirimkan setangkai bunga, namun ia mengirimkan bunga yang lengkap dengan potnya juga.

__ADS_1


"Dia pikir, rumahku adalah taman bunga? Dia menyuruhku untuk merawat bunga-bunga ini? Astaga Kenan! Kau benar-benar gila. Aku memang menyukai bunga, tapi jika sebanyak ini siapa yang akan merawatnya. Apalagi setiap hari kamu selalu mengirim bunga, lama-lama rumahku akan menjadi taman bunga." dengus Liora kesal.


Tak ingin ambil pusing, Liora memilih pergi untuk berangkat ke cafe. Sedangkan tak jauh dari sana, Kenan tengah tersenyum puas saat melihat wajah kesal Liora yang menurutnya sangat imut.


Kenan terus mengikuti mobil yang dikendarai oleh Liora. Hingga Liora sampai di depan cafe, Kenan baru pergi dari sana, dan menuju ke perusahaan. Tak lupa Kenan mengirimkan pesan romantis untuk sang pujaan hati.


Bidadariku : Sayang, hati-hati saat bekerja. Jangan terlalu kecapean, jangan lupa makan. Aku berangkat dulu ke kantor. ingat! Jangan melirik pria lain, kecuali aku. Love You sayang๐Ÿ˜˜.


Kenan benar-benar sangat bucin, seorang Kenan yang super dingin bisa meleleh karena Liora. Bahkan dia yang sering di kejar-kejar oleh wanita, kini dirinya sendiri yang mengejar cinta Liora.


Liora yang telah berada di dalam cafe, tersenyum simpul saat membaca pesan dari Kenan. Ah ingin rasanya ia berteriak untuk meluapkan rasa bahagianya. Namun ia urungkan karena sadar akan posisinya sekarang ada di mana.


"Kenan, jika kamu terus seperti ini, pasti benteng pertahananku akan runtuh. Gak mungkin aku terus membencimu. Tapi, aku masih tidak bisa melupakan kejahatan yang papamu lakukan terhadap kak Jesi. Hingga kak Jesi sekarang hamil, dan aku juga masih belum bisa melupakan perlakuan jahatnya terhadapku." ucap Liora dengan sendu.


Takdir seolah tengah mempermainkan persaan Liora yang tengah dilema. Jika boleh jujur, Liora masih sangat mencintai Kenan. Namun, rasa benci terhadap Kenan jauh lebih besar di hatinya. Hingga Liora tidak bisa membedakan cinta atau benci yang ia rasakan.


Ingin rasanya Liora melupakan masalah yang menimpa dirinya dan juga kakaknya. Agar ia bisa hidup bahagia bersama sang pangeran yang telah lama ia puja. Liora hanya bisa pasrah kepada takdir yang akan membawakannya kepada kebahagiaan yang telah ia tunggu-tunggu.


...----------------...


Lopyu pull buat para readers yang masih setia membaca novel ku ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu ya๐Ÿค—


Jangan lupa tinggalkan jejak di komenan biar Author makin semangat ๐Ÿฅณ๐Ÿฅณ. Tekan like dan gifnya juga ya readers ku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2