Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 67. Mengumpulkan Bukti


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Hari ini, Edo akan menyelidiki kasus tabrak lari yang terjadi terhadap Jesicca. Pertama-tama, Edo mengecek kamera CCTV di depan minimarket yang tidak jauh dari depan Apotik.


Setelah meminta izin kepada petugas minimarket, akhirnya Edo bisa melihat hasil rekaman CCTV-nya. Di sana terlihat saat Jesicca dan Liora turun dari dalam mobil, namun berpencar, karena Jesicca langsung menuju ke arah apotik, sedangkan Liora masuk ke dalam minimarket.


Jesicca terlihat sedang memperhatikan pengendara motor dan roda empat yang tengah berlalu lalang di jalan raya. Kepalanya tampak melihat ke kiri dan kanan. Edo dengan setia melihat adegan itu dari awal.


Hingga tepat di menit ke-5, Jesicca menyebrang jalan dengan tatapan fokus ke depan. Jalanan memang sudah tampak sepi, namun tiba-tiba ada mobil warna hitam yang melaju sangat cepat dari arah kanan. Jesicca masih dengan langkahnya menuju apotik, ia tidak menyadari laju mobil yang mengarah kepadanya.


Hingga saat wajah Jesicca di terpa oleh cahaya lampu mobil. Jesicca menatap ke arah kanan, namun naas, saat itu juga tubuh Jesicca terpental karena kerasnya tabrakan dari mobil itu.


Edo yang menyaksikan adegan itu, hatinya terasa ngilu. Tak terasa air matanya menetes, karena tidak tega dengan Jesicca. Betapa sakitnya yang Jesicca rasakan. Bahkan setelah dirinya jatuh ke atas aspal, dia masih mengucapkan sesuatu, dan entah itu apa.


Edo memutar kembali kejadian di mana mobil hitam yang menabrak Jesicca dengan sangat tragis. Edo memperlambat durasi di video itu, dengan jelas ia menangkap sosok laki-laki yang tengah mengendarai mobil itu.


Meskipun hanya lewat dari CCTV, yang hasil videonya tidak terlalu jelas. Namun Edo sangat mengenali sosok laki-laki yang tengah duduk di kursi kemudi. Tangannya terkepal kuat saat melihat orang itu yang dengan sengaja menabrak Jesicca, lalu meninggalkannya.


Brak ...


"Sialan! Khendrik bajingan!" Edo menggebrak meja yang ada di ruangan itu. Membuat petugas minimarket yang menemaninya merasa ketakutan. Ekspresi Edo sangat menyeramkan, dengan rahang yang mengeras.

__ADS_1


Edo keluar dari minimarket dengan amarah yang memuncak. Tentu saja dia pulang tidak dengan tangan kosong. Karena Edo telah meminta hasil rekaman CCTV itu, meskipun ia harus membayar mahal karena petugas minimarket tidak ingin memberikan rekaman CCTV mereka ke sembarang orang.


"Awas kau Khendrik! Kali ini aku tidak akan membiarkan mu, sebelum kau mendekam di jeruji besi, aku yang akan lebih dulu menghajar mu." Ucap Edo dengan berapi-api.


Edo tidak langsung pulang, tapi, ia menuju ke apotik. Netranya memindai area depan apotik. Hingga atensinya tertuju ke sebuah kamera CCTV yang terletak di depan apotik.


Dengan langkah cepat, Edo menemui petugas apotik. Ia juga meminta izin untuk melihat rekaman CCTV tepat di hari ketika Jesicca kecelakaan. Untung saja kamera CCTV itu bisa menangkap area jalanan yang terletak di arah kanan. Jadi, Edo bisa melihat kalau mobil hitam yang menabrak Jesicca memang telah lama berada di ujung jalan.


Melihat gerak-gerik mobil itu, Edo merasa yakin kalau Khendrik memang sengaja untuk menabrak Jesicca. Karena saat di lihat secara detail, mobil Khendrik memang mengikuti mobil yang di kendarai oleh Jesicca dan Liora.


Saat mobil Jesicca sampai di depan minimarket, mobil Khendrik juga ada di sana, dengan posisi yang tidak begitu jauh dari mobil Jesicca. Namun, saat Jesicca ingin menyebrang jalan, mobil Khendrik tiba-tiba juga keluar dari depan minimarket market. Mobil itu malah menepi di pinggir jalan ujung kanan dekat apotik.


Saat di minimarket, Edo tidak terlalu fokus dengan keberadaan mobil Khendrik yang memang sengaja mengikuti mobil Jesicca. Namun, saat ia melihat kamera CCTV yang berada di depan apotik, ia bisa melihat jelas kejadian itu.


Karena jarak apotik dan minimarket memang sangat dekat. CCTV di sana juga mengarah ke setiap sudut jalan. Di depan apotik ada tiga kamera CCTV yang mengarah ke depan, ke samping kiri, dan samping kanan.


Edo telah mendapatkan bukti yang sangat kuat untuk menangkap Khendrik, dan memasukkannya ke dalam jeruji besi. Edo dengan mudah mendapatkan rekaman CCTV di depan apotik, berbeda saat ia meminta hasil rekaman CCTV di depan minimarket.


Edo tidak merasa di rugikan ketika harus membayar ke petugas minimarket. Andaikan dia harus membayar lebih mahal, Edo akan tetap membayarnya. Demi mendapatkan bukti itu, dan demi mendapatkan keadilan atas tabrak lari yang di alami oleh sang pujaan hati.


Edo tidak ingin gegabah, ia akan memberikan kejutan yang sangat luar biasa untuk Khendrik. Edo tersenyum menyeringai saat memikirkan rencananya untuk menghancurkan Khendrik.

__ADS_1


"Dasar! Tidak tahu diri! Sudah tua masih saja melakukan hal jahat. Tidak cukup hanya menghancurkan masa depan Jesicca, namun dia juga dengan sengaja membunuh darah dagingnya sendiri. Huh, kau pikir kau akan aman, Khendrik? Tidak! Justru kau akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatanmu." Ucap Edo bersungguh-sungguh.


Hari ini, Edo memang tidak pergi ke cafe, karena ia akan fokus menyelidiki kasus tabrak lari yang terjadi terhadap Jesicca. Saat Edo ingin menutup cafe, namun Jesicca dan Liora melarangnya. Terpaksa Edo membiarkan dua wanita cantik itu yang menjaga cafe beserta karyawan lainnya.


Sedangkan Edo, ia berpamitan kepada Jesicca dengan jujur, kalau dirinya akan menyelidiki kasus itu. Awalnya Jesicca sudah melarangnya, karena Jesicca yakin orang yang menabraknya telah pergi jauh. Jesicca tidak ingin memperpanjang masalah. Yang penting dirinya sekarang sudah baik-baik saja.


Jesicca memang wanita yang sangat baik. Meskipun dirinya telah disakiti dan dicelakai dengan sengaja oleh seseorang. Namun Jesicca selalu memaafkan orang jahat itu. Entahlah jika dia mengetahui kejahatan Khendrik yang dengan sengaja membunuh anak yang di kandungnya.


Edo melajukan mobilnya ke sebuah hotel ternama di kota itu. Hotel yang pernah di datanginya bersama dengan Jesicca saat acara pesta anniversary pernikahan Bagas dan istrinya.


Edo harus meminta izin dengan sang pemilik hotel itu, untuk melihat rekaman CCTV di area basement hotel. Edo ingin menambah bukti kejahatan Khendrik. Andaikan hari pernikahan Edo dan Jesicca tidak di depan mata. Maka sekarang juga, Edo akan menjebloskan Khendrik ke penjara.


Akan tetapi Edo masih memikirkan nasib pernikahannya bersama dengan Jesicca. Ia tidak ingin pernikahannya gagal karena kasus Khendrik. Edo akan mengungkap kejahatan Khendrik setelah pernikahannya dengan Jesicca berjalan dengan lancar.


...----------------...


Terimakasih untuk kalian para readers yang masih setia membaca novel ku😘😘.


Jangan lupa tekan Like, Komen, gift, dan juga kirim vote nya🥳🥳🥳.


Terimakasih atas semua dukungan yang kalian berikan. Semoga berkah, dan kalian sehat selalu 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2