Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 45. Kegilaan Khendrik


__ADS_3

Happy Reading🥰


Di sebuah kamar.


Khendrik dan Maura masih setia bergelung di bawah selimut tebal di atas ranjang king sizenya. Namun pelukan Khendrik terasa lebih hangat bagi Maura, daripada hangatnya selimut yang menutupi tubuhnya.


Seolah tak perduli dengan usikan sinar matahari yang menyilaukan mata mereka melalui celah-celah jendela kamar. Apalagi tidak ada yang mengharuskan mereka bangun di pagi hari. Jadi, mereka tetap setia dengan mimpi indahnya.


Maura bangun lebih dulu dari Khendrik. Ia melihat wajah sang suami yang masih tertidur pulas. Maura merasa sangat lelah, karena pertarungan semalam dengan Khendrik. Mereka bermain tanam terong di sawah dengan sangat ganas.


Apalagi, Khendrik yang bermain sangat liar. Mungkin karena Khendrik sudah lama berpuasa, jadi, Khendrik melampiaskan hasrat yang telah lama tidak di salurkan. Maura sampai kewalahan mengimbangi permainan Khendrik yang terus menanamkan bibit terongnya ke sawah miliknya.


Maura sudah sepakat dengan Khendrik, bahwa mereka tidak akan bercerai, dan Maura akan mencabut surat gugatan cerai itu. Ia akan memaafkan Khendrik, karena sudah mendengar penjelasannya langsung dari sang suami. Bahwa Khendrik tidak melakukan hal di luar batas.


Sekeras apa pun keinginan Maura untuk bercerai dengan Khendrik, namun ia akan tetap kalah dengan bujuk rayu sang suami. Khendrik memang sangat pandai dalam merayu dan meluluhkan hati Maura. Apalagi dengan permainannya yang selalu bisa membuat Maura melayang, hingga semua masalah menjadi terlupakan.


Maura tersenyum ketika mengingat permainan panas semalam, dirinya merasa sangat bahagia. Karena Khendrik memperlakukan dirinya layaknya seorang Ratu. Cara Khendrik menyentuhnya begitu lembut, cumbuannya sangat memabukkan, dan cara menanam terong jumbonya di sawah sangat lah dalam.


Maura menyukai permainan Khendrik yang kasar, tak seperti biasanya yang akan bermain lembut. Tapi, Maura lebih suka cara dan gaya yang dilakukan Khendrik semalam bersamanya. Sepertinya mereka telah menggunakan berbagai macam gaya, hingga tak terasa menghabiskan waktu selama 3 jam.


Khendrik seakan tidak lelah dan terus semangat dalam bekerja menanam terong di sawah milik Maura. Hingga Maura merasa kewalahan dan tak berdaya.


Maura turun dari atas ranjang, ia menuju ke bathroom untuk melaksanakan ritual mandi. Maura berendam di bathtub dengan banyaknya busa yang menempel di tubuhnya. Ia berendam cukup lama di disana, untuk menyegarkan tubuh yang telah remuk gara-gara Khendrik.

__ADS_1


Maura memejamkan mata seraya menikmati berendam dalam bathtub. Ia tidak menyadari jika pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok Khendrik yang masih bertelanj*** bulat.


Khendrik melangkah untuk mendekati sang istri yang tampak memejamkan mata dan tak menyadari kehadirannya. Khendrik memasukkan kedua kakinya ke dalam bathtub, dan ikut berendam disana.


Maura sangat terkejut, merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh kulitnya. Matanya langsung terbuka, hampir saja ia berteriak. Namun ia mengurungkan niatnya saat menyadari siapa yang berada di sampingnya.


"Papa! Ngagetin aja deh, kenapa gak bilang-bilang jika mau ikutan berendam di sini." ucap Maura dengan bibir yang mengerucut.


Khendrik terkekeh saat mendengar ocehan Maura yang seperti anak kecil. Meskipun usia Maura sudah berkepala empat, namun wajahnya tetap awet muda, dan tidak menampakkan keriput sama sekali. Mungkin karena Maura rutin melakukan perawatan, jadi dia tetap terlihat muda.


"Mama terlihat sangat menikmati berendam di sini, jadi papa tidak tega untuk menggangu mama. Lebih baik langsung ikut berendam di samping mama."


"Papa kebiasaan! Dari dulu juga sering begitu."


"Sudahlah sayang, jangan kesal. Lagi pula aku adalah suamimu, jadi tidak masalah jika kita mandi berdua. Lebih baik kita lanjutkan ritual mandi bersama ini, nikmatilah sensasi baru dengan gaya baru," ucap Khendrik ambigu.


"Diam lah, rasakan setuhan papa." Khendrik langsung melancarkan aksinya. Ia mulai menyerang Maura dengan sentuhan yang selalu bisa membuatmu Maura terbuai dan melayang tinggi.


Khendrik tidak memberikan kesempatan untuk Maura berbicara, karena terus membungkam bibir Maura menggunakan bibirnya. Entah mengapa, Khendrik merasa seperti pengantin baru yang selalu merasa kecanduan dengan permainan bercocok tanam.


Ingin rasanya Khendrik terus menanam bibit terongnya di sawah milik Maura, karena terasa sangat n**@t. Maura terus mend**@h dan meng**@ng saat Khendrik kembali menusukkan terong jumbonya di sawah miliknya.


Hingga 1 jam kemudian, mereka sama-sama mencapai pun**knya. Maura menyelesaikan ritual mandinya terlebih dahulu, meninggalkan Khendrik di dalam sana yang masih ingin berendam di bathtub.

__ADS_1


Khendrik memejamkan mata dengan gaya santainya yang berendam di bathtub. Bukan untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah karena permainan panasnya bersama Maura. Tapi, karena Khendrik ingin menyegarkan pikirannya yang sangat kacau balau.


Meskipun Khendrik terus mencu**u tubuh Maura, namun pikirannya terus tertuju kepada sosok wanita cantik yang telah berhasil membuat hatinya berpaling dari Maura. Siapa lagi kalau bukan Liora.


Disaat dirinya bercinta dengan sang istri, namun pikirannya terus membayangkan bahwa dirinya tengah bercinta dengan Liora. Entah apa maksud Khendrik yang memohon kepada Maura agar tidak menggugat cerai dirinya. Padahal hati dan pikirannya terus tertuju kepada Liora.


Khendrik masih sangat mengharapkan Liora untuk hidup bersamanya. Meskipun itu adalah hal yang sangat mustahil. Katakanlah jika Khendrik egois. Yang hanya mementingkan perasaannya sendiri, dan tak memikirkan perasaan Maura yang akan terus kecewa, jika tahu bahwa dirinya masih memikirkan wanita lain.


"Liora! Aku benar-benar tidak sanggup jika harus berpisah denganmu. Aku yakin, kamu hanya marah karena aku telah menodai kakakmu, Jesicca. Tapi di hatimu masih ada aku yang tak bisa kau lupakan." batin Khendrik penuh percaya diri.


"Liora, maaf! Untuk saat ini, aku tidak bisa menemuimu. Karena aku harus mengembalikan kepercayaan Maura terhadapku yang telah membuatnya kecewa. Tapi, aku berjanji setelah hubunganku dan Maura kembali membaik. Aku akan menemui untuk melepaskan rasa rindu yang terus memberontak ingin bertemu denganmu. Tunggu aku sayang!" Khendrik terus membatin.


Tingkat kepercayaan dirinya terlalu tinggi, hingga melupakan umurnya yang sudah terlalu tua untuk di jadikan kekasih oleh Liora. Meskipun Khendrik masih terlihat muda di usianya sekarang. Khendrik selalu berpikir bahwa tidak ada salahnya menikahi Liora yang umurnya terpaut jauh dengan dirinya. Karena di zaman sekarang sudah banyak yang menikah dengan sugar daddy, dan Khendrik ingin merasakan itu bersama dengan Liora.


Tak peduli jika dirinya harus bersaing dengan Kenan, anaknya sendiri. Tapi dia akan tetap semangat untuk mengejar cinta Liora. Khendrik juga yakin kalau Liora tidak mencintai Kenan sama sekali.


"Kenan! Papa tidak akan membiarkan kamu merebut Liora dari kehidupan papa!" batin Khendrik penuh dengan ambisi.


Gila! Pikiran Khendrik sangat gila.


...----------------...


Terimakasih yang selalu setia membaca novel ku 🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, komen, vote, dan kirim gift sebanyak-banyaknya 😘😘😘


Lophe-lophe se kebon cabe.


__ADS_2