
Happy Reading🥰
"Kenapa Papa lama sekali! Mama dari tadi nungguin di sini."
Maura merasa kesal, karena Khendrik terlambat datang ke cafe. Ya, wanita yang di layani oleh Liora tadi adalah Maura. Hari ini dia mengajak Khendrik makan di luar. Maura merasa ketagihan dengan makanan di Cafe Rindu, yang sangat cocok di lidahnya.
"Maaf, sayang. Tadi papa ke kantor lebih dulu, soalnya ada yang harus papa selesaikan disana."
"Ya udah gak apa-apa. Lebih kita langsung makan, aku sudah pesankan untuk Papa."
Khendrik dan Maura sangat menikmati makanan itu. Sesekali Khendrik melirik ke kanan dan ke kiri, seperti sedang mencari seseorang. Saat mereka asik dengan makanannya. Tiba-tiba Kenan duduk di antara mereka.
"Mama, Papa. Tumben makan di sini?" Kenan mengerutkan kening saat melihat kedua orang tuanya ada di cafe itu. Pasalnya ia tidak tahu kalau mama dan papanya sudah pernah makan di cafe Rindu. Karena waktu itu Kenan tidak menyadari kehadiran papanya yang tengah menguping pembicaraan dirinya bersama dengan Liora di belakang cafe.
"Mama sama Papa sudah dua kali ke sini. Mama sangat suka makanan di sini, ternyata semuanya sangat cocok di lidah. Apalagi karyawan di sini sangat ramah."
"Ooh." Kenan hanya ber-oh saja, dan tidak banyak tanya lagi. Ia sedari tadi memang tidak pergi dari cafe itu, Kenan merenungkan nasib percintaannya bersama dengan Liora. Setelah Liora pergi meninggalkannya, ia kembali duduk di kursi belakang cafe, untuk memikirkan cara agar Liora mau menikah dengannya.
Kenan tidak ingin, Liora dimiliki oleh laki-laki lain. Apalagi papanya sendiri yang merebutnya, oh ada satu lagi yang menjadi rivalnya, si Juna yang sok kegantengan. Padahal menurut Kenan, dirinya jauh lebih tampan daripada Juna.
Sebuah ide muncul di benak, Kenan. Ia pergi meninggalkan kedua orang tuanya, lalu mencari sosok wanita yang tadi habis berdebat dengannya di belakang cafe. "Dimana dia? Ini kesempatan besar untuk aku bisa mendapatkan Liora."
Setelah menemukan Liora, tanpa permisi Kenan langsung menarik pergelangan tangan Liora. Tentu saja Liora tersentak kaget, ia berusaha berontak dari cengkraman Kenan. Namun usahanya sia-sia. "Kenan, lepas! Kamu mau apa!" pertanyaan Liora diabaikan oleh Kenan.
Ketika sampai di meja kedua orang tuanya, Kenan langsung mendudukkan Liora di kursi sebelah mamanya. Liora tidak mengerti maksud Kenan apa. Kenapa dia membawa dirinya ke meja pelanggan yang tadi ia layani.
Kedua orang tua Kenan tak kalah terkejutnya, karena tiba-tiba Kenan membawa seorang wanita ke sana. Maura mengenali wanita itu, yang ia anggap seorang pelayanan di cafe itu. Sedangkan Khendrik, ia menelan ludah dengan susah payah. Bagaimana bisa Kenan membawa Liora ke hadapan mamanya.
Liora masih tidak menyadari kalau di sana ada Khendrik dan istrinya. "Kenan, kamu ap ...."
__ADS_1
"Ma, ini calon istri aku." Kenan dengan cepat memotong perkataan Liora.
Mendengar perkataan Kenan, kedua bola mata Liora membulat. Ia melihat ke arah wanita yang di panggil mama oleh Kenan. Ternyata wanita yang ia antarkan pesanannya adalah mamanya Kenan. Yang berarti adalah istri dari Khendrik. Liora mengalihkan atensinya ke arah seseorang yang duduk berhadapan dengan mamanya Kenan.
"Ya Tuhan, ternyata Kenan benar-benar gila! Bisa-bisanya dia membawaku kehadapan kedua orang tuanya, dan memperkenalkan aku sebagai calon istrinya." Batin Liora, setelah netranya juga menangkap sosok Khendrik di sana.
Sedangkan Khendrik langsung tersedak saat mendengar ucapan Kenan. "Uhuk ... Uhuk ...." Khendrik memukul dadanya karena tersedak, ia mengambil segelas air, lalu menghabiskannya dengan sekali tenggak.
"Benarkah, sayang?" tanya Maura antusias. Matanya berbinar, memancarkan kebahagiaan yang ia rasakan saat mendengar Kenan memperkenalkan seorang wanita sebagai istrinya, dan melupakan sang suami yang tengah tersedak.
"B-buk ...."
"Iya Ma, secepatnya kita akan menikah." Lagi-lagi Kenan memotong pembicaraan Liora. Ia tahu kalau Liora akan menyangkal ucapannya di depan sang mama. Namun, Kenan tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Mama sangat bahagia mendengar kabar ini, Ken. Jadi, kamu adalah calon istrinya putra Tante? Maksudnya Mama?"
Di whatsapp pun, tidak ada foto profilnya. Jadi, Liora sama sekali tidak mengenal wajah Maura.
"Jadi, Khendrik dan istrinya tidak jadi bercerai? Kenapa bisa begitu? Apa sebegitu baiknya hati mama Kenan, sampai ia bisa memaafkan kesalahan Khendrik? Padahal selama Khendrik berhubungan denganku, aku selalu membuat Khendrik jarang pulang ke rumah, dan selalu meninggalkan bekas lipstik di kemeja Khendrik. Ah, sudahlah. Mungkin mamanya Kenan benar-benar wanita yang sangat baik. Pertama kali aku melihatnya, dia memang terlihat ramah."
Liora memilih diam, ia akan membiarkan Kenan bersandiwara di depan kedua orang tuanya. Namun, tidak dengan nanti. Liora akan memberikan perhitungan kepada Kenan.
"Ayo Sayang, perkenalkan nama kamu sama mama dan papa, aku." Kenan dengan sengaja menekan kata-katanya sambil lalu melirik sang papa.
Khendrik sangat marah kepada Kenan, ingin rasanya dia mengahajar wajah Kenan. "Dasar, anak kurang ajar! Jika tidak ada Maura di sini sudah ku buat babak belur wajahmu." Khendrik hanya bisa membatin. Ia tak dapat melampiaskan kemarahan terhadap Kenan.
Matanya terus menatap Liora dengan tatapan sayu. Seolah ia menunjukkan rasa sedihnya kepada Liora.
"Siapa nama kamu, sayang?" Maura menanyakan nama Liora dengan suara yang sangat lembut. Ia menarik kursi dan mendekati Liora. Maura memegang tangan Liora penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Nama saya, Liora, Tante."
"Nama yang cantik, seperti orangnya."
Liora tersenyum saat mendapatkan pujian dari mamanya Kenan. "Tante bisa saja."
"Jangan panggil Tante, panggil Mama saja. oiya Kapan kalian akan menikah? Tante sudah tidak sabar ingin memiliki cucu?"
Wajah Liora memerah saat mendengar ucapan mamanya Kenan, yang menginginkan seorang cucu. Hal itu mengingatkan dirinya akan perbuatan Kenan. Liora sangat malu terhadap calon mertuanya, dan marah saat mengingat kejadian bersama Kenan di kantor.
"Tenang saja, sebentar lagi mama akan mendapatkan seorang cucu. Karena Liora sedang hamil anakku." Kenan menjawab pertanyaan sang mama dengan spontan, dan tanpa filter.
"Apa!" Maura sangat shock mendengar ucapan sang putra. Sedangkan Liora membulatkan matanya, ia menatap Kenan dengan nyalang.
"Tante, itu tid ...."
"Liora! Apa benar kamu hamil anaknya Kenan?" tanya sebuah suara yang mengalihkan atensi semua orang di sana. Seorang wanita tengah berdiri di belakang Liora dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
Liora sangat terkejut dengan kehadiran sang kakak, pasti Jesicca salah faham terhadapnya. Liora di buat kalang kabut oleh kelakuan Kenan.
"Kak Jesi!"
"Bruk ...."
...----------------...
Lophe-lophe se kebon cabe buat kalian para readers yang masih setia membaca novel ku😘😘
Lopyu pull, terimakasih atas like, komen, dan juga kiriman giftnya😘😘.
__ADS_1