Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 92. Papa Sambung Untuk Kenan.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Maura dan Niko sudah berada di dalam mobil. Setelah menyantap sarapan pagi menjelang siang, Maura langsung check-out dari hotel. Apalagi dia sudah mendapatkan pesan dari Kenan.


"Niko! Haruskah kita melupakan kejadian tadi malam?" tanya Maura dengan tatapan sendu.


Ckiiit ...


Niko menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia menatap Maura dengan tatapan yang sulit di artikan. "Maura! Apa kamu menyesal sudah melakukan itu denganku?"


"A-aku ...."


"Baiklah jika kamu menyesal, lupakan saja agar kamu tidak merasa bersalah. Setelah ini, aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu."


"Bukan begitu, Nik."


"Lalu kenapa, Maura?"


"Aku takut kamu yang menyesal."


"Aku tidak menyesal sama sekali! Kamu wanita pertama dan terakhir dalam hidupku. Selama ini aku selalu menahan godaan para wanita di luar sana. Namun saat bersama mu, aku tidak bisa menahan diri. Hingga terjadilah peperangan tadi malam. Asal kamu tahu, itu adalah kali pertama bagiku melakukan hubungan badan!"


"Apa!" Maura tercengang mendengar pernyataan dari Niko. Ia memang tahu kalau Niko belum pernah menikah, namun jika soal berhubungan Maura tidak yakin. Apalagi seorang laki-laki tampan dan gagah seperti Niko pasti banyak wanita yang mengejarnya. Mustahil jika Niko tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita di luaran sana.


"Terserah mau percaya atau tidak. Yang penting aku sudah jujur! Kamu adalah cinta pertama ku, Maura. Aku mulai mencintai kamu sejak Khendrik sering membawa kamu ke rumahnya. Di sana aku selalu mencuri-curi pandang sama kamu. Setiap kali melihat kamu tersenyum, jantung ku selalu berdebar. Ingin rasanya aku merebut kamu dari Khendrik, namun apalah daya diriku yang hanya kaki tangannya. Aku terpaksa mengambil alih pekerjaan Khendrik yang berada di luar negeri agar aku bisa melupakan kamu, dan menyembuhkan luka di hati setelah melihat wanita yang aku cintai menikah dengan laki-laki lain." ungkap Niko panjang-lebar.


Maura di buat Speechless! Kenapa dia tidak menyadari kalau Niko sejak dulu menyimpan rasa terhadapnya? Maura kira Niko bersikap baik dan perhatian hanya sebagai bentuk rasa hormatnya kepada istri dari sang atasan. Namun ternyata ada maksud terselubung dari sikapnya itu.

__ADS_1


Maura menatap tak percaya kepada Niko. Semuanya terasa seperti kejutan untuknya. Dulu Maura sempat merasa tersentuh dengan perlakuan manis dari Niko. Bahkan jantung Maura pun berdebar mana kala Melihat senyuman indah asisten suaminya itu. Namun ia segera menepis perasaan itu, sebab teringat dengan pernikahannya bersama Khendrik yang akan di gelar tidak lama lagi.


Kenapa baru sekarang Maura mengetahui perasaan Niko? Kenapa tidak dari dulu? Ah sudahlah mungkin ini memang takdir yang sudah Tuhan gariskan. Sebenarnya Maura tidak menyesal dengan kejadian semalam, hanya saja statusnya masih istri orang. Bagaimana tanggapan orang-orang jika tahu kelakuan dia di belakang Khendrik, yang jelas-jelas suaminya itu masih berada di dalam jeruji besi.


Akan tetapi, bolehkah Maura egois? Lagi pula suami yang ia puja, di anggap setia, terlalu sempurna, dan terlihat sangat mencintainya kini telah berubah. Khendrik yang memulai semuanya 'kan? Lalu untuk apa Maura masih memikirkan suami bej*dnya itu!


Mungkin Niko adalah sosok laki-laki yang Tuhan kirimkan untuk menyembuhkan luka di hatinya. Bukan berarti Maura menjadikan Niko sebagai tempat pelampiasan, ia tidak sejahat itu! Maura akan menghadirkan kembali rasa cinta yang pernah sirna di hatinya untuk Niko.


"Aku percaya!" Maura berkata dengan tegas di sertai dengan senyuman manisnya.


Niko tersenyum lebar mendengar ucapan Maura. Apakah itu berarti dirinya mendapatkan lampu hijau dari Maura? Niko sangat beruntung jika Maura bisa menerima cintanya. Biarlah meskipun Maura seorang janda anak satu, bahkan sebentar lagi dia akan mempunyai seorang cucu. Tapi, yang namanya cinta tidak memandang status, bukan?


Meskipun Niko seorang lajang, namun usianya setara dengan suami Maura. Itu artinya Niko masih cocok buat jadi ayah sambungnya Kenan.


"Berarti, sekarang kita adalah sepasang kekasih?" tanya Niko dengan semangat.


"Kamu tenang saja, setelah sidang Khendrik di putuskan, saat itu juga kamu resmi bercerai dengannya."


"Benarkah?"


"Tentu saja, dan setelah itu kita akan menikah!"


"Apa!" Maura membulatkan mata sempurna. Bisa-bisanya Niko berkata seperti itu."


"Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Maura. Ingatlah usiaku, bahkan teman-temanku sudah banyak yang mempunyai anak. Hanya aku yang masih melajang."


Seketika Maura menahan tawanya supaya tidak pecah. Melihat raut wajah Niko yang menurutnya sangat menyedihkan, dan kata-kata yang dia lontarkan, sungguh membuat Maura ingin meledek nya. "Siapa suruh tidak menikah!"

__ADS_1


"Itu semua karena kamu!"


"Kenapa jadi aku yang di salahkan!"


"Sudahlah jangan di bahas lagi jika hanya ingin menertawakan ku." Niko kembali fokus ke arah jalanan.


Maura memilih diam. Ia merasa menjadi seorang gadis lagi. Sungguh lucu kisah cintanya bersama Niko. Maura merasa kesal kenapa dirinya tidak bisa mengingat kejadian semalam? Padahal itu akan menjadi hal yang paling bersejarah dalam hidupnya. "Tidak! Apa yang kamu pikirkan, Maura! Jangan bersenang dulu, masih ada Kenan yang harus kamu hadapi. Bagaimana jika Kenan marah dan tidak setuju dengan hubunganmu bersama Niko? Maura akan kembali sedih jika sampai itu terjadi." gumam Maura dalam hati.


Maura pulang ke rumah baru yang telah Niko persiapkan atas permintaannya. Rumah yang dekat dengan rumah Kenan dan Liora.


Mobil yang di kendarai oleh Niko dan Maura telah sampai di halaman rumah itu. Ternyata di depan rumahnya sudah ada Kenan dan Liora yang mungkin sedang menunggunya.


"Mama! Mama gak apa-apa 'kan?" Liora bertanya dengan cemas.


"Mama baik-baik saja, Sayang. Kenapa wajah kamu terlihat tegang?" Maura melihat ekspresi Liora yang memang terlihat tegang atau lebih tepatnya terlihat cemas.


"Dia gak bisa diam dari tadi, Ma. Terus mikirin keadaan mama." Kenan yang menjawab pertanyaan Maura.


"Kenapa bisa begitu? Ya sudah kita masuk dulu, kalian pasti capek nungguin mama di sini." Maura membuka pintu rumah yang juga di ikuti oleh Niko di belakangnya.


Kenan melayangkan tatapan tajam ke arah Niko. Dia masih curiga soal kejadian semalam, yang terdengar sangat berisik di kamar mamanya. Pasti ada apa-apa di antara mereka berdua. Buktinya, tadi pagi saat Maura tidak turun dari kamar, Niko juga tidak muncul di meja makan yang telah Kenan keep di hotel itu.


Niko yang merasakan di tatap oleh Kenan, pura-pura tidak melihatnya. Ia harus terlihat biasa saja di depan Kenan agar Kenan tidak curiga.


"Astaga! Tatapan matamu Ken, bikin papa angkat mu ini jadi merinding." batin Niko meringis.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘


__ADS_2