
Happy Readingπ₯°
Hari ini Maura dan Niko akan berkunjung ke rumah Jesicca untuk mengucapkan selamat atas kehamilannya. Sekalian Niko akan meminta restu dari Kenan untuk menikahi mamanya. Bagaimanapun caranya Niko harus bisa mendapatkan restu dari calon anak sambungnya.
Walaupun tidak dapat restu juga, Niko akan tetap menikahi Maura. Sebab Niko sudah sangat tergila-gila dengan Maura. Ia tidak sabar ingin mempunyai anak dari wanita itu. Pasti akan sangat mengasikkan jika ia punya anak di saat dirinya akan mempunyai cucu.
Niko tertawa membayangkan itu, apa tanggapan orang-orang nanti. Ah pasti akan sangat seru. Niko menatap Maura sambil tersenyum sumringah. Namun senyuman itu tidak dapat di lihat oleh Maura, sebab tatapan Maura fokus ke depan.
Maura merasa gugup saat akan bertemu dengan Kenan dan Liora. Bagaimana respon mereka jika mendengar bahwa dirinya akan menikah dengan Niko. Pasti Kenan akan marah terhadapnya, apalagi Khendrik masih berada dalam penjara. Perceraiannya dengan Khendrik juga baru resmi.
Maura dan Niko langsung mengetuk rumah Jesicca ketika sudah sampai di sana. Bukan Jesicca yang membukakan pintu, melainkan Edo.
"Silahkan masuk, Om, Tante." Edo menyambut kedatangan Maura dan Niko dengan sangat sopan.
"Terimakasih, Edo." Maura dan Niko langsung memasuki rumah itu, dan bergabung di ruang tengah bersama dengan Liora, Kenan, Jesicca, dan juga Edo yang kembali ke posisi semula.
"Selamat ya, Sayang. Atas kehamilan kamu." Maura memeluk Jesicca dengan perasaan bahagia.
"Makasih, Ma." Jesicca juga bahagia karena dia seperti mempunyai seorang mama lagi.
"Mama kok bisa barengan sama Om Niko?" tanya Kanan penasaran. Sebenarnya dia masih curiga dengan hubungan Maura dan Niko setelah pulang dari hotel.
"O-oh itu, mama sengaja minta tolong sama Niko untuk mengantarkan mama ke sini.
Kenan manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari mamanya. Ia menatap Niko dengan tatapan dingin. Sedangkan Niko menatapnya tanpa ekspresi.
Maura yang melihat itu seperti ada peperangan dingin antara anak dan calon suaminya. Belum juga mengatakan maksud dan tujuan Niko datang ke rumah Jesicca, tapi Kenan sudah memberikan tatapan permusuhan sama Niko.
Bagaimana nanti kalau sudah mengatakannya, pasti Kenan akan sangat marah dan menentang kuat hubungannya dengan Niko.
Jesicca yang merasakan ada aura dingin dan tegang, bingung harus bagaimana. Apalagi tatapan Kenan yang membuatnya jadi merinding.
__ADS_1
"Ekhem! Mama sama Om Niko mau minum apa? Biar aku buatkan." tawar Jesicca untuk mencairkan suasana.
"Tidak usah repot-repot, Jes." ucap Maura tersenyum kikuk.
"Gak apa-apa, Ma." Jesicca beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum dan camilan.
"Kak Jesi, aku bantu ya." Liora mengikuti Jesicca pergi ke dapur. Sebenarnya dia juga merasa tidak enak dengan sikap Kenan dan Niko yang terbilang aneh. Mereka seolah mengibarkan bendera peperangan.
"Kak! Apa kakak tidak merasa aneh dengan suasana di ruang tengah?" tanya Jesicca memelankan suaranya takut kedengaran sama mereka yang ada di ruang tengah.
"Aneh kenapa?" Jesicca pura-pura tidak mengerti dengan pertanyaan Liora.
"Itu, Kenan sama Om Niko!"
"Kenapa memangnya mereka?"
Liora merasa kesal dengan jawaban kakaknya yang pura-pura tidak tahu. "Kak Jesi pura-pura gak tau ya. Padahal terlihat jelas loh kalau Kenan menatap tak suka ke arah Om Niko."
"Huft! Sudahlah Li, jangan ikut campur urusan mereka."
"Kenapa kamu jadi sewot begitu?" Jesicca merasa kesal dengan Jawaban sang adik yang terdengar meninggi di indera pendengarannya.
"Lah siapa juga yang sewot! Kak Jesi aja yang salah tanggap."
"Nggak kok. Kamu memang terdengar sewot, tahu!"
"Kak Jesi apa-apaan sih, sensi banget dari tadi."
"Kamu tuh yang sensi." Jesicca tidak terima dengan ucapan Liora.
"Aku tuh dari tadi ngomongnya bener loh, baik-baik juga. Tapi Kak Jesi malah jawabnya gitu."
__ADS_1
"Kamu kira jawaban kakak gak baik, gitu!"
"Astaga, Kak Jesi bikin aku kesel aja deh." Liora harus menahan rasa kesal di hatinya akibat ulah sang kakak.
Dua wanita cantik itu terus bercekcok karena sama-sama tidak ingin mengalah. Ibu hamil memang sangat sensitif, yang orang katakan baik, namun menurut dia sendiri malah salah. Begitu sebaliknya, yang menurut dirinya baik belum tentu benar di depan orang lain.
Rencana untuk membuat minuman dan camilan di isi dengan percekcokan antara dua ibu hamil itu. Padahal di ruang tengah semua orang tengah menunggu kedatangan mereka. Hingga Edo berinisiatif untuk memanggil mereka ke dapur.
Akan tetapi, Edo melihat pemandangan yang tak mengenakkan untuk di lihat. Istrinya tengah bercekcok dengan adik iparnya. "Astaga, apa yang mereka lakukan." gumam Edo seraya menghampiri mereka untuk menghentikan perdebatan yang terjadi di dalam dapur.
"Kak Jesi yang bawaannya sensian mulu."
"Kamu tuh Li, gak sopan banget sama kakak. Dulu kamu gak pernah berdebat dengan kakak. Tapi sekarang ..., kamu malah berani banget sama kakak."
"Astaga, kapan aku berani sama kakak. Dari tadi Kak Jesi yang selalu menyalahkan aku."
Mereka berdua seperti tidak ada lelahnya terus berdebat panjang kali lebar. Membuat yang mendengarnya merasa pusing.
"Stop! Apa yang kalian lakukan!" akhirnya Edo menengahi perdebatan itu. Ia merasa jengah dengan tingkah kedua wanita hamil yang selalu bersikap nyeleneh. Sebentar baik, sebentar marah. Begitulah pikir Edo.
"Mas! Kamu ngapain di sini?" Jesicca terkejut dengan kehadiran sang suami di sana.
"Nyariin kalian, soalnya lama banget bikin minumannya. Gak tahunya kalian malah berantem layaknya anak kecil!"
"Apa! Anak kecil!" ucap Liora dan Jesicca secara bersamaan. Mereka tidak terima kalau dirinya dikatakan anak kecil.
"Kamu berani bilang aku anak kecil, Mas!" Jesicca menatap Edo dengan tatapan mengintimidasi.
"B-bukan begitu, Sayang. Maksud aku sikap kalian yang seperti anak kecil, sebab terus berdebat dan gak ada yang mau mengalah." ucap Edo tergagap. Ia pasti sudah salah bicara, siap-siap dirinya di serang oleh dua ibu hamil itu.
Edo menelan saliva nya kasar saat melihat Jesicca yang telah menatapnya dengan tatapan mematikan. "Aku harus kabur nih, kalau tidak bisa-bisa mereka membunuhku." batin Edo merinding.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa vote nya buat hari senin. Semoga berkah. Terimakasih ππππ