Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 104. Adik Ipar Kurang Ajar.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Tidak ingin kalah dari sepasang pengantin baru. Jesicca dan Edo juga bermain tanam-tanam. Namun permainan mereka masih kalah ganas dengan permainan Niko dan Maura. Sebab mereka harus melindungi calon anak mereka yang masih berada di dalam kandungan.


Tidak masalah jika harus bermain santai, yang penting mereka merasakan ni-nu-ni-nu. Edo menghentikan gerakannya saat mendengar suara rintihan dari sang istri, dan itu membuat Edo merasa khawatir.


"Sayang, kamu kenapa? Apa aku menyakiti baby kita?" tanya Edo dengan wajah cemasnya.


"Tidak apa-apa Mas. Hanya saja kamu terlalu dalam menusuknya."


"Hehe ... Maaf, Sayang. Aku terlalu bersemangat, jadi sampai lupa kalau terong-ku nanti mengenai bayi kita di dalam sana." Edo terkekeh dengan omongannya.


Setelah itu, Edo melanjutkan kembali aktivitas yang sempat tertunda. Edo merasakan milik Jesicca semakin hari semakin ****** saja. Biasanya kalau sudah sering melakukan tanam-tanaman, sawah itu akan terasa *******. Namun tidak dengan Jesicca. Mungkin karena Jesicca rutin melakukan perawatan pada tubuhnya, sehingga Edo merasa tidak bosan.


Setelah permainan berakhir, Edo dan Jesicca langsung istirahat. Mereka sama-sama terlelap dalam kelelahan. Dengan posisi saling berpelukan, Jesicca membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang milik sang suami.


Pagi harinya ...


Edo dan Jesicca sudah bersiap untuk pergi ke cafe. Sejak menjelang acara pernikahan Maura dan Niko, Mereka tidak pernah ke cafe Rindu. Sebab sibuk membantu acara pernikahan itu.


Ketika sampai di cafe, mereka melihat Kenan dan Liora sudah ada di sana. "Tumben kesini?" tanya Jesicca kepada sang Adik. Kerena semenjak Liora hamil, Kenan melarang keras Liora untuk bekerja. Jadi, tidak mungkin 'kan kalau Liora datang ke cafe untuk bekerja.


"Nanti aku bicarakan di dalam ya, Kak." Liora berkata sambil tersenyum. Senyuman yang membuat Jesicca merasa curiga.


Liora menggandeng tangan Jesicca untuk memasuki Cafe. Jesicca sudah paham betul dengan sikap Liora yang sekarang. Pasti lagi ada maunya deh. Entah apa kali ini yang dia inginkan, semoga saja gak ngidam yang aneh-aneh. Sebab akhir-akhir ini Liora sering ngidam yang nyeleneh, lebih tepatnya Kenan yang mengidam.


"Jadi, apa tujuan kamu kesini, hum? Kakak yakin pasti lagi ada maunya, iya 'kan?" todong Jesicca tepat sasaran. Saat mereka sudah berada di dalam Cafe.

__ADS_1


"Hehe ... Feeling Kak Jesi memang selalu benar dan tepat sasaran." Liora terkekeh melihat ekspresi sang kakak yang menatapnya jengah.


"Begini, Kak. Suami aku alias adik ipar Kak Jesi sedang mengidam sesuatu, tapi ... Harus Kak Jesi dan Kak Edo yang melakukannya," ucap Liora merasa tidak yakin kalau kakaknya akan mau melakukan apa yang diminta oleh Kenan.


"Cepat katakan!" Jesicca sudah merasakan firasat buruk. ia menatap Liora dengan penuh selidik.


"Em, begini Kak. Kenan ngidam ayam bakar saus kecap sama jus buah mangga yang di campur dengan buah melon," tutur Liora dengan sedikit ragu. Liora berharap kakaknya bisa mengabulkan keinginannya.


Jesicca langsung membulatkan matanya ketika mendengar permintaan nyeleneh dari sang adik. Mungkin kalau hanya ayam bakar saus kecap, Jesicca bisa membuatkannya, tapi ... Untuk jusnya yang susah. Masa iya buah mangga dan buah melon di blender jadi satu? Ada-ada saja memang kelakuan Kenan yang selalu ngidam aneh-aneh.


Sedangkan Jesicca selama hamil, ia jarang merasakan ngidam. Hanya saja Edo semakin posesif terhadapnya. Mungkin kehamilannya terbilang tidak rewel.


Melihat tatapan memohon dari sang adik membuat Jesicca merasa tidak tega. Ia terpaksa mengiyakan permintaan Liora.


Edo yang mendengar persetujuan dari sang istri merasa keberatan. Sebab ia belum menyanggupi permintaan yang menurutnya sangat susah itu. "Sayang, kenapa kamu malah setuju?" tanya Edo dengan nada manjanya.


Sedangkan Kenan, ia sangat senang karena bisa mendapatkan apa ia inginkan. "Terimakasih, Sayang. Kamu memang paling the best." Kenan memeluk tubuh sang istri dengan semangat.


Liora tidak menjawab, ia langsung pergi ke belakang cafe. Tempat favoritnya sejak ia bekerja di cafe sang kakak. Liora dan Kenan duduk di kursi yang tersedia di belakang cafe.


"Kira-kira ... Bagaimana keadaan papa kamu di sana?" tanya Liora membuka percakapan dengan Kenan.


"Papa baik-baik saja," ucap Kenan dengan tatapan lurus ke depan. Entah apa yang di maksud dengan baik-baik saja oleh Kenan. Padahal saat dia menemui Khendrik, keadaanya sangat memprihatinkan. Apalagi saat Khendrik mengetahui kabar pernikahan Maura dengan Niko.


Kenan melihat papanya tampak frustasi, ia merasa kasihan. Namun mau bagaikan lagi, Kenan tidak bisa merubah takdir. Lagipula semuanya terjadi juga karena perbuatan Khendrik sendiri. Jadi, mau tidak mau Khendrik harus merelakan Maura menikah lagi.


"Bolehkah aku ikut menjenguknya, besok?" lirih Liora. Ia sedikit ragu mengatakan keinginannya itu. Takut Kenan akan melarangnya, sebab Liora hanya ingin berdamai dengan keadaan. Apalagi Khendrik adalah mertuanya sekarang.

__ADS_1


Pertanyaan Liora sontak membuat Kenan menolehkan Kepalanya. "Apa kamu serius ingin ikut menjenguk papa?" Kenan kembali bertanya, ia takut hanya salah mendengar.


"Iya, apakah boleh?"


"Tentu saja boleh, Sayang. Itu adalah sebuah kabar baik yang aku dengar. Papa pasti senang melihat kamu menjenguknya."


"Apa kamu tidak marah, Ken. Dulu 'kan papa kamu udah me--"


"Shuuut! Lupakan itu! Aku sudah memaafkan papa, Sayang. Seharusnya aku yang bertanya, apakah kamu sudah siap bertemu dengan papa?"


"Aku siap! Aku akan berdamai dengan keadaan, dan melupakan masa lalu. Termasuk juga memaafkan papa kamu."


Kenan tersenyum mendengar ucapan Liora yang terdengar hangat di telinganya. Saat akan memeluk Liora. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara kakak iparnya yang begitu memekakkan telinga.


"Liora, Kenan! Pesanan kalian sudah siap! Ayo cepat ke dalam!" titah Jesicca kepada mereka.


Dengan cepat Liora dan Kenan kembali masuk ke dalam cafe. Mereka memasuki ruang VIP di cafe tersebut, agar mereka lebih leluasa menyantap makanannya.


Kenan melihat makan yang saji di meja makan, tak terasa meneteskan air liurnya. Ia benar-benar sudah tidak sabar ingin menyantap ayam panggang saus kecap yang begitu menggoda di indera penciuman nya, dan juga ingin meneguk jus oplosan itu yang terdiri dari buah mangga dan buah melon.


Tanpa permisi, Kenan langsung menyantap makan itu, dan tidak menghiraukan keberadaan sang istri dan juga kedua kakak iparnya di sana.


Edo dan Jesicca sampai meringis melihat cara makan Kenan yang sangat rakus. "Dasar! Adik ipar kurang ajar! Kalau bukan Jesicca yang memaksa aku untuk membuatkan makanan itu, aku tidak akan sudi memasakkan nya untuk mu." batin Edo penuh rasa kesal.


Bagaimana tidak kesal, penuh perjuangan Edo membuat jus mangga dan melon itu agar rasanya nikmat. Bahkan ia harus menghabiskan dua keranjang mangga dan melon, sebab hasilnya selalu diluar ekspresi. Sedangkan Jesicca kebagian untuk membuat ayam bakar saus kecap.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘


__ADS_2