Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 39. Sama-sama Menutupi Luka.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Liora keluar dari dalam ruangan Kenan dengan keadaan kacau. Rambutnya berantakan, matanya membengkak karena terlalu lama menangis, pakaiannya terlihat sangat kusut akibat kelakuan Kenan, wajahnya juga terdapat beberapa memar bekas tamparan dari Kenan, cara jalannya pun sangat tertatih-tatih.


Liora menahan rasa sakit itu agar cepat keluar dari perusahaan Khendrik. Banyak pasang mata yang menatap penuh dengan tanda tanya kepada Liora. Para karyawan sampai tercengang melihat keadaan Liora yang tampak mengenaskan. Banyak kasak-kusuk di antara para karyawan disana.


A : "Liora! Kenapa penampilannya seperti itu?"


B : "Apa dia habis di pukul oleh Pak Kenan? Secara, dari pagi dia kan ada di ruangan pak Kenan."


C : "Bisa jadi tuh, tadi pak Khendrik juga datang ke kantor ini."


D : "Wah, sepertinya ada peperangan hebat di ruangan bos kita."


E : "Sudah, sudah, lebih baik kita kembali bekerja, tidak baik membicarakan bos kita. Kalau ketahuan bisa panjang urusannya.


Masih banyak omongan pedas dari para karyawan. Tapi hanya sebagian, sebagiannya lagi memilih diam, dan tak ingin ikut campur dengan masalah sang atasan. Setelah puas bergosip, mereka semua kembali dengan aktivitas mereka masing-masing.


Liora tak menghiraukan gunjingan para karyawan di sana. Ia memilih pergi agar cepat pulang ke rumah lamanya. Tidak mungkin dalam keadaan seperti itu Liora pulang ke rumah kakaknya.


Liora menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depan perusahaan itu. Ia duduk di kursi belakang dengan tatapan melihat ke luar jendela. Tak berselang lama, akhirnya taksi yang ia tumpangi telah sampai di depan rumahnya.

__ADS_1


Liora memasuki rumah dengan langkah gontai. Ia menuju ke kamar dan menguncinya dari dalam. Liora menangis histeris di balik pintu, ia benar-benar benci dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga kehormatannya. Hingga Kenan berhasil menodainya.


Liora menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari bekas jam@ha@n Kenan. Ia menyalakan shower menggunakan air hangat, lebih tepatnya panas! Karena sekujur tubuh Liora sampai memerah, dan bahkan ia mencakar tubuhnya dengan kuku jarinya yang panjang. Hingga tubuh Liora penuh dengan bekas cakaran.


Liora menghabiskan waktu 1 jam di kamar mandi. Ia keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan mata yang sangat membengkak. Liora tidak berhenti menangis selama 1 jam. Ia menuju ke walk in closet untuk memilih baju yang berlengan panjang, dan juga menggunakan jeans panjang. Untuk menutupi tubuhnya yang memerah.


Liora membaringkan tubuhnya di atas kasur, ia memejamkan mata berharap agar bisa tertidur untuk selamanya. Ia benar-benar putus asa, dunianya terasa hancur, masa depannya juga tak secerah harapannya bersama sang kakak.


Mengingat kakaknya yang selalu memeberikan kasih sayang yang utuh kepadanya, membuat Liora menghilang niatnya untuk mengakhiri hidup.


"Aku harus kuat, demi kak Jesi. Kak Jesi pernah berada di posisiku, bahkan nasibnya lebih parah daripada aku. Tapi kak Jesi masih kuat dan tegar sampai sekarang. Aku tidak akan menyerah, biarlah kejadian ini cukup aku yang tahu. Aku akan menyimpannya rapat-rapat agar kak Jesi tidak tahu. batin Liora.


Setelah itu, Liora memejamkan mata untuk istirahat. Setelah bangun nanti, ia akan pergi ke rumah Jessica. Ia akan pindah kesana, dan membantu Jessica di cafe.


...----------------...


Khendrik mendesah pelan. Ia memilih keluar dari kamar pribadi milik Kenan, dan menuju ke ruang kerjanya. Khendrik duduk di sofa dalam ruangan itu. Kenan yang sejak tadi penasaran dengan jawaban sang papa, memilih mengikuti langkah papanya.


Mereka duduk berhadapan di kursi sofa. Kenan menatap Khendrik dengan tatapan mengintimidasi, seolah sedang mengintrogasi sang papa. Akhirnya Khendrik memilih jujur kepada Kenan atas perbuatannya kepada Jesicca.


Khendrik menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Kemudian ia menjelaskan tentang kejadian di pesta saat ia dijebak oleh Morgan, rivalnya dalam berbisnis. Hingga berakhir di dalam mobil bersama Jessica. Khendrik juga menjelaskan bahwa selama 2 minggu dia juga berusaha mencari keberadaan Jesicca, dan ingin meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


Kenan tercengan mendengar penuturan sang papa. Dia bingung mau berkata apa, bahkan dalam pikirannya ia merasa semakin bersalah kepada Liora. Karena telah menghina, merendahkan, bahkan menuduh Liora dengan hal yang tidak-tidak.


Kenan juga merasa sangat marah terhadap papanya, karena menurutnya sang papa tidak berjuang untuk menemukan Jesicca. Lebih tepatnya papanya seakan lepas tangan mengenai kejadian itu. "Jadi ini motif Liora mendekati papaku dan berusaha menghancurkan rumahnya. Karena dia ingin balas dendam atas perilaku papa yang sangat jahat!" batin Kenan.


Kenan tidak menanggapi penjelasan dari papanya. Ia memilih pergi dari ruangannya, tujuannya adalah ke rumah Liora. Ia akan meminta maaf kepada Liora bagaimanapun caranya. Ia terlalu kejam, sampai berani memukul dan menodai Liora dengan sangat kasar.


"Sial! Sial! Kenapa aku begitu bodoh, sampai berani menyakiti wanita sebaik Liora." Kenan terus mengumpati dirinya atas kebodohan yang ia lakukan.


Kenan memarkirkan mobilnya di depan rumah Liora. Ia segera turun dari mobil, dan menuju pintu rumah, Liora. Kenan mengetuk pintu seraya memanggil nama wanita yang ia cintai. Namun tidak ada jawaban dari dalam, yang sepertinya rumah itu sudah kosong.


Kenan mencoba untuk menelpon nomor ponsel, Liora, namun hasilnya nihil ponsel Liora tidak aktif. Kenan mencoba melindungi di sela-sela jendela, namun rumah itu tampak sepi tak berpenghuni.


Kenan tampak frustasi, ia harus mencari Liora kemana? Sedangkan dirinya sama sekali tidak tahu tempat-tempat yang pernah di kunjungi oleh Liora. Kenan pulang dengan tidak bersemangat. Ia akan memerintah anak buahnya untuk mencari keberadaan Liora.


Sedangkan di tempat lain. Liora tengah bercanda tawa dengan kakaknya di cafe Rindu. Ia berpura-pura tegar di depan sang kakak, seolah tidak terjadi sesuatu terhadap dirinya. Begitu juga dengan Jesicca, ia juga berpura-pura baik-baik saja. Padahal ia sedang dilema dengan kehamilannya.


Jesicca belum memberitahu Liora mengenai kehamilannya. Ia akan mengatakannya nanti saat telah berada di rumah.


...----------------...


Terimakasih untuk kalian yang sudah setia membaca novel ku🥰, semoga sehat selalu🥰.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya dengan cara tekan like, komen, dan kirim gift sebanyak-banyaknya 🥳🥳.


Lophe-lophe se kebon cabe🌶🌶🌶


__ADS_2