
Happy Reading๐ฅฐ
Seperti apa yang di katakan oleh Liora, hari ini ia akan menemui Khendrik bersama Kenan. Meskipun berat, namun Liora harus bisa melawan rasa trauma-nya itu demi kebaikannya.
"Sayang, apa kamu yakin dengan keputusan mu?" tanya Kenan dengan nada khawatir. Ia masih takut kalau istrinya itu nanti mengalami hal buruk jika bertemu dengan papanya.
"Aku yakin, Kenan." Liora berkata dengan serius. Ia menatap Kenan dengan tatapan penuh keyakinan.
"Baiklah, ayo kita berangkat." Kenan mengambil alih rantang makanan yang berada di tangan sang istri. Liora sengaja memasak sendiri untuk papa mertuanya. Dia benar-benar melupakan apa yang pernah Khendrik lakukan kepadanya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya Kenan dan Liora sudah sampai di depan kantor polisi. Sebelum memasuki tempat tahanan, Liora menarik nafas terlebih dahulu untuk menguatkan hati dan mentalnya.
Kenan menggenggam tangan Liora yang sedingin es. Kenan tahu pasti Liora sangat gugup, makanya ia tidak ingin melepaskan genggamannya. "Sudah siap? Kita masuk sekarang?" tanya Kenan dengan suara yang sangat lembut.
Liora mengangguk sambil tersenyum, ia me-re-mas genggaman tangan dari Kenan. Mereka berdua langsung masuk ke dalam untuk menemui Khendrik yang berada di dalam sel tahanan. Setelah meminta izin kepada petugas polisi, dan meminta waktu sekitar 1 jam untuk menemui Khendrik, akhirnya mereka bisa langsung menemuinya.
Khendrik menatap Liora yang tengah menundukkan kepala di hadapannya. Mereka tengah duduk di ruangan khusus untuk menjenguk para tahanan. Tatapan Khendrik tak pernah lepas dari wanita cantik yang pernah singgah di hatinya, namun sekarang sudah menjadi menantunya.
Kenan yang melihat itu harus menahan amarahnya, sejujurnya masih ada rasa tidak rela istrinya di tatap oleh sang papa. Tapi mau bagaimana lagi, mereka sudah sepakat untuk melupakan masa lalu.
"Bagaimana keadaan calon cucu saya?" tanya Khendrik memecah keheningan di antara mereka. Pertanyaan yang ditujukan kepada Liora.
Liora memberanikan diri mengangkat kepalanya lalu menatap Khendrik dengan tatapan takut. "D-dia baik-baik saja P-pa." Liora menjawab dengan terbata seraya memanggil Khendrik dengan sebutan papa.
Khendrik dan Kenan sama-sama tercengang mendengar Liora memanggil Khendrik dengan sebutan papa. Dalam hati, Kenan merasa senang sebab Liora sudah berusaha untuk berdamai dengan masa lalu.
Khendrik tersenyum getir manakala mendengar ucapan Liora, namun jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Khendrik juga merasakan bahagia saat Liora sudah bisa menerima dirinya sebagai ayah mertuanya.
"Baguslah, kalian berdua harus menjaga calon cucuku agar dia selalu sehat," Khendrik menatap Liora dan Kenan secara bergantian.
__ADS_1
"Papa tenang saja, aku akan menjaga istri dan anakku selama 24 jam." Kenan tersenyum bangga kepada Khendrik, dan berhasil mendapatkan cubitan dari sang istri. "Aw! Sakit, Sayang!" Kenan mengusap-usap pahanya yang baru saja di cubit oleh Liora.
"Enak saja mau menjagaku selama 24 jam. Memangnya kamu gak kerja apa!"
"Kerja dari rumah 'kan bisa, Sayang."
"Tidak boleh! Jadi bos itu harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawanmu."
"Tapi--"
"Khem!" Khendrik menyela ucapan Kenan. Dia merasa terabaikan melihat pasangan suami-istri itu sedang berdebat. Tapi entah mengapa hatinya menghangat saat melihat Kenan dan Liora seperti itu. Yang artinya hubungan rumah tangga mereka sangat harmonis.
Khendrik berharap rumah tangga anaknya tidak sepertinya nasib rumah tangganya bersama Maura. Sekarang Khendrik sangat menyesal atas perbuatannya dulu. Sehingga sekarang Maura sudah menjadi milik orang lain. Lebih parahnya orang itu adalah asisten pribadinya sendiri.
Tidak ada harapan lagi untuk Khendrik bisa kembali kepada Maura. Dia hanya bisa mendoakan kebahagiaan Maura bersama Niko. Sebab Khendrik yakin bahwa Niko adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan setia. Sebenarnya dari dulu Khendrik sudah mengetahui perasaan Niko terhadap Maura, namun ia pura-pura tidak tahu. Makanya Khendrik memerintahkan Niko untuk mengurus pekerjaannya di luar negeri, agar Niko tidak mengganggu rumah tangganya.
"Maaf, Pa. Ini silahkan dimakan. Tadi aku yang masak di rumah." Liora yang menyadari kesalahannya sudah mengabaikan mertuanya itu, langsung meminta maaf. Lalu ia memberikan bekal yang ia bawa dari rumah.
"Terimakasih, kenapa kamu sampai repot-repot. Padahal dulu saya sangat ja--"
"Jangan di teruskan, Pa. Aku Mohon! Mari kita lupakan masa lalu. Kita mulai semuanya dari nol." Liora memotong ucapan Khendrik. Ia tidak ingin mendengar apa yang akan Khendrik katakan.
"Maafkan, saya, Liora. Saya benar-benar bersalah, dan saya juga sangat menyesal." Khendrik menundukkan kepala, tanpa terasa air matanya menetes membasahi kedua tangannya yang berasa di atas meja.
"Pa! Aku sudah memaafkan Papa. Asalkan Papa mau berubah. Aku yakin aslinya Papa tidak sejahat itu. Hanya saja keadaan yang membuat Papa melakukan hal tak terpuji," ucap Liora berkata bijak. Ia dapat melihat penyesalan yang Khendrik rasakan.
"Kenapa kamu baik sekali, Liora. Bahkan saya sangat malu bertatap muka dengan kamu."
"Pa, sekarang aku ini menantu Papa. Anggap saja aku ini anak Papa, dan aku juga sudah menggap Papa seperti Papa aku sendiri."
__ADS_1
"Terimakasih, Liora. Saya janji akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dan terimakasih sudah mau menerima saya sebagai mertua kamu."
"Sama-sama Pa. Jadi mulai sekarang kita mulai dari nol lagi." Liora tersenyum menatap Khendrik.
"Iya, Nak." Khendrik juga tersenyum dan menghapus air matanya. Ia sudah tidak berbicara formal lagi kepada Liora.
Kenan yang melihat itu merasa terharu. Ia bangga kepada Liora yang sudah berbesar hati, dan mau memaafkan papanya. Kenan menggenggam tangan Liora dan tersenyum kepadanya.
Liora menatap Kenan dengan tatapan aneh. Ia kembali fokus kepada Khendrik, dan makanan yang sempat ia buka tadi. Liora dengan perhatian mengambilkan nasi untuk Khendrik lengkap dengan lauknya yang hidangkan di atas wadah.
"Makanlah, Pa." Liora menyodorkan wadah yang sudah ia isi dengan nasi dan lauk.
Khendrik menerima nasi itu dengan senang hati, lalu memakannya dengan lahap. Khendrik sempat menawari Kenan dan Liora untuk ikutan makan. Namun mereka menolak, jadi Khendrik hanya makan sendirian.
Setelah cukup lama berbincang, akhirnya Liora dan Kenan pamit untuk pulang. Liora keluar dari dalam kantor polisi merasakan sesuatu yang berbeda. Rasanya seperti terbebas dari beban yang sudah lama menghimpit hatinya. Ia senang bisa berdamai dengan masa lalu.
"Sayang, terimakasih sudah mau memaafkan Papa." Kenan memeluk tubuh Liora saat sudah berada di dalam mobil.
"Sudah tugasku untuk memaafkan kesalahan Papa. Aku yakin sebenarnya Papa itu orang yang baik."
"Iya, Sayang. Cup! Cup! Cup!" Kenan mencium puncak kepala Liora secara bertubi-tubi.
Mereka berpelukan cukup lama di dalam mobil. Mereka sama-sama merasa lega, sebab sudah terbebas dari kesalahan di masa lalu.
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar ๐๐
Lophe-lophe se kebon cabe untuk untuk kalian para readers setia๐๐๐
__ADS_1