Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 83. Niko Kembali


__ADS_3

Happy Reading🥰


Aah ... Edo ... Ough!


Tangan Edo sangat lihai, ia dengan cekatan membuka baju, Jesicca. Hingga dua buah kenyal terpampang nyata di depan matanya. Edo nampak tergesa-gesa ingin segera memasuki Dipsi. Ia menyingkap rok yang dipakai oleh Jesicca. Membuka kain penutup yang menjadi penghalang dirinya untuk menemui Dipsi.


Edo memasukkan terong jumbo-nya kedalam Dipsi. Mereka main tanam-tanaman di atas meja rias, membuat sensasi baru yang sehingga g**rah Edo semakin meningkat.


Akhirnya pergulatan panas memenuhi ruang kamar itu, dengan posisi yang sama, di atas meja rias. Edo berpikir mungkin setiap berc**ta harus menggunakan gaya-gaya baru yang belum pernah mereka coba.


Jesicca sudah sangat lelah dalam mengimbangi permainan Edo. Setelah permainan itu selesai, Jesicca langsung tertidur di atas ranjang, Edo yang memindahkannya.


Cup.


"Terimakasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu." Ucap Edo sambil memandangi wajah sang istri. Ia memilih pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak ingin membangunkan Jesicca yang tampak lelah setelah Edo menggempurnya habis-habisan. Ia merasa bangga bisa membuat Jesicca tak berdaya. Itu berarti dirinya sangat perkasa.


Di Rumah Khendrik.


Maura telah menghubungi Desainer ternama untuk fitting baju pengantin. "Tempat sudah, dekor sudah, ketering sudah, gaun pengantin sudah, undangan sudah, ah sudah semuanya." Maura melihat data-data yang sudah ia tulis untuk menyiapkan keperluan pernikahan Kenan dan Liora.


"Akhirnya beres juga, minggu depan tinggal ke acara saja. Aku yakin Kenan dan Liora akan menyukai apa yang telah aku persiapkan. Aku tidak akan membuat mereka kecewa." Ucap Maura penuh keyakinan.


Maura sudah tidak lagi memikirkan Khendrik yang masih mendekam di penjara. Ia tidak ingin terus-menerus di bodohi oleh Khendrik. Sesekali dirinya ingin bersikap egois. Lagipula apa yang Maura takutkan? Semua harta di keluarga Khendrik sudah diwariskan kepada Kenan. Ia tidak akan kesusahan dalam menjalani hidup, Kenan tidak akan membiarkan dirinya menderita.


Maura juga berhak atas harta itu, harta gono-gini dapat banyak. Jadi tidak ada yang perlu Maura takutkan jika dia berpisah dengan Khendrik. Dari dulu Maura tidak pernah berfoya-foya, semua barang branded-nya Khendrik yang belikan, Maura selalu berkata jangan buang-buang uang dengan membeli barang yang tidak perlu.


Kali ini Maura ingin merubah sedikit kebiasaannya. Dia akan memulai semuanya dari nol tentunya bersama dengan Kenan dan juga menantunya. Maura berencana akan pindah dari rumah itu agar tidak terbayang akan kenangannya bersama Khendrik.


Maura menghubungi orang kepercayaan suaminya yang selama ini ditugaskan di luar negeri. Dia baru pulang ke tanah air kemarin malam. Maura sangat mengenalnya, dia asisten yang paling setia terhadap keluarga Khendrik. Orang tuanya juga orang kepercayaan kedua orang tua Khendrik di saat mereka masih ada. Setelah kepergian mertuanya, orang itu menugaskan anaknya untuk ikut mengabdi kepada Khendrik.

__ADS_1


Maura yang kebetulan memang mempunyai nomor ponsel asisten pribadi suaminya, ia menghubungi orang itu untuk meminta bantuan. Hanya dia yang Maura percaya, ingin meminta bantuan kepada Kenan itu tidak mungkin. Maura tidak ingin mengganggu aktivitas Kenan bersama Liora.


"Halo, Niko?" sapa Maura kepada seseorang di seberang telpon.


"Halo, ada apa, Bu Maura?"


"Bisakah besok kamu datang ke rumah? Ada yang ingin saya bicarakan."


"Baik, Bu. Besok pagi saya ke sana."


"Terimakasih, Niko. Maaf sudah mengganggu aktivitas kamu."


"Tidak apa-apa, Bu. Memang sudah tugas saya menjalankan perintah dari anda."


"Saya tunggu besok, Niko."


"Iya, Bu Maura."


Niko dan Khendrik sudah seperti saudara, mereka tumbuh bersama, meskipun dengan status yang berbeda. Namun, Niko dari dulu sampai sekarang tidak pernah menikah, ia selalu beralasan sibuk bekerja dan tak sempat untuk menikah.


Niko sangat sedih mengetahui Khendrik yang berada di kantor polisi. Dia sangat tahu Khendrik itu orang seperti apa, Niko tak percaya kalau Khendrik bisa melakukan tindak kriminal. Tapi saat melihat semua bukti yang ditunjukkan oleh petugas polisi di situlah rasa percaya Niko hancur seketika. Dulu dia sangat mengagumi sosok Khendrik karena selalu setia terhadap istrinya, Maura.


Akan tetapi setelah dirinya kembali dari luar negeri dalam menjalankan tugas dari Khendrik, semuanya seolah berubah. Niko seperti tak mengenal atasannya.


...----------------...


Liora dan Kenan sedang bersantai di ruang tengah. Kenan memeluk Liora dari belakang dengan posisi duduk. Menyandarkan kepala sang pujaan hati di dada bidangnya. "Sayang! Apa yang kamu sukai dari aku?" tanya Kenan sambil menciumi rambut Liora.


"Apa ya? Dulu ... Waktu pertama kali aku masuk kampus. Aku menyukaimu pada pandangan pertama. Seorang kakak kelas yang super dingin, namun aku sangat menyukai sikapnya yang tak banyak bergaul dengan para wanita. Hingga dia menjadi guru pembimbing di kelasku. Harapanku untuk bisa mendekatimu semakin besar."

__ADS_1


"Pertemuan tak sengaja di Cafe Moana, mengantarkan aku sampai ke rumah. Pertemuan di jalan saat mau berangkat ke kampus. Masih banyak lagi kebersamaan kita yang sangat berarti buat aku, meskipun hanya sekedar mengumpulkan tugas anak-anak kelas yang secara langsung di perintahkan sama kamu."


"Hingga suatu ketika, harapanku musnah dan memilih untuk menjauh darimu, saat kamu memarahiku karena sebuah pesan yang tak jelas siapa pengirimnya." terang Liora menjelaskan.


"Maafkan aku, Sayang. Sebenarnya waktu itu aku menyuruh kamu ke ruang dosen bukan untuk memarahimu. Aku hanya ingin memberikan tugas buat kamu dan mengerjakannya di ruangan aku. Tiba-tiba semuanya berubah saat sebuah pesan dari nomor tanpa nama masuk ke ponselku, mengirim sebuah chat yang isinya percakapan tentangnya bersama kamu. Aku sangat marah saat itu hingga tak bisa berpikir jernih." Kenan berkata dengan penuh penyesalan.


"Makanya, lain kali jangan cuma percaya dengan sebuah pesan yang masih belum jelas siapa pengirimannya. Siapa tahu dia hanya ingin menghancurkan kehidupan kamu karena merasa iri dengan apa yang kamu peroleh."


"Iya, Sayang. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Sekarang aku hanya ingin membahagiakan kamu."


"Terimakasih sudah mau bertanggung jawab atas kehamilan aku, Kenan."


"Sayang!" Kenan membalik tubuh Liora agar menghadap ke arahnya. "Jangan bicara seperti itu, kamu mengingatkan aku dengan kesalahan yang telah aku perbuat."


"Bukan begitu maksud aku, Kenan."


"Kita lupakan yang lalu, dan sambutlah masa depan yang cerah bersamaku, Sayang."


"Iya, Kenan. Aku sudah melupakan semua kenangan buruk di masa lalu. Aku hanya akan mengingat kisah bahagia kita."


Cup.


"Makasih, Sayang." Kenan mencium kening Liora begitu lembut.


...----------------...


Terimakasih untuk para readers yang masih setia membaca novel ku 🥰.


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ☺.

__ADS_1


Sebenarnya aku mau up 2 bab sekarang, tapi pembaca berkurang. Nanti kalok rame, aku up banyak deh. Makasih yang sudah setia menunggu update dari novel ku😘😘😘


__ADS_2