
Happy Reading🥰
Liora keluar dari dalam ruangan Dokter, dengan langkah gontai. Pikiran dan hatinya sangat berkecamuk. Pikirannya berputar saat melakukan USG. Ia melihat Kenan begitu bahagia saat melihat sebuah titik di layar monitor, yang ternyata adalah sebuah janin yang berkembang di rahimnya.
Bentuknya memang masih kecil, karena usianya masih 4 minggu. Dihitung dari HPHT (Hari pertama haid terakhir). Tidak di pungkiri bahwa hati Liora juga bergetar saat melihat janin yang tumbuh di rahimnya.
Akan tetapi, di balik kebahagiaan yang ia rasakan, Ada kesedihan yang mendalam. Liora memegang perutnya yang masih terlihat rata. Liora mengusapnya pelan dengan kasih sayang.
"Sayang, maafin mama jika saat kamu lahir nanti, tidak bisa melihat papa kamu. Meskipun kamu lahir tanpa seorang papa. Mama akan selalu menyayangi kamu sepenuh hati." gumam Liora dalam hati.
Liora masih belum siap jika harus menikah dengan Kenan. laki-laki yang menjadi cinta pertamanya, namun Kenan juga yang telah menorehkan luka yang teramat dalam di hatinya.
Pikiran Liora seakan kosong. Bagaimana dia akan mengahadapi kakaknya. Pasti Jesicca akan sangat marah dan membenci dirinya. Tak terasa air mata mengalir di kedua pipi mulus, Liora. "Maafin aku, Kak. Maaf!" Liora hanya bisa membatin.
Kenan yang melihat wajah sedih sang pujaan hati, juga merasa sedih. Apakah Liora tidak bahagia mengandung anak darinya? Sampai-sampai dia menangis karenanya.
"Sayang! Kamu kenapa menangis? Kamu tenang saja, aku akan segera menikahi kamu." Kenan memegang kedua pundak Liora agar menatapnya.
Liora tersenyum kecut mendengar ucapan Kenan yang terasa enteng dan tidak merasa bersalah. Dengan cepat, Liora menepis kedua tangan Kenan yang bertengger di pundaknya.
"Puas kamu sekarang, huh! Gara-gara kamu hidup aku hancur, masa depanku juga hancur! Kakak aku pasti akan sangat membenci aku! Tega kamu Kenan. Tega! Kamu jahat! Aku membencimu! Jika saat itu kamu tidak memper**sa aku, pasti aku tidak akan hamil! Bahkan pukulan keras darimu aku bisa menahan sakitnya. Namun dengan kehamilan ini, hatiku sangat sakit, Kenan!"
Liora terus menangis dan memukul-mukul dada Kenan, untuk melampiaskan rasa marahnya. Kenan mendekap tubuh Liora. pukulan Liora tidak sakit sama sekali, tapi melihatnya menangis sungguh hati Kenan ikut teriris.
__ADS_1
"Maaf! Maafkan aku, Liora! Aku tahu aku salah, tapi aku serius ingin menikahi kamu!" Kenan tetap gigih dengan usahanya untuk menikahi Liora. Biarkan saja Liora semakin membencinya yang penting Kenan bisa hidup bersama dengan sang pujaan hati.
"Kenan!" teriak Maura kepada putranya. Sejak tadi Maura, Jesicca, dan Khendrik berada tidak jauh dari posisi Kenan dan Liora. Karena mereka memang menunggu Kenan dan Liora keluar dari ruangan dokter. Hingga mereka mendengar semua ucapan Liora yang begitu menyayat hati.
Kenan melepaskan pelukannya kepada Liora. Ia menatap mamanya dan ingin memberitahukan kabar bahagia ini, serta usia kehamilan Liora. Meskipun awalnya Kenan berbohong soal kehamilan Liora, tapi kali ini benar-benar nyata, dan rasanya sangat berbeda.
"Ma, Liora benar-benar ham ...."
Plak! Plak! Plak!
Maura menampar pipi Kenan dengan bertubi-tubi. Ia tidak menyangka putranya akan melakukan hal serendah itu. Maura mengira kehamilan Liora dilakukan atas dasar cinta, ternyata Liora hanya korban pemer**saan anaknya. Bahkan Maura mendengar langsung saat Liora mengatakan bahwa Kenan juga memukulnya.
"Laki-laki macam apa kamu Kenan! Mama dan papa tidak pernah mendidik mu untuk menjadi seorang laki-laki biadab! Mama sangat kecewa sama kamu Kenan!" Maura menumpahkan segala isi hatinya yang remuk gara-gara kecewa terhadap kelakuan sang putra. Ia merasa gagal mendidik anaknya agar menjadi laki-laki yang baik.
Bagaimana dengan kebejatan papanya? Bahkan kelakuan papanya lebih parah dari pada dirinya, yang tidak bertanggungjawab kepada Jesicca. Bahkan dia menyembunyikan kelakuan bejatnya terhadap sang mama.
Kenan tersenyum kecut saat menyadari akan hal itu. Ingin rasanya dia membongkar kejahatan sang papa di depan Maura. Namun, ia memilih diam. Biarlah mamanya mengetahui kebusukan sang papa dengan caranya sendiri. Kenan yakin sebentar lagi kejahatan Khendrik akan segera terbongkar. Apalagi Jesicca sempat mengungkitnya tadi.
Jesicca berlari dan memeluk Liora dengan erat. Air matanya tumpah seketika. Jesicca menyesal karena sudah marah kepada Liora. Jesicca mengira kalau Liora dan Kenan memang sengaja melakukan hal terlarang itu. Ternyata adiknya hanya korban di sini. Sama seperti dirinya dulu, korban dari Khendrik.
Jesicca menangis tersedu-sedu. Kecewa memang ia rasakan, tapi hanya kecewa terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Liora dengan baik, hingga berakhir seperti ini.
"Kita pulang ya Li." Jesicca membimbing Liora untuk pulang. Karena ia yakin kalau sang adik sedang tidak baik-baik saja, pasti perasaannya sangat hancur.
__ADS_1
Liora mengikuti sang kakak, dia tidak menghiraukan keberadaan Kenan, Maura, serta Khendrik di sana. Terserah mereka ingin membicarakan apa. Liora tidak ingin perduli.
Saat Kenan berusaha mengikutinya, namun dengan cepat Jesicca menghadang dan mengancam Kenan, kalau dia tidak akan memberikan restu, dan tidak mengizinkannya untuk bertemu lagi dengan Liora.
Akhirnya Kenan mengalah, ia membiarkan Liora dan Jesicca pulang berdua. Walaupun hati Kenan sangat khawatir dengan keadaan calon istri dan anaknya.
Maura, Kenan, dan Khendrik juga pulang ke rumah. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Kenan memilih pulang ke apartemennya untuk menenangkan diri.
Liora mengunci diri di dalam kamar. Jesicca sangat sedih melihat sang adik terpuruk. Andaikan dirinya tidak mengizinkan Liora bekerja di perusahaan Khendrik. Pasti semuanya tidak akan terjadi.
Akan tetapi, yang menjadi sebuah tanda tanya di benak, Jesicca adalah kenapa Kenan bisa melakukan hal sekeji itu? Pasti ada sebab dan akibat dari kejadian itu. Akibat dari kejadian itu, Liora akhirnya hamil. Namun yang menjadi sebab Kenan melakukan itu, karena apa?
Jesicca harus mengetahui semua itu. Karena Jesicca masih tidak tahu motif Liora bekerja di perusahaan Khendrik, karena ingin melakukan balas dendam. Hubungan Liora dan Khendrik saja Jesicca masih tidak tahu.
Liora merendam dirinya di dalam bathup, Pikirannya berkelana jauh. Miris sekali nasib percintaannya dengan Kenan, yang tandas karena terhalang sebuah balas dendam. Namun Kenan menawarkan cinta untuknya setelah Kenan melakukan sebuah kesalahan besar.
Bagaimana caranya Liora menerima cinta dan lamaran dari Kenan, sedangkan luka yang Kenan torehkan di hatinya masih belum kering.
"Entahlah, aku bingung harus mengambil keputusan seperti apa. Aku pasrahkan saja kepada takdir. Untuk saat ini, aku hanya akan fokus kepada kehamilan ku." batin Liora sedih.
...----------------...
Lophe-lophe se kebon cabe, untuk kalian yang masih setia membaca novel ku😘😘😘
__ADS_1