Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 100. Saya Akan Menikahi Mama Kamu.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Setelah cukup lama berdebat di dalam dapur, akhirnya kedua wanita cantik itu kembali lagi ke ruang tengah dalam keadaan baik-baik saja. Aneh memang! Setelah berdebat mereka malah terlihat lengket. Seperti yang tidak terjadi apa-apa, bahkan Edo sampai meringis melihatnya.


"Bumil memang aneh, kelakuannya selalu di luar nalar dan susah di tebak." lirih Edo. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Jesicca dan Liora duduk di samping pasangan masing-masing. Keadaan di sana sudah jauh lebih baik, sebab Kenan dan Niko tidak lagi berperang batin. Tatapan Kenan juga tidak sedingin tadi.


Karena hari sudah siang, mereka semua makan siang bersama. Kenan melarang istrinya untuk memasak, jadi ia memesan semua makan siang itu menggunakan delivery. Sungguh perlakuan Kenan terhadap Liora membuat kaum wanita menjadi iri.


"Ekhem! Kenan saya ingin bicara sama kamu." ucap Niko memberanikan diri setelah acara makan siang berakhir, dan mereka kembali ke ruang tengah.


Kenan mengerutkan keningnya, sebab tidak biasanya Niko akan berbicara kepadanya jika bukan karena hal penting, dan Kenan yakin kalau sekarang Niko ingin mengatakan suatu hal yang penting. Entah mengapa perasaannya jadi tidak enak. "Mau bicara apa, Om?" tanya Kenan dengan nada santai. Ia tidak lagi berbicara dingin kepada asisten pribadi sang papa.


"Saya ingin menikahi mama kamu!" ucap Niko to the point. Niko memang bukan orang yang suka bertele-tele, jadi ia akan berbicara langsung ke intinya.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...


Maura tersedak air liurnya sendiri saat mendengar perkataan Niko. Semua orang yang ada di sana juga tak kalah terkejutnya, mereka saling pandang satu sama lain. Bagaimana bisa seorang Niko melamar Maura di depan Kenan. Sungguh Niko telah menggemparkan jagat raya beserta isinya.


Sedangkan Kenan hanya bergeming. Ia di buat speechless dengan ungkapan Niko. Tenggorokannya terasa kering, lidahnya terasa keluh. Bayangan saat berada di hotel membuat pikiran Kenan tak menentu. "Jadi ... Benar! Mama sama Om Niko ada hubungan spesial? Aaargh! Sial! Aku memang menginginkan mama untuk menikah lagi, tapi kenapa harus Om Niko yang menjadi calon suami mama?"

__ADS_1


Kenan hanya bisa membatin, tiada hentinya dia mengumpat di dalam hati. Kenan melayangkan tatapan tajam ke arah Niko. Seperti biasa Niko membalas tatapan Kenan dengan datar, dan tanpa ekspresi. "Di restui atau tidak! Aku akan tetap menikahi Maura. Aku akan menerima semua konsekuensinya nanti setelah menikah." batin Niko penuh tekad.


Tidak ada yang berani mengeluarkan suara di ruangan itu, mereka takut salah bicara. Lebih baik menunggu keputusan dari Kenan. Sebenarnya kalau Liora dan Jesicca mereka senang kalau Maura menikah dengan Niko. Tapi, tidak tahu dengan tanggapan Kenan nanti.


Kenan menatap Maura dengan tatapan yang sulit di artikan. Namun di dalam hatinya, ia ingin mengetahui apakah mamanya itu juga menginginkan pernikahan ini. Kenan takut kalau Niko yang memaksa Maura untuk menikah.


"Ma! Mungkin ada yang perlu mama jelaskan?" tanya Kenan dengan suara beratnya.


Maura gelagapan, ia sangat gugup dan malu. Tindakan Niko membuat dirinya jadi tak menentu. "Emm ... I-itu ...."


"Kami saling mencintai, jadi kami memutuskan untuk segera menikah." Niko langsung memotong ucapan Maura yang sedari tadi tampak gugup.


"Aku tidak bertanya padamu!" desis Kenan dengan tatapan tajamnya.


Niko tidak terima dengan ucapan Maura yang terbilang menyerah begitu saja tanpa usaha. Niko tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Saat akan berbicara, tiba-tiba Kenan mengungkapkan keputusan.


"Jika Mama mencintai Om Niko kenapa aku harus tidak merestui? Aku hanya perlu alasan dari Mama yang tiba-tiba memutuskan akan menikah dengan Om Niko, padahal baru kemarin Mama resmi bercerai dengan papa. Apa sebegitu cepatnya Mama melupakan papa?" Kenan tidak tahan untuk tidak bertanya mengenai sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Maura seakan tertampar dengan pertanyaan Kenan yang begitu menohok di hatinya. Benar apa yang di katakan oleh putranya itu, mungkin dirinya terlalu egois dan tergesa-gesa untuk menikah lagi. Maura merasa bersalah terhadap Kenan yang tidak memikirkan perasaannya.


Liora, Jesicca, dan Edo memilih pergi dari ruangan itu untuk memberikan ruang privasi kepada Kenan, Maura, dan juga Niko. Agar mereka bisa leluasa berbicara tanpa merasa canggung dengan kehadiran mereka yang bukan asli dari keluarga Khendrik

__ADS_1


"Kenan! Aku mau ikut Kak Jesi dan Kak Edo ke minimarket, soalnya aku pengen ice cream. Boleh ya?" Liora terpaksa harus berbohong agar Kenan mengizinkannya pergi.


"Baiklah, hati-hati, Sayang." Kenan mengusap puncak kepala sang istri.


Setelah kepergian Liora, Jesicca, dan Edo. Kenan kembali mengintimidasi sang mama dan Niko. Bukan karena apa Kenan tidak langsung merestui hubungan mamanya dan Niko. Dia hanya memikirkan perasaan papanya yang masih berada di dalam sel penjara. Bagaimana jika Khendrik tahu bahwa mantan istrinya akan menikah dengan asisten pribadinya sendiri? Pasti perasaan Khendrik akan sangat hancur.


"Kenan, mama tahu ini mungkin terlalu cepat. Bukannya mama mau egois dengan perasaan mama sendiri. Tapi, apa kamu lupa seberapa egoisnya papa kamu dulu? Bahkan papa kamu menyakiti hati mama saat kami masih menikah. Sedangkan mama dan Niko akan menikah setelah mama sudah resmi bercerai dengan Khendrik."


"Mama punya alasan tersendiri untuk menikah dengan Niko, Ken. Bukannya mama sengaja ingin cepat-cepat menikah. Namun ada alasan yang tak bisa mama jelaskan sama kamu. Tapi percayalah mama sangat menyayangi kamu." tutur Maura panjang lebar. Bahkan ia menjelaskan alasannya dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.


Kenan tercengang mendengar penuturan sang mama. Padahal bukan maksud Kenan untuk mengingatkan kejahatan yang papanya lakukan terhadap Maura. Kenan jadi merasa bersalah, dan akhirnya membuat luka di hati Maura kembali menganga.


"Ma! Maafin Kenan! Aku tidak bermaksud membuat Mama bersedih. Kenan hanya takut Mama akan di permainan oleh Om Niko. Kenan ingin tahu apakah kalian saling mencintai atau hanya Om Niko yang memaksa Mama untuk menikah dengannya."


Mendengar ucapan Kenan. Maura dan Niko merasa malu sendiri. Mereka kira Kenan tidak akan merestui hubungan mereka karena Kenan masih kepikiran dengan Khendrik. Namun itu semua karena Kenan sangat menyayangi Maura, makanya dia tidak ingin Maura tersakiti untuk yang kedua kalinya.


"Kalau masalah itu kamu tenang saja Kenan. Saya sangat mencintai mama kamu lebih dari apapun. Jadi kamu tidak perlu khawatir, saya akan membahagiakan Maura selama saya masih bernyawa." Niko berkata dengan serius.


Kenan percaya dengan apa di katakan oleh Niko. Sebab Kenan sangat tahu Niko itu orang seperti apa. Dia tidak akan pernah main-main dengan ucapannya. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk Kenan tidak merestui hubungan mereka.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘😘


__ADS_2