
Happy Reading 🥰
Sepulang dari pantai, Kenan langsung kembali ke rumah. Ia pergi ke pantai untuk memantau lokasi di sana. Karena dia dan keluarga akan mem-booking tempat itu untuk acara Anniversary pernikahan mama dan papanya. Itu semua atas permintaan sang mama yang ingin merayakannya di pantai tempat ia bertemu dengan Liora tadi.
Saat memantau lokasi itu, ia tidak sengaja melihat Liora di ganggu oleh seorang laki-laki brengsek. tidak tahu kenapa ia merasa marah melihat adegan itu. Mungkin karena Liora adalah anak didiknya, dia merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaganya meskipun diluar area kampus.
Tiba di kediaman Khendrik, Kenan langsung memarkirkan mobil di garasi. Ia masuk ke dalam rumah dan disambut hangat oleh sang Mama. Ia mendaratkan bokongnya di sofa ruang tengah, di sana juga ada sang Papa yang juga menunggunya pulang.
"Bagaimana sayang, apakah kamu sudah memantau lokasi di pantai Cinta?" tanya Maura dengan antusias.
Ya, pantai yang di kunjungi oleh Kenan dan Liora adalah pantai Cinta. Pantai yang sangat indah dan cocok untuk sepasang kekasih yang sedang memadu kasih di sana.
"Sudah Ma. Dan aku sudah me-reservasi tempat itu."
"makasih ya sayang," ucap Maura dengan tulus. Ia memeluk Kenan dengan kasih sayang. Maura memang sangat menyayangi Kenan, putra semata wayangnya. Meskipun Kenan selalu bersikap dingin, tapi ia tahu jika Kenan juga sangat menyayanginya. Hanya saja ia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Kenan tipikal orang yang irit bicara, tapi jika ia menyayangi seseorang, ia akan membuktikannya dengan cara yang sangat luar biasa. Bukan hanya sekedar melalui ungkapan.
__ADS_1
"Dia sudah besar Ma, jangan di peluk terus!" celetuk Papa Kenan.
"Cih! Dasar bucin!" sungut Kenan. Meskipun ia irit bicara di luaran sana, namun Kenan akan bersikap hangat jika bersama keluarganya. Seperti sekarang ini, ia tidak akan segan untuk menggoda sang papa, yang ia anggap terlalu bucin meskipun sudah tua. Tapi ia sangat bahagia karena sejak ia kecil, orang tuanya selalu terlihat harmonis. Tak pernah sekalipun melihat mereka bertengkar karena suatu hal. Entah itu karena mereka tidak pernah mempunyai masalah atau karena mereka pandai menyembunyikan masalah mereka dari Kenan. Yang nyatanya setiap rumah tangga akan ada ombak yang menerjang, meskipun terkadang ada pasang surutnya.
Setelah cukup lama berbincang dengan kedua orang tuanya, Kenan memilih pergi ke kamar. Ia merebahkan diri di ranjang king size miliknya. Ia menatap langit-langit kamar dengan kedua tangan ditekuk dibawah kepala untuk dijadikan bantal, dan kaki kiri berada diatas kaki kanannya membentuk menyilang.
Pikirannya menerawang jauh. memikirkan seorang gadis cantik dan mungil yang akhir-akhir ini sering memenuhi kepalanya. Jika mengingat kelakuan gadis itu, yang menurutnya agak absurd membuat ia tertawa sendiri. Bibirnya yang mungil sangat imut ketika dia sedang mengoceh tidak jelas.
"Aaargh! Kenapa aku selalu memikirkannya? Sepertinya otakku memang bermasalah," ucap Kenan. Lalu bangkit dari posisi tidurnya dan bersandar di head board. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Melihat sebuah foto yang ia ambil secara diam-diam. Difoto itu tampak jelas raut kebahagiaan dalam diri seorang gadis cantik. Ia sedang berjalan dipinggir pantai dengan kaki telanjang. Rambut yang panjangnya sebahu diterpa angin yang membuatnya sedikit berantakan. Tapi hal itu tidak mengurangi kecantikan alami yang terpancar diwajah gadis itu. Cukup lama Kenan memandangi foto itu, hingga akhirnya ia mematikan ponsel dan meletakkannya di atas nakas dekat ranjang.
"Tadi aku hanya kebetulan memotretnya. Tidak ada maksud lain. Aku hanya ingin memantau lokasi di sana dan tiba-tiba saja kamera ponselku tertuju kepada Liora setelah kami bertemu. Jadi aku tidak sengaja menyimpan foto itu." gumam Kenan yang terus saja menyangkal perasaannya terhadap Liora.
...----------------...
"Oiya ..., Aku 'kan punya nomor telpon pak Kenan! Kemarin aku sempat meminta nomornya karena ingin konsultasi tentang materi yang ia berikan, jika aku ada kesulitan." Liora mengambil ponselnya lalu mencari nomor yang ia save di kontak dengan nama pangeranku. Ia tersenyum ketika melihat nama itu. Ia juga ragu untuk mengirim pesan kepada Kenan. Apa yang harus ia katakan nanti, padahal dia hanya ingin berbasa-basi saja, karena tidak ada materi dari Kenan yang tidak ia mengerti. Kenan selalu menjelaskan materinya dengan sangat terperinci.
__ADS_1
"Aku harus mencari alasan agar aku bisa mengirim pesan kepada pak Kenan. Biarlah dia berkata aku ini gadis tidak tau malu karena berani mengirim pesan lebih dulu kepada seorang laki-laki. Lagi pula pak Kenan tidak mempunyai istri, jadi aku tidak salah dong jika terus berusaha untuk mendekati pak Kenan dan membuatnya mencintai aku." Liora berkata dengan begitu percaya diri. Ia sangat mencintai Kenan, karena itu ia akan terus berusaha untuk menggapai cintanya.
Liora menyalakan ponsel lalu dia menekan aplikasi hijau yang bertuliskan Whatsapp. Ia mencari nomor Kenan di sana. Jemari lentiknya dengan lincah mengutak-atik layar di benda pipih itu. Ia menulis sebuah pesan untuk Kenan.
"Selamat malam **P**ak. Maaf mengganggu. Saya mau menanyakan materi dari bapak yang kurang saya mengerti." begitulah isi pesan yang ditulis Liora untuk Kenan.
Sedangkan Kenan yang berada di kamar merasa terganggu dengan suara dering ponsel miliknya. "Siapa yang mengganggu waktu istirahat ku?" Kenan mendengus kesal. Ia mengambil ponsel yang masih terletak diatas nakas. Kenan melihat ada pesan masuk disana. Setelah melihat siapa yang mengirim pesan, seketika itu juga bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. Meskipun itu adalah nomor baru, tapi foto profil sang pengirim terlihat jelas. Seorang gadis cantik tersenyum sangat manis dengan tangan menopang dagunya.
"Dasar! Gadis nakal!" Kenan tersenyum jahil. Ia sengaja tidak membalas pesan dari Liora, ia tahu pasti Liora hanya mencari alasan untuk bisa menghubunginya. Ia kembali meletakkan ponsel itu di atas nakas setelah men-silent nya.
"Apa! Dia hanya melihatnya dan tidak membalas pesanku! Dasar, sok jual mahal! Awas saja nanti jatuh cinta sama aku!" sungut Liora. Ia memilih masuk kedalam kamarnya dan beristirahat. Ia akan menanyakan hal itu besok kepada Kenan, ketika sudah ada di kampus.
...----------------...
Terimakasih yang sudah membaca karya pertamaku🥰
__ADS_1
Semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya.
Jangan lupa Follow akunku dan juga tekan like, komen dan gifnya ya🥳🥳🥳