Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 42. Bertemu.


__ADS_3

Happy Reading🥰.


Kenan merasa sangat frustasi, pikirannya kacau. Ia memikirkan keadaan Liora, bagaimana jika Liora melakukan hal yang diluar nalar? Karena merasa putus asa dengan keadaanya? Sungguh Kenan tidak dapat membayangkan semua itu.


Kenan telah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Liora. Ia harus segera menemukannya dan meminta maaf kepada Liora. Kenan benar-benar menyesal atas perbuatan b*j@tnya terhadap Liora.


Kenan memandangi tangannya yang ia gunakan untuk menampar wajah Liora. Ia sampai menyiram telapak tangannya menggunakan air panas, agar bekas tamparannya hilang. Namun itu tidak membantu sama sekali. Hanya sakit dan perih yang Kenan rasakan.


"Pasti kamu sangat marah dan membenciku, Liora. Maafkan aku, aku benar-benar menyesal. Kenapa kamu tidak jujur dari awal, kalau kamu hanya ingin balas dendam kepada papa? Jika aku tahu, aku tidak akan berbuat kasar sama kamu." ucap Kenan dengan deraian air mata.


"Semua ini salah papa! Andai saja papa mau bertanggungjawab kepada kakaknya Liora, pasti Liora tidak akan merusak rumah tangga kalian, dan aku tidak akan menyakiti Liora! Aaaargh! Sia! Sial!" Kenan mengacak rambutnya frustasi. Kenan terus menyalahkan papanya atas kesalahan yang ia perbuat terhadap Liora.


Plung ...


Ponsel Kenan berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk. Kenan dengan cepat mengambil ponselnya yang di letakkan di atas meja. Raut wajah Kenan berubah muram, saat membaca pesan yang dikirim oleh anak buahnya. Yang mengatakan kalau mereka masih tidak menemukan keberadaan Liora.


Kenan keluar dari dalam ruang kerjanya, dengan cepat memasuki lift, dan keluar dari perusahaannya. Kenan akan mencari keberadaan Liora, sendiri. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Netranya melirik terus menelusuri jalanan, berharap ia melihat sosok wanita yang ia cari-cari.


Kenan tahu kesalahannya sangat lah fatal. Namun, ia akan tetang memperjuangkan cintanya. Karena Liora adalah wanita pertama yang membuatnya merasakan jatuh cinta. Meskipun Kenan pernah menjalin kasih dengan seorang wanita di masa lalunya, tapi dia melakukan itu bukan atas dasar cinta.


Sangat berbeda dengan perasaan yang ia rasakan jika bersama dengan Liora. Jantungnya akan berdetak dengan cepat, seolah berdesir ketika ia menatap wajah Liora. Tubuhnya juga merespon dengan baik saat bersentuhan dengan Liora. Kenan kembali mengingat sentuhannya terhadap Liora.

__ADS_1


Kenan tersenyum simpul saat merasakan kenikm@tan tiada tara saat memasuki sawah milik Liora. Ia merasa sangat beruntung, karena bisa menjadi orang pertama untuk Liora. Rasanya Kenan ingin mengulang kembali kegiatan panas itu.


"Aaaargh! Bisa-bisanya aku berpikiran kotor terhadap Liora. Mana mungkin Liora mau melakukannya lagi denganku, sedangkan waktu itu aku melakukannya dengan cara memaksa, dan juga sangat kasar. Pasti Liora akan sangat membenciku." Kenan terus meracau seorang diri. Ia seperti orang gila, yang kadang tersenyum, dan juga sedih secara bersamaan.


Kenan menuju ke sebuah pantai di daerah yang lumayan jauh dari Kantornya. Pantai yang terlihat sangat indah, apalagi dengan suasana yang sangat sepi. Sepertinya pantai ini jarang di kunjungi oleh orang-orang. Mungkin karena pantai itu terletak sangat jauh dari pemukiman.


Kenan turun dari dalam mobilnya. Ia menghirup udara segar di pantai itu. Ia akan menikmati sunrise di sana. Kenan duduk di atas mobil bagian depan. Ia terlentang dengan kedua tangan dilipat di bawah kepala. Kakinya menjuntai ke atas pasir.


Kenan memejamkan mata, Samar-samar ia mendengar suara isak tangis seseorang. Kenan membuka mata dengan sempurna. Kepalanya celingak-celinguk mencari sumber suara itu berasal dari mana.


Kenan berjalan ke bibir pantai, ia menelusuri tempat itu untuk mencari suara tangis yang semakin terdengar dengan jelas di telinganya. Tidak jauh dari tempatnya berada, ia melihat Ada sebuah batu yang di atasnya ada seorang wanita tengah duduk membelakangi dirinya.


Kenan semakin mendekat ke arah wanita itu, namun saat tinggal beberapa langkah saja ia akan sampai, Kenan menghentikan langkahnya. Ia mengenali suara wanita yang sedang mengumpat di depannya.


"Liora!" seru Kenan. Ia sangat hafal dengan suara itu, suara wanita yang sudah berhasil mengobrak-abrik hatinya. "Ternyata Kamu sangat membenciku Li. Aku benar-benar minta maaf! Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf darimu, Liora!" batin Kenan dengan semangat.


Kenan mendekati Liora yang masih menangis sesenggukan. Liora terlihat memeluk kedua lututnya, dengan rambut yang digerai, dan menutupi wajahnya. Kenan mendekap Liora dari belakang. "Maaf! Maafkan aku sayang." ucap Kenan yang dengan berani mengatakan kata SAYANG kepada Liora.


Liora tersentak kaget, saat merasakan sebuah tangan melingkar di tubuhnya. Liora menghentikan tangisnya, dan reflek berteriak histeris. "Aaaargh ... Aaaargh ..., lepas! Siapa kamu!" Liora terus meronta agar bisa lepas dari dekapan itu.


Kenan tidak melepaskan dekapannya, ia justru semakin mengeratkan dekapan itu. "Ini aku sayang, Kenan! Maafkan aku, aku memang sangat keterlaluan. Aku menyesal!" bisik Kenan tepat di daun telinga, Liora.

__ADS_1


Liora diam membatu. Ia tercengang saat mendengar suara Kenan. Ia tak menyangka jika Kenan menemukan keberadaannya. "Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar tak sanggup berhadapan dengan Kenan. Aku harus mencari cara agar bisa lepas dari Kenan." batin Liora.


"Kenapa kamu diam saja sayang, hum?" tanya Kenan yang masih setia mendekap Liora.


Liora dengan lembut melepaskan tangan Kenan yang melingkar di tubuhnya. Ia tak menjawab pertanyaan Kenan, bahkan ia tak ingin menatapnya. "Maaf Tuan. Saya tidak mengenal anda!" ucap Liora penuh dengan penekanan.


Liora bersikap seolah dia tak mengenal Kenan. Karena pada dasarnya, ia memang akan melupakan Kenan yang pernah hadir dalam hidupnya. Ia beranjak dari posisi duduknya, dan turun dari atas batu itu. Ia melangkah pergi meninggalkan Kenan di sana.


Kenan mengejar Liora, ia tidak ingin kehilangan Liora, lagi. "Tunggu Li. Aku tahu kamu sangat marah, dan sangat membenciku. Tapi beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku." Kenan mencekal rumah tangan Liora yang ingin pergi.


"Memangnya anda salah apa, Tuan? Saya rasa, kita tidak pernah bertemu sebelumnya!" Liora menghempaskan tangan Kenan dengan kasar. "Jangan coba-coba untuk mengejar saya, karena jika sampai itu terjadi, maka saya akan sangat membenci anda, dan tidak akan pernah memaafkan kesalahan anda, mengerti!" lanjutnya penuh penekanan, dengan mata yang menyala


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk sekarang. Tapi, tidak untuk besok. Besok aku akan menemuimu lagi, sayang!" ucap Kenan mengalah. Ia membiarkan Liora pergi dari sana.


Liora berjalan dengan cepat. Agar bisa jauh dari Kenan. Ia berharap, semoga Kenan tidak menemuinya besok.


...----------------...


Jangan lupa vitaminnya untuk Author, khusus hari senin ini😁😘.


Kirim Vote/gift sebanyak-banyaknya 🥳🥳🥳

__ADS_1


Lophe-lophe se kebon cabe


__ADS_2