Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 101. Pengantin Baru.


__ADS_3

Happy Reading🥰


1 bulan berlalu ...


Sekarang adalah hari pernikahan Maura dan Niko. Setelah merasakan ketegangan saat meminta restu kepada Kenan, akhirnya Maura dan Niko bisa menikah atas restu dari Kenan. Namun dengan satu syarat Kenan akan merestui mereka, asalkan mereka menikah bulan depan, dan tidak boleh terburu-buru. Kenan harus menjaga nama baik keluarga Khendrik.


Niko setuju dengan syarat itu, tidak masalah meskipun harus menunggu satu bulan yang penting Niko bisa menikah dengan Maura. Dengan begitu dia bisa nyicil dulu sambil menunggu halal. Ya mana tahan Niko menunggu selama satu bulan sedangkan si Otong terus memberontak.


Niko terkekeh geli di dalam harinya membayangkan betapa mesumnya dirinya. Entahlah hanya dengan Maura Niko bisa bersikap apa adanya. Tidak seperti saat bersama dengan wanita lain. Hanya Maura yang membuat dirinya terpesona, dan membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.


Acara pernikahan Maura dan Niko tidak di gelar mewah, mereka hanya menikah secara sakral. Cuma dihadiri oleh keluarga inti dan beberapa saksi saja. Yang penting pernikahan mereka SAH nantinya. Lagipula Maura malu mengingat umurnya yang sudah berkepala empat, tapi masih menikah lagi bersama seorang lajang.


Acara pernikahan itu di laksanakan di rumah Maura yang baru. Ada Liora, Kenan, Jessica, Edo, kedua orang tua Edo, dan juga sepuluh orang lainnya yang bertugas sebagai saksi pernikahan Maura dan Niko.


Dari pihak Niko tidak ada keluarga yang hadir di sana, sebab Niko sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Dia sekarang hanya sebatang kara, maka dari itu Niko harus segera menikah agar ada yang menemani dirinya setiap hari.


Liora dan Jessica menatap kagum kepada sosok Maura yang terlihat cantik dengan balutan kebaya warna putih. Sungguh Maura masih terlihat seperti wanita berusia 30 tahunan. Dia sangat awet muda, ya namanya juga istri pengusaha pastinya selalu rutin perawatan. Wajar saja Niko tergila-gila kepada Maura. Selain cantik, Maura juga baik hati.


"Mama cantik banget!" Liora melihat Maura dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Iya, Mama masih terlihat seperti wanita 30 tahunan. Mama awet banget, apa sih rahasianya?" ujar Jesicca menimpali.


"Kalian ada-ada saja, mama ini sudah tua. Sebenarnya mama sangat malu jika mengingat umur. Tapi mau bagaimana lagi keadaan yang memaksa mama untuk menikah lagi."


"Hust! Mama gak boleh ngomong kayak gitu. Mama pantas bahagia! Aku berharap setelah ini mama selalu bahagia bersama dengan Om Niko." Liora berkata dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Mama juga berharap begitu. Terimakasih atas doa kalian ya." Maura memeluk kedua wanita cantik itu dengan kasih sayang. Maura bersyukur bisa memiliki menantu seperti Liora, dan juga Jesicca yang ia anggap seperti anak sendiri.


Sedangkan di ruang tengah, Niko sedang menunggu kedatangan Maura. Niko terlihat tampan dan gagah dengan memakai setelan jas warna hitam. Meskipun usianya sudah sangat matang, tetap saja Niko merasa gugup. Namun ia berusaha baik-baik saja di depan Kenan dan Edo. Ia tidak mau di tertawakan oleh mereka berdua.


Ini adalah pengalaman pertama bagi Niko, jadi wajar jika dia gugup. Apalagi selama ini Niko tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Sebentar lagi acara akan di mulai, tapi Maura masih belum turun juga. Niko merasa cemas, ia jadi teringat dengan sinetron-sinetron di televisi yang ada adegan calon mempelai wanita kabur saat acara ijab kabul akan berlangsung.


Niko takut Maura melakukan hal yang sama, pergi meninggalkan dirinya di acara pernikahan yang sudah ia tunggu-tunggu. Niko berencana untuk menemui Maura ke dalam kamar, namun gerakannya di hentikan oleh Kenan.


"Om, mau kemana?" Kenan merasa curiga dengan gelagat Niko.


"Saya mau menemui mama kamu di kamar."


"Untuk apa, Om? Mama 'kan lagi siap-siap."


Kenan yang menyadari kekhawatiran di mata Niko, jadi ingin mengerjainya. "Om Niko takut mama kabur ya!"


"Nggak! Saya cuma mau memastikan keadaan di sana, takut mama kamu kenapa-napa."


"Halah, ngaku aja deh, Om. Tenang Om, di kamar mama juga ada Liora dan Kak Jesi." ucap Kenan sambil menahan rasa ingin tertawanya. Ia merasa terhibur dengan wajah merona yang Niko tampakkan, itu artinya Niko sangat malu sudah ketangkap basah oleh Kenan.


Niko tidak menggubris ucapan Kenan yang terus meledeknya. Ia memilih untuk kembali ke tempat semula, dan berhadapan dengan pak penghulu. Yang akan menikahkan dirinya bersama Maura nanti. Hingga tak berselang lama pengantin wanita menuruni anak tangga, membuat Niko terpesona dengan kecantikan Maura.


Niko sampai tidak berkedip menatap sang mempelai wanita, hingga Maura sudah berada tepat di sampingnya lalu duduk bersanding dengan calon imamnya yang baru. Niko baru tersadar ketika pak penghulu menegurnya.


"Pak Niko! Apakah anda siap untuk melakukan prosesi ijab kabul?" tanya pak penghulu dengan suara lantang agar Niko tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"E--i-iya Pak, saya siap!" jawab Niko gugup namun sangat cepat. Ia sudah tidak sabar ingin mengunci diri bersama Maura di dalam kamar seharian.


Pak penghulu memulai acara itu dengan serangkaian doa, lalu dilanjutkan dengan ijab kabul. Setelah para saksi mengucapkan kata SAH, pak penghulu kembali merapalkan doa keberkahan untuk kedua mempelai yang telah halal itu.


Senyuman tidak pernah lepas dari bibir Niko. Ia benar-benar sangat bahagia. Dari dulu inilah yang Niko harapkan untuk bisa menikah dengan wanita yang paling dia cintai, yaitu Maura. Meskipun dirinya harus menunggu Maura menjadi janda dulu, Niko tidak masalah.


Maura juga sangat bahagia bisa menikah dengan Niko, meskipun cintanya tidak sebesar cinta Niko terhadapnya, namun Maura akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Niko.


Semua yang hadir di sana mengucapkan selamat untuk kedua mempelai. Begitu juga dengan Liora, Kenan, Jesicca, Edo, Dewi, dan Rudy. Juga mengucapkan selamat kepada pengantin baru.


"Mama! Semoga mama bahagia hidup dengan Om Niko. Jika Om Niko berani membuat Mama sedih dan sengsara, bilang saja sama aku, biar aku kasih pelajaran sama Om Niko!" ucap Kenan dengan melirik tajam ke arah papa sambungnya.


"Itu tidak akan pernah terjadi! Mulai sekarang kamu harus sopan memanggil saya." Niko memberikan kode untuk Kenan supaya memanggil dirinya dengan panggilan 'Papa'.


Kenan tidak menanggapi ucapan Niko. Dia sangat tahu apa yang di inginkan oleh Niko. Namun Kenan masih merasa gengsi. Dia memilih pergi ke tempat lain.


"Mama, selamat ya. Aku turut bahagia." Liora memeluk Maura seraya mengucapkan selamat. Begitu juga dengan Jesicca. Mereka berpelukan bersama-sama. Untuk menyalurkan kebahagiaan yang mereka rasakan.


"Terimakasih, Sayang!" Maura mencium puncak kepala Liora dan Jesicca.


"Astaga! Terlalu banyak drama! Jika begini terus, bisa lama aku ngamar nya sama Maura!" batin Niko merasa kesal. Dia sudah tidak sabar ingin bermain tanam-tanaman lagi.


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘.

__ADS_1


__ADS_2