Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 110. Kaila Sekar Alterio.


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿฅฐ


Maura merasakan mulas pada perutnya. Keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya. Sebisa mungkin Maura menahan rasa sakit itu. Ia tidak ingin membuat Liora dan Kenan terganggu dan merasa cemas dengan keadaannya. Maura ingin menemui Niko di luar ruangan itu. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba ...


Bles!


Sesuatu pecah dan mengaliri kedua paha Maura. Liora dan Kenan sangat terkejut melihat itu. "Mama!" teriak mereka berbarengan.


Kenan berlari menghampiri sang mama yang terlihat kesakitan. Dengan sigap Kenan menggendong Maura, lalu membawanya keluar dari ruangan itu, dan menuju ke ruang bersalin. Kenan yakin bahwa mamanya akan segera melahirkan.


Niko yang berada di luar ruangan VVIP sangat terkejut melihat Maura berada di dalam gendongan Kenan. "Kenan! Apa yang terjadi?" tanya Niko dengan wajah panik. Ia mengambil alih Maura dari gendong Kenan.


"Sepertinya mama akan Melahirkan. Air ketubannya sudah pecah tadi di dalam."


"Apa!" Niko terlihat panik, ia berlari ke ruang persalinan. Apalagi ketika melihat wajah Maura yang sangat pucat. Ia benar-benar takut dengan situasi seperti ini.


"Dokter! Dokter! Tolong istri saya, dia mau melahirkan!" teriak Niko kalang kabut. Ia berlari melewati koridor rumah sakit, hingga orang-orang menatap dirinya. Niko tidak perduli dengan tatapan mereka, yang paling penting adalah keselamatan istri dan calon anaknya.


Seorang dokter dan para perawat datang berbondong-bondong ke arah Niko yang terlihat panik. Mereka langsung membawa Maura ke ruang persalinan setelah memindahkan Maura ke atas brankar rumah sakit.


Niko menemani Maura di dalam ruang persalinan. Tak terasa air mata Niko menetes, ia sangat takut kehilangan Maura. "Sayang, bertahanlah! Kamu pasti kuat!" ucap Niko menyemangati sang istri.


Maura hanya menganggukkan kepala. Untuk sekedar mengeluarkan suara pun sangat susah. Ini memang bukan kali pertama bagi Maura untuk melahirkan. Namun meskipun begitu rasa sakitnya tetap sama seperti saat akan melahirkan Kenan. Maura yang sudah berpengalaman tidak terlalu panik. Ia diam saja agar tidak membuang-buang tenaganya.


Maura mulai mengenjan mengikuti instruksi dari dokter. Niko tiada hentinya terus menyemangati Maura. Hingga beberapa saat kemudian tangisan seorang bayi cantik menggema di seisi ruangan itu. Membuat tubuh Niko ambruk di atas lantai.

__ADS_1


Bruk!


"Tuhan, terimakasih atas karunia yang engkau berikan kepadaku!" Niko bersujud di atas lantai seraya mengucapkan puji syukur kepada sang Pencipta. Niko menangis haru, ia mengecup bibir Maura dengan sangat dalam. Lalu membisikkan sesuatu di telinga Maura. "Terimakasih, Sayang. Sudah menyempurnakan aku sebagai seorang suami dan ayah. Aku sangat mencintaimu!"


Maura tersenyum manis kepada Niko. Sungguh hatinya sangat bahagia mendapatkan suami sebaik Niko, yang selalu mencintainya. Niko berjalan ke arah sang buah hati yang tengah menangis.


Oek! Oek! Oek!


Niko mulai mengadzani bayi itu disertai dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Setelah mengadzani sang buah hati, Niko kembali ke arah Maura. Dengan penuh perhatian, Niko mengambilkan minum untuk Maura.


Maura sudah di pindahkan ke ruang VVIP yang bersebelahan dengan kamar Liora. Supaya mereka bisa berdekatan, dan saling memantau. "Wah, adikku sangat cantik. Mirip sekali sama mama," puji Kenan ketika menimang sang adik.


"Kamu bisa saja, Ken. Mama jadi malu, disaat menantu mama melahirkan, mama juga melahirkan anak mama."


"Tidak apa-apa, Ma. Itu sudah takdir. Jadi mama jangan memikirkan itu."


"Ada suster yang menemaninya. Mama tenang saja, kita dekat gini kok. Jadi Liora tidak akan merasa takut."


"Iya, Ken." Maura diam saja, tak ingin berdebat dengan Kenan.


"Om Niko, selamat ya. Akhirnya Om punya anak juga. Hahahaha ...." Kenan menertawakan Niko yang tengah menatapnya kesal.


"Dasar! Tidak sopan! Aku ini ayahmu juga!"


Ekspresi wajah Kenan langsung berubah jadi datar, senyuman di wajahnya tiba-tiba menghilang. Ia benar-benar tidak bisa memanggil Niko dengan sebutan Ayah ataupun papa. Menurutnya papanya hanya satu, yaitu Khendrik. Jadi, meskipun Kenan sudah menganggap Niko sebagai ayahnya sendiri, namun tidak dengan panggilan papa.

__ADS_1


"Siapa nama adikku, Ma?" tanya Kenan untuk menghindari pembicaraan dengan Niko.


"Namanya Kaila Sekar Alterio. Panggil dia Kaila," bukan Maura yang menjawab, tapi Niko. Dia sudah mempersiapkan nama untuk sang buah hati. Niko dan Maura memang tahu mengenai jenis kelamin anak mereka. Sebab mereka selalu melihatnya ketika melakukan USG. Berbeda dengan Liora dan Jesicca yang ingin menjadikan jenis kelamin anak mereka menjadi surprise.


Niko juga menyematkan nama dirinya di belakang nama sang putri. Alterio adalah nama belakang dari Niko, Niko Alterio. Hari perkiraan lahir untuk ibu hamil menurut prediksi dokter memang tidak bisa di deteksi. Seperti pada kehamilan Liora, Jesicca, dan Maura. Hari perkiraan lahir dari ketiga wanita hamil itu sangat berbeda dengan yang dokter tentukan.


Jesicca melahirkan di usia kehamilan yang ke delapan bulan. Liora melahirkan saat usia kehamilan memasuki minggu ke 42. Sedangkan Maura melahirkan saat memasuki bulan ke delapan. Sama seperti Jesicca, Bayi Maura juga lahir secara prematur. Namun bayi mereka sama-sama sehat, bahkan berat badan sang bayi sudah lebih di atas 2.5 kilo.


Maura memang mempunyai riwayat lahir prematur. Jadi dia sudah tidak heran jika sekarang melahirkan prematur. Sebab dulu Kenan juga lahir prematur. Namun Kenan tetap sehat dan tidak kekurangan gizi sedikitpun.


Jadi, anak-anak mereka sudah seperti anak kembar. Hanya selisih tiga minggu kepada anak Jesicca. Sedangkan anak Maura selisih tiga jam sama anaknya Liora. Jika mereka sudah besar nanti pasti akan sangat menggemaskan.


"Nama yang indah, sangat cocok dengan wajah adikku yang cantik dan menggemaskan." Kenan mencolek pipi Kaila dengan gemas. Itulah kebiasaan Kenan jika menggendong seorang bayi, maka dia akan bermain-main dengan pipinya.


"Ya udah, aku ke ruangan Liora dan anak aku dulu ya Ma, Om," pamit Kenan akhirnya.


Maura dan Niko menganggukkan kepala sebagai jawaban. Niko mengambil alih Kaila dari gendongan Kenan. Putri yang akan dia cintai sepenuh hati. Kaila tidak diajarkan untuk melakukan IMD, sebab Niko tidak mengizinkan Maura untuk menyusui. Lagipula ASI Maura tidak keluar, jadi Niko memberikan susu formula terbaik untuk anaknya. Biarlah susu instan itu menjadi milik Niko seutuhnya. Agar dirinya tidak berbagi dengan Kaila.


Kenan melihat wajah Vania yang tengah tertidur lelap di atas tempat tidur khusus untuk bayi yang ada diruangan itu. Kenan sengaja memilih kamar VVIP untuk Liora dan bayi mereka, agar baby Vania tidak pisah kamar dengan Mommy nya.


"Sayang, I LOVE YOU SO MUCH," ucap Kenan sambil menempelkan bibirnya ke bibir Liora dengan singkat.


"Love you to, Kenan!" Liora tersenyum lembut kepada sang suami. Matanya memancarkan cinta yang sangat besar untuk Kenan. Dia merasa bahagia karena mempunyai Vania di tengah-tengah keluarga kecilnya.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2