Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 15. Pergi ke pesta


__ADS_3

Happy Reading🥰


Hotel Kejora.


Malam ini adalah malam acara pesta Bagas. Pesta yang digelar sangat mewah di hotel itu, hotel bintang 5. Tamu yang datang semuanya dari kalangan atas. Hotel pun didekor sedemikian rupa, sangat mewah. Pesta itu diadakan untuk merayakan hari anniversary pernikahan Bagas dengan istrinya yang ke 3 tahun.


Jessica datang bersama dengan Edo. Mereka sangat serasi layaknya sepasang kekasih. Jessica menggunakan gaun berwarna hitam tanpa lengan dengan panjang yang sebatas lutut, dibagian depan gaun terdapat taburan mutiara yang menghiasi keindahan gaun itu. Sepasang high heels menambah ke anggunan dalam cara berpakaian dan gaya berjalannya. Rambut indah sepanjang bahu dibiarkan terurai dengan gaya curly. Dengan polesan sedikit make up yang memancarkan kecantikan alami dari dalam dirinya.


Sedangkan Edo. Ia memakai setelan jas warna hitam yang senada dengan gaun yang dikenakan oleh Jessica. Mereka sengaja memakai baju couple untuk menambah kesan romantis dalam pesta itu. Meskipun tidak ada hubungan yang spesial di antara mereka.


Jesicca dan Edo masih menunggu Khendrik di depan hotel tersebut. Ia akan memasuki acara dengan bersama sang atasan. Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka. Seorang laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan turun dari dalam mobil. Orang yang sedari tadi mereka tunggu.


"Selamat malam Pak," sapa Jesicca dan Edo bersamaan kepada atasan mereka yang baru datang. Khendrik hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Bu Maura tidak ikut Pak?" tanya Jesicca karena ia hanya melihat sang atasan datang seorang diri tanpa adanya pendamping dan sepertinya dia juga mengemudikan mobilnya sendiri tanpa seorang supir. Semenjak asisten pribadinya di tugaskan ke luar negeri, Khendrik terkadang pergi bersama supir dari rumah atau bahkan menyetir sendiri.


"Dia tidak bisa ikut karena sedang tidak enak badan," jawab Khendrik dengan jujur. Maura memang mau ikut dengannya ke acara Bagas, namun tiba-tiba ia merasakan pusing dan memilih istirahat di rumah. Khendrik juga berencana tidak akan hadir ke acara itu dan akan menemani Maura yang mengeluh pusing. lagi-lagi Maura memaksanya untuk hadir di acara itu karena tidak enak dengan Bagas jika ia tidak hadir. Jadi Khendrik terpaksa berangkat seorang diri ke acara Bagas tanpa seorang supir yang mengantar.


Setelah mendapatkan jawaban dari sang atasan, mereka bertiga langsung memasuki ruang acara.


di dalam ruangan itu sudah banyak para tamu undangan yang hadir. Jesicca menggandeng tangan Edo layaknya sepasang kekasih. Ia berjalan ke arah Bagas untuk mengucapkan selamat. Bagas berdiri bersama istri di sampingnya yang bernama Angel. Jesicca menjabat tangan Bagas dan Angel seraya mengucapkan selamat atas ke langgengan hubungan mereka. Bahkan Bagas juga mengatakan jika sang istri sedang hamil, tentu saja Jesicca juga merasa senang dengan kabar bahagia itu. Setelah mengucapkan selamat Jesicca dan Edo pergi untuk mencicipi jamuan di sana.


Sedangkan Khendrik, ia baru mengucapkan selamat kepada Bagas setelah tadi bertemu dengan rekan bisnisnya yang lain dan sedikit berbincang dengannya.

__ADS_1


"Selamat pak Bagas." Khendrik menjabat tangan Bagas dan istrinya.


"Terimakasih Tuan Khendrik," ucap Bagas dengan tulus. Ia merasa senang karena Khendrik sudah menyempatkan hadir diacara pestanya.


Khendrik menuju ke arah rekan bisnisnya yang bertemu dengannya tadi. Ia melanjutkan obrolan mengenai pekerjaan. Hingga tiba-tiba datang seorang laki-laki seumuran dengan dirinya.


"Selamat malam Tuan Khendrik," sapa laki-laki itu.


Khendrik hanya melirik sekilas tanpa mau melihatnya. Dia merasa malas bertemu dengan rekan bisnisnya yang satu itu. Dia adalah Morgan, rekan bisnis yang tidak ia sukai karena sering melakukan kecurangan dalam berbisnis.


...----------------...


Jesicca dan Edo menikmati makanan yang tersedia disana. Edo sangat perhatian kepada Jesicca dan ia sangat kesal karena banyak pasang mata dari pria yang memandang Jesicca dengan tatapan lapar. Ingin rasanya ia memberikan peringatan kepada para pria itu, namun ia tidak bisa karena tidak ingin merusak acara orang dan lagi dia sadar jika dia bukan siapa-siapanya Jesicca, hanya sekedar teman saja.


"Jes, kenapa kamu memakai gaun itu sih," ujar Edo dengan kesal.


"Tidak! Kau malah terlihat semakin cantik! Aku cemburu banyak pria yang menatap mu," bisik Edo tepat di telinga Jesicca. Tentu saja penuturan Edo membuat Jesicca merona dan tersipu malu. Ucapan cemburu membuat Jesicca salah tingkah memang tidak di Pungkiri jika Jesicca juga mengagumi sosok Edo yang menurutnya sangat perfect. Tapi ia selalu menepis perasaan itu karena tidak ingin membuat hubungan pertemanan mereka hancur. Ia sadar jika perasaan kagum itu terus tumbuh menjadi perasaan cinta, maka ia tidak tau harus berbuat apa sedangkan yang membuat perjanjian antara dirinya dan Edo untuk tidak memiliki perasaan cinta di antara keduanya atas permintaan dirinya.


"Ekhem ... Ekhem ..., apaan sih Ed. Aku kan memang sudah cantik sejak lahir dan tidak ada yang melihat aku sejak tadi cuma kamu saja yang terlalu posesif sebagai teman," kekeh Jesicca sambil bercanda untuk menetralkan perasaannya yang sedikit berdebar.


Edo yang mendengar kata teman dari Jesicca benar-benar merasa tersentil hatinya. Ia benar-benar tidak mempunyai harapan untuk bisa hidup bersama dengannya sebagai sepasang kekasih. Edo hanya diam membisu tidak tahu harus menjawab apa. Saat ia akan berkata sesuatu dengan Jesicca tiba-tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang.


"Hai, kamu Edo kan?" tanya seorang laki-laki yang seumuran dengannya.

__ADS_1


"Oh, hai, Bastian?" Edo balik bertanya.


Bastian adalah teman Edo di waktu sekolah menengah atas, sampai akhirnya mereka berpisah saat melanjutkan kuliah masing-masing. Dan sekarang mereka bertemu kembali. Di pesta Bagas.


"Wah, aku gak nyangka bisa bertemu dengan mu di sini Ed. Dia siapa, pacar kamu?" tunjuk Bastian kepada Jesicca.


"Bukan! Aku temannya Edo." Jesicca langsung menjawab tanpa menunggu jawaban dari Edo.


"Aku kira kalian sepasang kekasih. Kalian terlihat serasi. Perkenalkan aku Bastian, teman lamanya Edo." Bastian mengulurkan tangan ke hadapan Jesicca.


"Jesicca." Jesicca menerima uluran tangan Bastian.


Edo hanya melihat adegan itu dengan tatapan datar. Lagi-lagi ia di patah kan dengan jawaban Jesicca yang hanya menganggapnya sebagai teman. "Apa tidak bisa satu kali saja di tempat ramai seperti ini kamu mengakui ku sebagai kekasih, Jes? Ah ..., aku rasa itu tidak akan pernah terjadi." batin Edo penuh harapan.


Edo dan Bastian akhirnya mengobrol bersama. Mereka menanyakan kabar masing-masing setelah itu membahas tentang Bisnis. Ternyata Bastian adalah adik dari Pak Bagas. Edo juga baru tahu soal itu. Karena semasa SMA ia tidak pernah tahu mengenai keluarga Bastian, mereka memang teman dekat tapi tidak pernah berkunjung ke rumah masing-masing hanya sekedar nongkrong di luar tanpa mengetahui kehidupan pribadi mereka.


...----------------...


Terimakasih yang masih setia membaca karya Author 🥰


Semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya🥰


Jangan lupa tekan like dan komen😘😘😘

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa ya biar Author makin semangat 😘😘😘😘😘


Lophe-Lophe se kebon cabe🌶🌶🌶


__ADS_2