
Happy Reading🥰
Hari ini ada adalah hari bahagia untuk Jesicca dan Edo. Mereka akan melangsungkan acara pertunangan. Setelah mengetahui kehamilan Jesicca, kedua orang tua Edo langsung mempercepat hari pertunangan anaknya. Agar kandungan Jesicca tidak semakin membesar. Rencananya, pernikahan Edo dan Jesicca akan di gelar 2 minggu setelah acara pertunangan itu.
Jesicca terlihat sangat cantik, dengan kebaya yang ia gunakan. Kebaya peyet yang dipesan khusus oleh Edo untuk acara pertunangan mereka. Tentu saja Edo memakai baju couple dengan Jesicca. Rambut Jesicca di sanggul ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya. Sungguh siapapun yang melihatnya akan merasa terpana akan kecantikan Jesicca.
Jesicca tampak gugup, ia duduk di depan meja rias bersama sang adik. Setelah dirinya sendiri di make up oleh perias. Meskipun acara pertunangan hanya diadakan kecil-kecilan, dan hanya di hadiri oleh keluarga inti. Namun Jesicca tetap merasa grogi, apalagi ini adalah pengalaman pertamanya dilamar oleh seorang pria yang sangat ia cintai. Jesicca takut keluarga Edo tahu tentang kehamilannya yang ternyata bukan anak dari Edo.
Jesicca duduk dengan gelisah, Jesicca berdiri dan mondar-mandir di ruangan itu. Hingga membuat Liora merasa pusing melihatnya.
"Kak Jesi, duduklah. Jangan mondar-mandir terus, aku pusing lihatnya," ujar Liora.
"Kakak gugup Li, bagaimana jika keluarga Kenan tahu tentang kehamilan kakak, yang ternyata bukan anak dari Edo?"
"Kakak tenang saja, bukankah kak Edo sendiri yang bilang, kalau kakak hanya perlu diam agar semuanya lancar. Kita serahkan semuanya kepada kak Edo. Lagian aku yakin, keluarga kak Edo adalah orang yang baik. Jadi, mereka tidak akan menghakimi kakak tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya."
"Tetap saja kakak merasa was-was, serapi apa pun kita menyimpan suatu kebohongan, suatu saat pasti akan kebongkar juga Li."
"Hus, sudahlah. Kakak harus yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semua ini bukan salah kakak, di sini kakak hanya korban dari pria br*ngsek seperti Khendrik."
"Meskipun kakak cuma korban, namun tidak ada pembenaran dalam sebuah kebohongan."
"Kakak berpikir terlalu jauh, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kakak harus tenang, agar bayi kakak tidak kenapa-kenapa."
"Huf, oke kakak akan mencoba untuk tenang."
__ADS_1
Setelah lama Jesicca dan Liora berbincang, akhirnya orang yang mereka tunggu telah tiba. Suara seru mobil telah terdengar di halaman rumah. Kedua wanita cantik itu keluar dari kamar, dan menyambut kedatangan Edo serta keluarganya.
Tidak ada yang mendampingi Jesicca, hanya Liora saja. Karena mereka sudah tidak punya kerabat lagi, setelah kedua orang tuanya meninggal.
"Silahkan masuk Tante, Om, dan Edo." Jesicca mempersilahkan keluarga Edo masuk kedalam rumah dengan sopan.
Semua seserahan yang di bawa oleh Edo, di letakkan di ruang tengah. Karena juga tidak ada pembantu yang akan membawa barang-barang seserahan itu. Jadi, Edo memilih meletakkan di sana.
Semua orang telah berkumpul di ruang tamu. Jesicca duduk bersama dengan Liora, sedangkan Edo duduk di sebelah orang tuanya yang berada tepat di depan ia duduk.
"Maaf ya Tante, Om, dan Edo. Dari pihak kami tidak ada yang menyambut kedatangan kalian, hanya kita berdua saja. Karena kita sudah tidak punya siapa-siapa," ucap Jesicca sendu.
"Tidak apa-apa sayang, kami mengerti kok. Kamu tidak usah sungkan, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Jadi, jangan panggil Tante dengan sebutan Tante lagi. Sekarang panggil Mama, dan juga papa ke suami mama," ucap Dewi dengan begitu lembut, dan sebuah senyuman terukir indah di bibirnya. Yang mampu membuat hati Liora menghangat.
"Terimakasih Tan--maksudnya Mama." Jesicca berucap dengan agak gugup.
Dewi tersenyum mendengar Jesicca memanggilnya dengan sebutan Mama. Dewi benar-benar ibu mertua yang baik. Ia sangat menyayangi Jesicca seperti menyayangi Edo.
Liora mempersilahkan kedua orang tua Edo untuk meminum minuman yang telah ia siapkan di meja beserta dengan camilan yang dibuat bersama dengan Jesicca.
Setelah lama berbincang, akhirnya papa Edo buka suara, untuk mengatakan tujuannya kesana yang akan melamar Jesicca.
"Maaf semuanya, saya akan mengatakan maksud dan tujuan kami datang ke sini untuk melamar Jesicca. Apakah Nak Jesicca berkenan dengan lamaran kami?" tanya Rudy to the point. Karena Rudy bukanlah orang yang suka berbelit-belit.
Semua atensi tertuju kepada Jesicca, seolah menunggu jawaban darinya. Jesicca menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. "Saya menerima lamaran ini Pa." jawab Jesicca dengan sangat yakin.
__ADS_1
Jawaban Jesicca sungguh membuat hati Edo berbunga-bunga. Ingin rasanya ia memeluk Jesicca dan Menghujaninya dengan ciuman sekarang juga. Namun ia urungkan karena masih ada kedua orang tuanya dan juga Liora. Edo akan melakukan itu nanti setelah berduaan dengan Jesicca.
Semua orang di sana tersenyum bahagia, sebenarnya dengan kondisi Jesicca yang tengah hamil, tidak perlu menunggu jawaban atas lamaran dari Edo. Yang pastinya Jesicca akan menerima lamaran itu. Namun, kedua orang tua Edo sangat menghargai perasaan Jesicca dan Liora, jadi mereka datang kesana untuk melamar dengan cara yang baik.
Meskipun tidak ada undangan di acara lamaran itu, tapi Edo dan Jesicca tetap melakukan acara tukar cincin, sama seperti acara pertunangan pada umumnya.
Setelah cincin tersemat di jari manis Jesicca dan Edo. Mereka semua kembali berbincang santai di ruang tamu. Entah apa yang mereka bahas, sehingga mereka semua tertawa begitu lepas.
Liora merasa sangat bahagia, melihat kakaknya telah menemukan tambatan hati, dan keluarga dari pria itu sangat menyayanginya. Ia berdoa agar kebahagiaan selalu menyertai sang kakak.
Kedua orang tua Edo pamit pulang lebih dulu, karena Edo masih ingin disana bersama dengan Jesicca. "Do, jangan berbuat macam-macam lagi sama Jesicca sebelum kalian menikah," ucap Dewi memperingati sang putra yang menurutnya sangat nakal.
"Iya Ma, tenang saja. Palingan cuma nyicil kok, gak bakalan sampek jebol lagi," jawab Edo terkekeh, dan berhasil mendapatkan pukulan kecil dari sang mama. Karena omongannya yang terlalu absurd.
Jesicca menahan malu atas ucapan Edo. Ia tidak menyangka bahwa Edo akan berkata seperti itu di depan kedua orang tuanya.
Liora memilih pergi ke dalam kamar, dan meninggalkan sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta.
"Sayang, ke kamar yuk." Edo langsung menggendong tubuh Jesicca ala bridal style. Jesicca menjerit karena terkejut dengan tindakan Edo.
"Edo turunkan aku! Kamu mau apa?" tanya Jesicca dengan gugup.
Cup.
...----------------...
__ADS_1
Lanjut gak ceritanya? Author lagi butuh penyemangat nih dari kalian para readers 🤧