Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 77. Ngidam.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Kenan mengantarkan Liora pulang dari rumah sakit. Tangan kirinya terus menggenggam sebelah tangan Liora. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memegang setir. Rasanya tak ingin melepas tangan itu, meskipun telah di penuhi dengan keringat.


Liora beberapa kali mencoba melepaskan tangannya, namun Kenan semakin mengeratkan genggamannya. "Ken, fokuslah menyetir. Lepaskan tangan kamu." Liora masih berusaha untuk melepaskan genggaman itu.


"Aku sudah fokus, Sayang. Kamu tenang saja, meskipun aku hanya menggunakan satu tangan dalam menyetir, kita tidak akan kenapa-napa. Yang penting tangan kamu dan tangan aku tidak terlepas."


"Tapi aku gerah, Kenan."


"AC nya sudah aku nyalakan kok."


"Bukan itu maksud aku. Ah, sudahlah terserah kamu saja."


Liora mengalah, ia tidak ingin terus berdebat dengan Kenan, yang ujung-ujungnya tetap dirinya yang kalah. Liora menyandarkan kepalanya ke belakang, lalu memejamkan mata. Terasa nikmat daripada harus berdebat dengan Kenan.


Kenan menghentikan mobilnya saat sampai di depan rumah Liora. Di sana ada Jesicca yang telah menunggu kedatangan mereka. Sedangkan Edo, pergi ke cafe atas paksaan dari sang istri.


Kenan mencoba untuk membangunkan Liora yang tengah tertidur pulas. Merasa tidak tega, Kenan berinisiatif untuk menggendong Liora ke dalam rumah. Jesicca menyambut kedatangan mereka dengan penuh kebahagiaan. Saat bibirnya ingin berucap, dengan cepat Kenan menghentikannya dengan sebuah isyarat, agar Liora tidak terbangun.


Jesicca membukakan pintu kamar untuk Kenan. Kamar yang pernah menjadi saksi atas. kebejatan Khendrik terhadap Liora. Jesicca sudah membersihkan kamar itu sampai bekas Khendrik menghilang. Bahkan Jesicca menggantikan sprei, mengepel lantai, membuat kamar itu wangi, dan terbebas dari kuman yang Khendrik tinggalkan.


Dengan perlahan, Kenan membaringkan tubuh Liora di atas kasur. Menyelimuti tubuh mungil itu penuh perhatian. Kenan dan Jesicca keluar dari kamar, meninggalkan Liora seorang diri di sana.


"Mau minum apa? Biar aku buatkan," tawar Jesicca kepada calon adik iparnya setelah duduk di ruang tamu.


"Tidak udah repot-repot, Kak. Cukup jus mangga saja."


Jesicca melongo saat mendengar ucapan Kenan di akhir kalimat. Dia kira Kenan benar-benar tidak ingin dirinya repot. Tapi malah lebih dari kata repot. Pagi-pagi begini, Kenan malah meminta jus mangga. Lebih parahnya dia tidak menyediakan buah mangga di dalam kulkas. Karena Jesicca dan Liora tidak terlalu menyukai buah mangga.

__ADS_1


"Aku buatkan yang lain ya, kebetulan stok mangganya kosong."


"Tapi, aku beneran pengen jus buah buatan kakak ipar." Kenan ngotot dengan keinginannya. Entah mengapa dia seolah kehilangan rasa malunya terhadap Jesicca, yang seharusnya dia segani.


"Lain kali aku buatkan. Sekarang yang ada saja." Jesicca merasa kesal terhadap Kenan.


"Kakak beli saja di luar, pakai uang aku. Agar aku bisa merasakan jus mangga buatan kakak." Kenan tersenyum manis untuk merayu kakak iparnya. Aneh! Seumur hidup Kenan tidak pernah meminta sesuatu kepada seseorang. Seorang Kenan yang super dingin, dan sangat gengsian, sekarang dengan tanpa malunya meminta jus buah kepada Jesicca.


"Apa! Dia pikir aku ini pembantunya? Enak saja menyuruhku ini dan itu. Edo saja tidak pernah menyuruhku seperti itu. Apa dia tidak pernah meminum jus mangga? Ah, sangat mengesalkan! Aku menyesal sudah menawarkan minuman kepadanya. Seharusnya aku membawakannya air putih saja." batin Jesicca kesal.


Pagi-pagi sekali suasana hati Jesicca menjadi buruk akibat perbuatan Kenan. Huf! Jesicca hanya bisa menghembuskan nafas kasar. "Tidak perlu, kamu pikir aku tidak punya uang!" Dengan kesal Jesicca terpaksa keluar dari rumah untuk membeli mangga di minimarket terdekat.


Kenan merasa tidak enak kepada kakak iparnya, namun ia sangat menginginkan jus mangga. Padahal dia juga tidak menyukai buah mangga. Entah mengapa, sekarang dirinya malah menginginkan buah itu.


Kenan beranjak dari sofa, ia ingin ke kamar Liora. Saat akan memasuki kamar itu, tiba-tiba pintunya terbuka dari dalam. "Liora! Kamu sudah bangun?"


"Dia lagi keluar, Sayang."


"Ooh." Liora membulatkan bibirnya membentuk huruf O.


"Mau keruang tamu? Kita duduk di sana yuk?"


"Boleh."


Kenan menggandeng tangan Liora menuju ke ruang tamu. Bertepatan dengan kedatangan Jesicca yang membawa dua kantong kresek yang berisi buah mangga. Iya sengaja membelikan banyak buat Kenan, karena merasa kesal.


"Kak Jesi dari mana?" Liora bertanya dengan antusias saat melihat sesuatu yang kakaknya bawa.


"Habis beli mangga keluar. Calon suami kamu lagi ngidam." jawab Jesicca dengan nada ketus.

__ADS_1


Liora menatap Kenan dengan penuh tanda tanya. Yang ditatap hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku tiba-tiba pengen jus buah mangga buatan kakak ipar. Jadi aku yang memaksanya untuk membeli mangga di luar, karena kakak ipar bilang di kulkas tidak ada stok mangga." Kenan menjelaskan yang sesungguhnya agar Liora tidak salah faham.


"Jadi, kamu beneran ngidam? Masak iya sih! Biasanya 'kan wanita hamil yang ngidam, bukan laki-laki. Sedangkan aku tidak ngidam sama sekali! Atau jangan-jangan dokter itu salah, sebenarnya aku tidak hamil?" Ucap Liora merasa aneh dengan dirinya yang tidak pernah ngidam apa pun.


Pletak!


Aw!


Jesicca menyentil kening Liora dengan gemas. Kenapa Liora sepolos itu. "Kamu pikir cuma wanita hamil yang merasakan ngidam? Bahkan laki-laki juga bisa, Li. Laki-laki yang istri sedang hamil, bukan hanya merasakan ngidam, tapi dia juga bisa merasakan mual, dan muntah, atau di sebut dengan morning sickness. Itu yang dinamakan kehamilan simpatik."


"Kok bisa gitu ya Kak?" tanya Edo menimpali.


"Setahu aku sih, kehamilan simpatik terjadi karena faktor kecemasan yang ia rasakan kepada istrinya. Mungkin karena dia saking cintanya deh sama tuh istri."


Jawaban Jesicca membuat Kenan tersenyum, ia merasa bangga bisa membuktikan kalau dirinya sangat mencintai Liora. Ia rela meskipun harus di siksa dengan mual-multah di pagai hari. Asalkan Liora baik-baik saja.


"Kamu dengar 'kan sayang, apa kata Kakak ipar? Itu tandanya aku sangat mencintai kamu." Kenan tersenyum bangga kepada Liora.


"Itu 'kan hanya menurut Kak Jesi, bukan kata dokter." Liora berkata sambil lalu pergi dari hadapan Kenan, dan mengikuti sang kakak ke dapur untuk membatunya membuatkan jus mangga untuk Kenan.


Sebenarnya Liora merasa senang dengan apa yang di katakan oleh Jesicca. Ia merasa sangat di cintai oleh Kenan. Tapi, Liora bersikap sok jual mahal. Sebagai pelajaran buat Kenan yang dulu juga bersikap dingin kepadanya.


Kenan merasa sedih dengan tanggapan Liora. Ia hanya bisa sabar menghadapi Liora sekarang. Apalagi kata dokter, hormon ibu hamil cepat berubah-ubah. Jadi Kenan harus menjaga mood Liora agar tetap baik.


...----------------...


Lopyu pull buat kalian para readers setiaku😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2