Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 36. Penyesalan Kenan


__ADS_3

Happy Reading🥰


Sret ...


Aw!


Liora terkejut dengan tindakan Kenan, yang tiba-tiba membuka kain penutup mahkotanya. Kenan benar-benar kasar. Dia memperlakukan Liora layaknya seorang b**ak. Kenan tak perduli dengan teriakan Liora yang terus meronta ingin dilepaskan.


Kenan mengunci pergerakan Liora dari belakang. Kakinya membuka lebar kedua kaki Liora. Dengan sedikit menunduk, Kenan mengarahkan terongnya ke sawah milik Liora. Kenan ingin menanam bibit terong unggulnya di sana.


Liora terus menggigit tangan Kenan yang mengunci kedua tangannya di depan dada. Liora sudah tak mempunyai tenaga lagi untuk melawan Kenan. Tenaganya telah habis, serangannya juga tak mempan untuk Kenan. Yang mempunyai badan kekar, tentu saja ber-otot dan sangat kuat.


Kenan merasa sangat kesulitan memasukkan terongnya ke dalam sawah yang masih mengering, sebab tanpa adanya pemanasan. Kenan masih tak menyadari bahwa susahnya terong tersebut memasuki sawah Itu karena Liora masih v*****.


Kenan seakan buta mata, dan terus menganggap Liora wanita j*lang. Seperti orang kesetanan, Kenan memaksa menerobos benteng pertahanan di sawah milik Liora. Satu kali, dua kali, hingga dorongan ketiga, terong milik Kenan berhasil menerobos ke dalam sawah yang terasa sangat s*****.


Aahh ...


Kenan tercengang, ia menyadari suatu hal. Bahwa Liora ternyata masih v****. Kenan menghentikan aktivitasnya, ia menatap Liora dari pantulan cermin yang terletak di dinding wastafel. Kenan melihat Liora yang masih menangis dan menundukkan kepala.


"Liora! Kamu masih v ..., aahh ...," Kenan kembali mendesah saat merasakan terongnya seperti di remas oleh sawah itu. Kenan kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda, dan melupakan pertanyaannya kepada Liora.


Kenan memaju mundur 'kan pinggulnya, dengan irama yang syahdu. Meskipun ini pengalaman pertama bagi Kenan dalam membajak sawah, namun naluri ilmiahnya menuntun Kenan agar membajak dengan tepat dan benar.


Hancur! Hati Liora sangat hancur, bahkan dunianya terasa runtuh. Saat Kenan telah berhasil merenggut paksa kehormatannya. Liora semakin membenci Kenan, ia tidak akan pernah memaafkannya.

__ADS_1


Air mata terus mengalir membasahi kedua pipi Liora. Hatinya kembali nyeri saat merasakan sesuatu yang hangat mengalir di pangkal pahanya. Liora melihat itu, dan ternyata darah kesuciannya yang mengalir di paha sebelah kirinya, dan juga menetes di atas lantai.


Tangan Liora terkepal, ia bersumpah, tidak akan pernah memaafkan Kenan. "B@jingan, brengs*k, bi@d@b, bed*bah! Aku sangat membencimu Kenan! Sangat!" batin Liora mengumpat.


Kenan terus memacu dengan kecepatan sedang, namun sangat pasti. Kenan melepaskan cengkeramannya di tangan Liora yang telah terlepas dari ikat dasinya. Ia menengadahkan kepalanya ke atas, seraya menikmati surga dunia yang tiada bandingnya.


Hingga tak berselang lama, Kenan menambah laju kecepatannya. Saat merasakan terongnya menegang, dan meminta agar cepat di keluarkan bibitnya. Akhirnya Kenan mencapai p********.


Aahh ... Aahh ...


Kenan ambruk di atas punggung Liora. nafasnya terengah-engah. Lelah, namun merasa sangat puas karena berhasil menebarkan bibit terong unggul miliknya. Hingga Kenan merasakan tubuh Liora melemah, dan akhirnya Liora tak sadarkan diri dalam dekapan Kenan.


Kenan dengan cepat melepaskan terong miliknya, dan mendekap tubuh Liora yang akan jatuh ke atas lantai. Kenan sangat panik, ia telah membuat Liora celaka. Bagaimana jika terjadi hal buruk terhadap Liora. Kenan tidak akan memaafkan dirinya, jika itu sampai terjadi.


Kenan menggendong tubuh Liora ala bridal style. Saat akan keluar dari kamar mandi, netra Kenan tertuju ke arah lantai. Yang terdapat bercak darah berceceran di sana. Hati Kenan terasa di remas, ia sudah melakukan kesalahan fatal.


...----------------...


Kenan membersihkan area s********ngan milik Liora, menggunakan handuk dan air hangat. Tangan Kenan bergetar saat akan membersihkan bekas darah yang mulai mengering di paha Liora. Tak terasa air mata Kenan menetes.


"Liora, maafkan aku. Aku sudah menyakitimu, aku kira kamu adalah wanita j*lang. Tapi ternyata ..., aku adalah orang pertama yang melakukannya bersamamu." Kenan sangat menyesali perbuatannya, bagaimana ia akan menghadapi Liora yang akan sangat membencinya.


Namun, ditengah-tengah penyesalan yang Kenan rasakan, ia merasa bangga karena menjadi orang pertama yang melakukan itu bersama Liora. Kenan hanya merasa penasaran dengan tujuan Liora yang memiliki hubungan dengan papanya.


Bahkan tingkah Liora dan papanya sudah menunjukkan bahwa mereka telah melakukan hubungan terlarang. Tapi kenapa Liora masih bersegel? Lalu apa maksud dari kejadian yang Kenan lihat di rumah Liora? Aaaargh ..., Kenan benar-benar merasa sangat frustasi memikirkan semua kejadian itu.

__ADS_1


Kenan akan menyelidiki maksud dan tujuan Liora yang telah menghancurkan rumah tangga kedua orang tuanya. Bahkan Liora dengan sangat yakin mengakui bahwa dirinya telah melakukan itu bersama papanya. Kenapa Liora berbohong kepadanya? Itulah yang menjadi tanda tanya di pikiran Kenan.


Kenan membelai rambut Liora yang berantakan karena ulahnya. Wajah cantik, manis, dan sangat polos di mata Kenan. Namun auranya memancarkan kesedihan yang sangat dalam.


Kenan teringat dengan masa-masa ia mengajar di kampus. Dimana Liora yang selalu bersikap manis kepadanya, dan berusaha mendekatinya. Namun semua itu sirna disaat Kenan memarahinya di ruang dosen. Bibir Kenan terangkat, membentuk sebuah senyuman, saat mengingat kebersamaannya bersama Liora, apalagi waktu ia mencium bibir Liora di depan toilet, kampus.


Di luar perusahaan.


Khendrik datang ke kantor untuk menemui Kenan, dan membahas tentang surat gugatan cerai dari Maura yang telah sampai di tangannya. Khendrik merasa tak terima dengan gugatan cerai itu.


Semua karyawan menunduk hormat melihat kedatangan Khendrik. Khendrik memasuki Lift khusus di sana. Saat sampai di depan ruangan Kenan, netranya tertuju ke arah meja kerja yang terletak tidak jauh dari ruangan itu berada. Tepatnya meja sekertaris yang di tempati oleh Liora.


Khendrik mengernyitkan dahi saat tidak melihat keberadaan Liora. "Kemana Liora, apa dia tidak masuk kerja?" ucap Khendrik bertanya-tanya.


Khendrik langsung memasuki ruangan Kenan yang memang tidak terkunci. Khendrik celingak-celinguk mencari keberadaan Kenan, karena ruangan itu tampak kosong.


Khendrik sengaja tidak memberitahu Kenan, bahwa dirinya akan datang ke kantor. Tak ingin membuang suara merdunya, Khendrik berjalan menuju ruang pribadi yang berada di ruangan itu. Tanpa mengetuk pintu, Khendrik langsung membuka pintu ruang pribadi milik Kenan yang dulu adalah miliknya.


Pintu itu tidak terkunci, karena Kenan telah membukanya setelah membaringkan Liora di atas ranjang. Khendrik tercengang melihat pemandangan di depan matanya.


"Kenan ..., Liora ...,"


...----------------...


Terimakasih yang sudah setia membaca novel ku🥰.

__ADS_1


Kasih Author jajan dong, biar Author makin semangat updatenya 🤧, dengan cara tekan like, komen dan kirim gift sebanyak-banyaknya 🥰


Author lagi pusing mikirin bibit terong yang lumayan mahal😭🤣🤣


__ADS_2