Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 24. Hari wisuda


__ADS_3

Happy Reading 🥰


2 Minggu berlalu ...


Tak terasa, hari yang di tunggu-tunggu akhirnya telah tiba. Kini Liora akan menyelesaikan masa kuliahnya, dan akan menyandang gelar S1, tepat di usianya yang ke 22 tahun.


Liora ditemani oleh Jesicca dan Edo. Selama 2 minggu ini, Edo selalu memberikan semangat untuk Jesicca. Yang akhirnya dengan perlahan-lahan membuat Jesicca melupakan kejadian mengerikan itu.


Mereka bertiga masih dalam perjalanan menuju ke kampus. Liora terlihat sangat cantik menggunakan baju kebaya berwarna pink yang bagian bawahannya berwarna navy. Dengan rambut yang di sanggul ke belakang, dan hiasi oleh jepit mutiara.


Begitu juga dengan Jesicca, dia juga memakai warna baju yang sama dengan yang di gunakan oleh Liora. Hanya saja Jesicca memakai blouse dan setelan celana jeans warna navy, dan pastinya selalu Couple dengan Edo.


Wajah Liora terlihat sangat ceria, dia benar-benar bahagia dengan kelulusannya. Liora ingin segera bertemu dengan teman-temannya yang sudah lama tak bertemu, setelah dia pindah rumah. Ingin melepas rindu untuk menghilangkan sedikit beban dalam hidupnya.


Di sisi lain.


Kenan sedang bersiap untuk merayakan acara wisuda anak didiknya. Ia berangkat dari apartemen, karena Kenan tidak pulang sama sekali setelah pindah ke apartemen. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di sana. Jika rindu dengan mama dan papanya, Kenan hanya akan menelpon mereka.


Kenan akan pulang ke rumah saat akan merayakan hari anniversary Mama dan Papanya di pantai cinta.


Kenan berharap hari ini bisa bertemu dengan Liora. Wanita yang ia rindukan beberapa hari ini.


Kenan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Karena ia ingin segera sampai di kampus.


Kenan memarkirkan mobilnya di area kampus. Saat ia turun dari dalam Mobil, netranya tertuju kepada gadis cantik yang kebetulan juga turun dari mobilnya. Jantungnya berpacu sangat cepat kala melihat senyuman Liora yang sangat manis.


Tapi rasa senangnya berubah menjadi sendu saat melihat Liora tersenyum kepada laki-laki lain. Mereka terlihat sangat serasi. Entah kenapa Kenan merasa panas saat melihat pemandangan itu. Ia memilih untuk pergi lebih dulu ke dalam kampus dan memasuki ruangannya.


Sedangkan Liora, ia sama sekali tidak melihat kehadiran Kenan yang sedari tadi menatapnya.


Liora keluar lebih dulu bersama Edo, mereka menunggu Jesicca keluar dari dalam mobil, yang sedang memperbaiki rambutnya. Awalnya rambut Jesicca di ikat satu kebelakang. Tapi karena kurang pas, dia merubah gaya rambutnya. Jesicca membuka tali rambut itu agar rambutnya tergerai.

__ADS_1


Karena itu Jesicca sedikit lama di dalam mobil.


Saat memasuki ruang acara, Liora langsung menghambur ke arah teman-temannya. Sedangkan Jesicca dan Edo memilih duduk di kursi paling pojok dalam ruangan itu, dan membiarkan Liora berkumpul dengan teman-temannya.


"Aku sangat senang, akhirnya Liora bisa menyelesaikan pendidikannya. Aku berhasil dan tidak sia-sia menyekolahkannya. Liora gadis yang baik, cantik dan juga cerdas. Aku harapan setelah ini Liora akan menemukan masa depan yang cerah," ucap Jesicca dengan tulus.


"Tapi aku gagal menjaga diriku sendiri." lanjutnya dengan nada sendu.


"Jes! Sudah aku katakan berulang kali, jangan pernah mengungkit masalah itu lagi!" ujar Edo tegas. Edo tak ingin membuat Jesicca terus menerus mengingat kejadian itu. Ia hanya ingin Jesicca membuka lembaran baru.


"Maaf, lain kali tidak akan!" ucap Jesicca. Ia memang ingin melupakan kejadian itu, namun terasa sulit baginya.


...----------------...


Liora bercanda ria bersama teman-temannya. Sampai tak menyadari tatapan seseorang yang sejak tadi terus tertuju ke arahnya. Memperhatikan gerak-gerik Liora yang terlihat sangat ceria.


"Li! Pak Kenan dari tadi lihatin kamu loh," ucap Mella setelah berbisik. Mella menyadari jika Kenan tampak tak berkedip menatap Liora. Tapi Liora seakan tak peduli dengan tatapan itu.


"Benarkah! Tapi aku tak melihat Pak Kenan sejak tadi," jawab Liora pura-pura tidak tahu. Padahal dia juga menyadari tatapan Kenan yang sedang memperhatikan dirinya. Namun Liora seakan sudah menutup mata akan hal itu. Meskipun cinta yang ia miliki tetap besar untuk Kenan, ia tak ingin mendapatkan hinaan lagi darinya.


Jesicca memeluk Liora dengan sangat erat, tak terasa air mata jatuh ke pipinya.


"Selamat ya sayang, semoga sukses dan bahagia selalu," ucap Jesicca dengan tulus.


"Makasih kak, atas doanya. Semuanya berkat dukungan dan kerja keras yang Kakak berikan kepadaku," ujar Liora, dan melerai pelukannya dari sang kakak.


"Selamat ya Li, akhirnya kamu lulus juga. Jadi udah bukan anak kecil lagi dong ya, yang selalu nempel sama Jesicca tuh," ucap Edo setengah meledek.


"Ish, Kak Edo." rengek Liora. Mereka pun tertawa bersama.


Liora menyuruh Jesicca dan Edo pulang terlebih dahulu. Karena ia masih ingin bersama dengan teman-temannya. Setelah mereka pulang, Liora langsung foto bareng sama ketiga temannya di depan kampus.

__ADS_1


"Setelah ini kita harus liburan nih, biar seru," ujar Liora kepada teman-temannya. Mereka sedang duduk di kursi depan kampus. Setelah sesi foto selesai, mereka bersantai ria.


"Oke, aku setuju," jawab Mella, Sisil dan Maya bersamaan.


"Hm, aku ke toilet bentar ya, kebelet nih. Kalian tunggu di sini ya. Kalok mau balik duluan chat aku, takutnya aku lama di toilet, soalnya aku mules banget ini," ucap Liora sambil memegang perut menahan sesuatu yang ingin keluar.


Tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya, Liora langsung berlari menuju ke toilet. Sedangkan ketiga temannya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Liora itu.


Liora sangat lega setelah menuntaskan hajatnya. Terasa plong saat sesuatu di dalam perutnya sudah terbuang. Berasa dunia sangat luas dan bisa bernafas dengan lega.


"Aahh, akhirnya keluar juga. Hihi ...," ucap Liora cekikikan. Liora memang terkadang nyeleneh dengan tingkahnya. Hanya orang terdekatnya yang tahu akan hal itu.


Klek ...


Liora membuka pintu toilet dan keluar dari sana. Alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok laki-laki dihadapannya. menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Liora menetralkan perasaannya, agar tidak terlihat gugup di depan orang itu.


"Astaga! Kenapa dia ada disini? Apa dia juga mau ke toilet? Tapi ini kan toilet wanita!" batin Liora bertanya-tanya.


Liora memilih mengabaikannya dan melenggang pergi meninggalkan laki-laki itu. Tapi belum sempat dia pergi, tangannya langsung di tarik oleh orang itu dan menempelkannya di dinding toilet.


Sreet ...


Aw!


"Lepas!" ucap Liora dengan mata melotot. Ia benar-benar terkejut dan di buat heran oleh laki-laki yang telah berani menarik tangannya.


"Tidak akan!"


...----------------...


Bersambung ...

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia membaca karyaku🥰, semoga betah dan suka dengan ceritanya 😘.


Semoga kalian sehat selalu, Aamiin🤲🤗


__ADS_2