Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 112. Kebahagiaan Yang Sesungguhnya.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Satu tahun kemudian ...


Seorang balita laki-laki yang berumur satu tahun tengah berlari-lari kecil di halaman samping rumah kediaman Praditya. Ia sedang mengejar bola yang menggelinding ke arah gerbang. Ia terlihat senang saat mendapatkan bola itu.


"Mommy, Daddy! Leo mendapatkan bolanya!" teriaknya sambil berlari ke arah kedua orang tuanya yang sedang duduk di atas rerumputan pendek yang terdapat dihalaman samping rumah. Di sana juga ada kakek dan neneknya, mereka ikut bergabung menemani Leo bermain. Ya Leo, sebab dia tidak mau di panggil dengan Lio dan akhirnya semua orang memanggilnya Leo, nama panggilan dari Vania.


Hap!


Edo menangkap tubuh sang putra yang berlari ke arahnya dengan membawa bola di tangannya. "Sudah ya, Sayang. Istirahat dulu sambil menunggu kedatangan Vania dan Kaila," ucap Edo kepada sang putra yang sangat aktif.


"No! Bukan Vania tapi Cla, Dad. Dia Cla-nya Leo!" tutur Leo dengan suara imutnya, dan wajah yang cemberut. Dia yang tidak terlalu fasih berbicara terdengar menggemaskan ketika mengeluarkan suaranya dengan gaya bicara yang sering salah.


Jesicca tersenyum mendengar penuturan sang putra yang terlihat sangat menyayangi Vania. Ia berharap Leo akan selalu menyayangi Vania sampai dewasa kelak. Seperti dirinya yang saling menyayangi bersama sang adik, Liora.


Tak berselang lama deru mesin mobil terdengar memasuki halaman rumah itu. Dengan girangnya Leo berlari menyambut kedatangan Vania dan Kaila. "Cla! Kaila" seru Leo saat melihat Vania dan Kaila turun dari mobil. Leo terlihat begitu antusias menunggu kedatangan Vania, hingga tidak terlalu memperdulikan kehadiran Kaila. Tatapan matanya sangat berbeda ketika menatap Vania dan Kaila.


Leo menatap Vania dengan mata yang berbinar, sedangkan saat menatap Kaila dia terlihat biasa saja. Mungkin benar adanya bahwa Leo mencintai Vania sejak dini. Membuat para orang tua tertawa geli melihat tingkah Leo.


Vania juga sangat menyayangi Leo, saudara sepupu yang umurnya hanya selisih 3 minggu itu. "Leo!" Vania berteriak dan langsung mencium pipi Leo dengan gemas. Kebiasaan Vania jika bertemu dengan Leo. Bisa di katakan bahwa mereka sama-sama jatuh cinta sejak dini.

__ADS_1


Mereka semua berkumpul di halaman rumah sambil menonton anak-anak bermain bola. Gara-gara Leo para balita perempuan juga ikutan bermain bola yang seharusnya bermain boneka.


Duk!


Huwaaaa ... Mommy ...


Bola yang ditendang oleh Leo mengenai kepala Vania. Membuat anak kecil itu menangis kencang dan berteriak memanggil mommy-nya. Liora berlari kearah Vania lalu menggendongnya.


"Cup! Cup! Cup!" Liora menenangkan Vania supaya berhenti menangis. Vania memang sedikit manja terluka sedikit saja langsung membuat semua orang panik karena tangisannya yang begitu kencang.


"Cla, maafin aku ya. Aku tidak sengaja," ucap Leo menghampiri Vania dan menatapnya dengan mata yang mengembun. Ia takut Vania terluka parah jika itu terjadi maka Leo tidak akan memaafkan dirinya sendiri yang sudah menyebabkan Vania terluka.


Tangis Vania langsung mereda saat mendengar ucapan Leo. Ia tersenyum kearah Leo lalu turun dari gendongan mommy-nya. "Tidak apa-apa Leo, aku tidak terluka hanya saja aku sedikit terkejut."


Karena hari sudah siang, Dewi mengajak semua orang yang ada di sana untuk makan siang di dalam rumah. Rudy, Jesicca, Edo, Liora, Kenan, Maura, Niko, dan ketiga balita itu langsung memasuki rumah Rudy dan Dewi untuk melaksanakan makan siang.


Ketika semuanya sudah siap ingin menyantap makanan, tiba-tiba bel pintu rumah berbunyi.


Ting-Tong! Ting-Tong!


"Biar aku yang buka," Jesicca berjalan untuk membuka pintu rumah. Bibirnya tersenyum melihat siapa yang datang. "Papa! Ayo masuk! Semua orang sudah menunggu kehadiran Papa. Kebetulan kita akan melaksanakan acara makan siang bersama. Papa langsung bergabung saja," tutur Jesicca panjang-lebar.

__ADS_1


"Terimakasih, Jes," jawab seseorang yang dipanggil papa oleh Jesicca. Dia ikut bergabung di meja makan yang sudah tersaji dengan beberapa makanan.


"Papa! Kenapa lama sekali! Vania dari tadi nanyain papa! Sok sibuk sekali sih!" Sungut Kenan saat melihat papanya yang terlambat datang ke sana.


Ya, yang datang adalah Khendrik. Dia di bebaskan dari penjara 6 bulan yang lalu. Sebab Liora dan Jesicca mencabut tuntutannya terhadap Khendrik. Mereka sudah memaafkan kesalahan Khendrik di masa lalu, dan membiarkan Khendrik menjalani kehidupannya yang bebas.


Awalnya Khendrik menolak mentah-mentah pembebasan itu, namun dengan bujukan dan rayuan dari anak-anaknya membuat Khendrik luluh juga. Ia sangat bersyukur sudah diberikan keluarga yang sangat menyayangi dirinya, ia juga menyesal atas apa yang di perbuat di masa lalu.


Khendrik benar-benar sudah berubah, makanya Liora, Jesicca, Maura, dan Edo dengan senang hati memaafkan Khendrik. Setelah Khendrik keluar dari dalam penjara, ia menebus semua kesalahannya dengan berbuat baik kepada semua orang. Sifatnya yang sekarang jauh lebih baik dari Khendrik yang dulu. Bahkan Khendrik di sayangi oleh Vania, Leo dan juga Kaila.


Bagaimana dengan hubungan Khendrik bersama Niko dan juga Maura? Mereka saling memaafkan dan melupakan masa lalu. Khendrik sudah mengikhlaskan Maura menikah dengan Niko. Bahkan Anak Maura dan Niko memanggil dirinya ayah. Mereka sudah seperti satu keluarga besar yang terlihat bahagia.


Liora tersenyum melihat orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia sangat bahagia bisa memiliki mereka semua di sisinya.


"Terimakasih Tuhan! Akhirnya 'Dendam Yang ku kira akan Berujung Petaka' kini berakhir dengan kisah yang bahagia. Dulu aku sempat berpikir bahwa kehidupanku dan juga kehidupan kakakku akan terus berantakan karena hanya sebuah petaka. Namun nyatanya dari petaka itulah kami bisa merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Aku tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan ku dengan kata-kata, sebab semuanya terlalu indah. Izinkan aku terus menjalaninya bersama mereka yang selalu memberikanku ketenangan. Meskipun aku hanya hidup berdua dengan kakakku tanpa adanya orang tua, namun kehadiran mereka menyempurnakan kekurangan dalam hidupku."


"Aku tahu bahwa kisah bahagia ini berawal dari sebuah kesalahan. Tapi, sekalipun aku tidak merasa menyesal. Sebab karena kesalahan itulah aku bisa merasakan apa itu arti kehidupan dan menjadi pemeran terbaik dari skenario Tuhan. Aku berjalan dari masa lalu yang begitu rumit hingga aku mampu melewati masa-masa sulit itu. Sekarang aku menikmati hasil dari jerih payahku dengan dilimpahkan kehidupan yang begitu sempurna! Terimakasih Tuhan! Aku berharap semoga kejadian di masa lalu tidak pernah terulang kembali dan cukup sampai di sini!" batin Liora penuh bahagia.


...----------------...


Yeay akhirnya novel ini End juga. Terimakasih untuk kalian yang terus mengikuti novel ini dari awal hingga akhir. Terimakasih juga untuk dukungan yang kalian berikan, yang menjadi penyemangat untuk diriku agar selalu update.

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu. Jangan lupa akan ada sekuel dari kisah ini yang akan menceritakan kisah kehidupan Adelio, Vania, dan juga Kaila. Ceritanya tidak akan kalah seru dari cerita di novel ini. Semoga kalian suka dan ikuti terus novel ku.


Lopyu pull untuk kalian yang sudah setia membaca novel ku😘😘


__ADS_2