
Happy Reading🥰
"Kami membawa surat penangkapan untuk Pak Khendrik, Bu."
"A-Apa!"
Maura tidak percaya dengan ucapan para polisi. "Jangan mengada-ngada ya Pak. Suami saya bukan orang jahat, kenapa harus di tangkap!"
"Maaf, Tante. Lebih baik Tante katakan dimana Pak Khendrik berada. Lebih jelasnya nanti Tante ikut kami ke kantor polisi, agar Tante tahu kejahatan apa saja yang suami Tante perbuat." Edo berkata dengan tegas. Ia tidak ingin membuang waktu.
Maura sangat shock mendengar ucapan Edo yang berkata kejahatan apa saja yang Khendrik perbuat. Berarti Khendrik telah melakukan banyak kejahatan, bukan hanya satu? Maura mendadak pusing memikirkan itu.
Kenan yang baru keluar dari dalam rumah, menangkap tubuh sang mama yang tiba-tiba limbung. "Maaf Pak, sepertinya papa saya memang tidak ada di rumah. Lebih baik kita berpencar untuk menemukan keberadaan papa." Kenan memerintahkan para polisi untuk melacak keberadaan papanya.
Edo sangat marah mengetahui fakta itu, ia benar-benar menyesal karena tidak langsung membawa Khendrik ke kantor polisi saat berada di rumah kedua.
Kenan membawa masuk mamanya ke dalam rumah, ia mendudukkannya di atas sofa ruang tamu. Kenan mengambil minum untuk Maura agar perasaannya lebih tenang.
"Kenan tolong jelaskan sama Mama, ada apa ini? Kenapa papa kamu mau ditangkap sama polisi?" Maura menatap Kenan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Huf!" Kenan menghembuskan nafas kasar. Ia harus menjelaskan semuanya kepada Maura. Kenan menatap wajah sang mama dengan tatapan iba. Setelah itu Kenan mulai menceritakan kejahatan papanya yang berawal dari melecehkan Jesicca karena jebakan Morgan, tabrak lari yang juga papanya lakukan terhadap Jesicca hingga dia keguguran, dan tindakan pelecehannya kepada Liora, yang Kenan sendiri menemukannya.
Kenan memperlihatkan rekaman CCTV yang dikirim oleh Edo ke ponselnya, lalu ia juga memutar rekaman panggilan waktu Liora menelpon saat Khendrik melecehkannya. Bahkan rekaman itu sangat jelas dari awal Khendrik memukul Liora, hingga saat Kenan menghajarnya.
Maura menutup mulutnya merasa tak percaya. Tubuhnya bergetar, ia tak menyangka bahwa Khendrik bisa melakukan hal sekejam itu terhadap dua wanita. Maura menangis sejadi-jadinya di sana. Setelah mengetahui kejahatan Khendrik, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab hatinya sudah terlanjur sakit. Lebih sakit ketika dirinya mengetahui suaminya berselingkuh darinya.
__ADS_1
Maura menyesal karena tidak mendengarkan ucapan Kenan saat melarangnya untuk tidak mencabut surat gugatan cerainya terhadap Khendrik. Dada Maura terasa sesak, rasanya dia akan berhenti bernafas. Tenggorokannya tercekat, tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.
Kenan senang akhirnya mamanya telah mengetahui fakta itu. Tapi, Kenan juga merasa sedih melihat mamanya hancur karena ulah Khendrik. Padahal dulu, kedua orang tuanya terlihat sangat romantis dan harmonis. Namun, ketika peristiwa di hotel terjadi, dan Liora masuk kedalam hidup Khendrik, seolah semuanya berubah.
Akan tetapi, Kenan tidak dapat menyalahkan Liora karena Liora hanya ingin membalaskan dendam untuk kakaknya yang telah dihancurkan oleh Khendrik. Jadi, keadaan lah yang salah.
"Cepat cari papamu, Ken. Dia harus mempertanggung jawabkan berpuatannya. Mama tidak akan mencegahnya, karena mama sangat kecewa sama papa kamu, Ken," ucap Maura di sela-sela tangisnya.
"Baiklah Ma. Lebih baik Mama istirahat di kamar. Jangan pikirkan apa pun, semoga papa cepat ketemu." Kenan mengantarkan mamanya ke dalam kamar untuk beristirahat.
Bukannya Kenan tega meninggalkan mamanya seorang diri di rumah dalam keadaan terpuruk. Tapi, Kenan harus segera menemukan Khendrik, dia takut papanya lari dan berbuat nekad.
...----------------...
"Aku harus segera pergi dari sini. Aku gak mau mendekam di penjara. Aaargh! Tunggu pembalasanku Morgan! Semuanya gara-gara kamu, hidupku jadi hancur.
Khendrik mendapatkan kabar dari salah satu temannya yang menjabat sebagai polisi. Dia mengatakan bahwa ada seorang pria yang melaporkan perilaku jahatnya kepada pihak yang berwajib, dan mereka sedang mencari keberadaannya.
Khendrik yakin, orang yang melaporkan dirinya adalah Edo atau Kenan. "Jangan-jangan mereka menemukan bukti kuat tentang kejahatan ku? Ah, sial! Kenapa waktu itu, aku melupakan CCTV yang dapat menangkap kejahatanku! Aku tidak boleh gegabah, aku harus menyusun rencana. Dengan kekuasaan yang aku miliki, tentunya aku bisa bebas dari tuntutan itu." Khendrik menyeringai saat menemukan ide itu.
Khendrik sengaja membeli ponsel baru, agar lokasinya tidak terlacak oleh para polisi yang sedang mencarinya.
Khendrik mengirim pesan kepada salah satu pengacara dari keluarganya. Khendrik akan memanipulasi keadaan, agar dirinya bebas dari tuntutan itu.
Edo dan Kenan saling bertukar pesan, untuk memberikan informasi tentang pencarian Khendrik. Mereka benar-benar telah kehilangan jejak Khendrik. Padahal hanya beberapa jam saja mereka bertemu, namun tiba-tiba Khendrik menghilang.
__ADS_1
Keadaan Khendrik juga lemah, karena Kenan dan Edo telah membuat wajah Khendrik babak belur. Lalu, kenapa Khendrik bisa secepat itu mengetahui rencana Edo dan Kenan yang akan melaporkannya ke pihak yang berwajib? Mungkinkah ada orang dalam di kantor polisi yang memberitahukan kabar penangkapan itu?
Semua itu menjadi tanda tanya bagi Kenan dan Edo. Keberadaan Khendrik tidak bisa di lacak, ponselnya pun juga tidak bisa dihubungi. Khendrik sangat licik. Dia melarikan diri di waktu yang tepat.
Di rumah sakit.
Liora sadari tadi hanya diam, tak ingin berbicara apa pun kepada Jessica. Hal itu membuat Jesicca merasa sedih. Liora tidak seperti biasanya, yang selalu menyembunyikan kesedihan darinya. Dulu Jesicca tidak mengetahui soal kejadian sang adik yang dilecehkan oleh Kenan.
Akan tetapi, sekarang Liora sangat kentara menunjukkan rasa sedihnya. Mungkin keadaan yang membuat sikap Liora berbeda. Waktu dia dilecehkan oleh Kenan masih tidak ada nyawa yang tumbuh di rahimnya. Sangat berbeda dengan keadaannya yang sekarang. Bahkan Khendrik melecehkan Liora disaat dia tengah berbadan dua.
Khendrik benar-benar mengerikan. Seandainya Jesicca tahu bahwa Khendrik yang telah membuatnya keguguran, pasti Jesicca akan semakin membenci Khendrik.
Liora tersenyum tipis ke arah Jesicca. Dia tidak mau membuat kakaknya merasa sedih, dan kepikiran dengan keadaannya. "Maaf ya Kak. Aku mengganggu waktu Kak Jesi dan Kak Edo. Seharusnya kalian masih menikmati hari pengantin baru. Tapi, malah ikutan repot gara-gara aku." Liora menyesal karena menciptakan kekacauan yang membuat kakaknya tidak puas dengan hari specialnya.
"Tidak apa-apa, Sayang. Kakak tidak keberatan sama sekali. Yang paling utama itu keselamatan kamu. Jadi, jangan merasa bersalah."
"Makasih ya Kak. Ah, pasti Kak Jesi gagal deh main tanam-tanaman sama Kak Edo."
"Kata siapa? Sudah kok tad ...." Jesicca menutup mulutnya karena keceplosan ngomongin itu sama Liora.
Liora tersenyum melihat wajah sang kakak yang bersemu merah. "Wah, Kak Edo benar-benar garcep. Masih siang pun jadi. Ku kira yang di maksud malam pertama bakalan dilakukan di malam hari. Ternyata kapan pun itu bisa, hehe ...." batin Liora cekikikan.
...----------------...
Terimakasih atas dukungan yang kalian berikan untuk Author😘. Dukungan kalian sangat berarti untuk Author 🤗
__ADS_1
Semoga kalian para readers yang masih setia membaca novel ku, diberikan kesehatan 🤗