Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 38. Kemarahan Liora.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


"Kenan ..., Liora ...." teriak Khendrik, darahnya seakan mendidih saat melihat Kenan, tengah mengelap area s*l@ngk***@n milik Liora. Sedangkan Liora dengan keadaan tak sadarkan diri.


Kenan terperanjat mendengar suara menggelegar sang papa yang memekakkan telinga. Kenan langsung menghentikan aktivitasnya, dan menutup tubuh Liora menggunakan selimut.


Khendrik berlari ke arah Kenan, kepalan tangannya mendarat sempurna dirahang sang putra. Kenan tersungkur ke atas lantai, tangannya mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Bedeb@h! Apa yang kamu lakukan kepada Liora, huh?" bentak Khendrik dengan mata menyala.


Kenan tersenyum miring menanggapi pertanyaan papanya. "Aku rasa tidak perlu dijelaskan papa sudah tahu jawabannya." Kenan menjawab dengan begitu sombongnya. Ia masih marah kepada Khendrik, yang sudah membuat mamanya terluka.


"Kurang ajar!" Khendrik kembali mengarahkan pukulan ke wajah Kenan, namun Kenan berhasil menghindar. Kenan bahkan menyerang balik papanya. Akhirnya mereka berdua saling adu jotos. Tanpa mereka sadari, Liora sudah sadar dari pingsannya.


"Eungh! Liora melenguh, ia memegang kepalanya yang masih terasa sakit. Liora beringsut mundur, dan bersandar di headbord. Liora sangat shock melihat perkelahian antara ayah dan anak di depan matanya.


Pikiran Liora kembali berputar pada kejadian beberapa waktu yang lalu. Disaat Kenan marah, memukulnya, dan bahkan merenggut paksa kesuciannya. Kenan sangat tak perberasaan diwaktu melakukan itu kepadanya.


Air mata kembali menetes dipipi mulus Liora. Tak ingin peduli dengan perkelahian Kenan dan Khendrik, Liora turun dari atas ranjang. Ia ingin pergi dari ruangan yang telah menyisakan kenangan buruk untuknya. Namun saat akan melangkah, Liora merasakan nyeri di area int*nya.


Hal itu mengingatkan dirinya kepada sang kakak, yang pernah mengalami hal serupa. Hatinya seakan teriris saat nasib sial menimpa dirinya dan sang kakak.


"Sssstt!" Liora meringis menahan sakit. Ia melangkah dengan tertatih-tatih, untuk menuju ke arah pintu. Pikirannya seakan kosong, ia takut kakaknya akan membenci dirinya yang sudah ternoda. Bahkan tadi pagi, ia sempat mencurigai kakaknya hamil.


Mengingat kata HAMIL, Liora menggelengkan kepala. Ia tak ingin dirinya juga hamil dari hasil perbuatan bej@t dari Kenan. "Tidak! Aku harus meminum pill kontrasepsi agar aku tidak hamil." batin Liora.


Kenan yang menyadari kepergian Liora, ia langsung menghentikan pertarungannya bersama sang papa. "Liora, kamu mau kemana?" teriak Kenan seraya berlari mengejar langkah Liora.

__ADS_1


Begitu juga dengan Khendrik, ia pun menyusul Liora yang berada di ambang pintu. "Sayang! Kamu baik-baik saja kan?" tanya Khendrik dengan cemas. Ia langsung memegang tangan Liora yang sudah siap untuk membuka pintu.


Kenan berasa ingin muntah, mendengar Khendrik yang memanggil Liora dengan kata SAYANG. Kenan tak ingin kalah dari sang papa, ia langsung mengambil alih tangan Liora dari genggaman papanya.


Liora langsung menghempaskan tangan Kenan yang sudah berani menggenggam tangannya. "Lepas! Brengs*k!" Liora menatap Kenan dengan tatapan yang mematikan.


Nyali Kenan langsung menciut saat melihat kemarahan Liora. Ia memang mengakui kesalahannya, dan akan meminta maaf kepada Liora.


"Li, maafkan aku. Aku tahu kesalahanku sangatlah fatal. Tapi untuk menyesal, aku tidak menyesali itu." Kenan berkata dengan sarkas. Mana mungkin ia menyesal dengan perbuatannya yang sudah berhasil menjadi orang pertama untuk Liora, wanita yang telah membuat dirinya jatuh cinta.


Mendengar permintaan maaf dari Kenan, Khendrik kembali marah, ia menarik kerah baju milik Kenan. "Anak kurang ajar! Papa tidak pernah mengajar 'kan perbuatan bej@t kepadamu. Kenapa kamu tega melakukan itu kepada Liora, huh?" Khendrik berteriak di depan wajah Kenan.


Liora tersenyum kecut mendengar ucapan Khendrik. "Apa anda tidak salah bicara Pak Khendrik yang terhormat!" ucap Liora, yang akhirnya membuat atensi dua laki-laki itu menatapnya.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Khendrik tak mengerti dengan ucapan Liora. Ia melepaskan cengkraman tangan di kerah baju Kenan.


"Sayang, kamu kenapa?" Khendrik benar-benar tak mengerti dengan perubahan sikap Liora kepadanya.


Kenan hanya memperhatikan Liora dan Khendrik yang membuatnya semakin penasaran.


"Apa anda benar-benar lupa dengan kejadian 4 minggu yang lalu, di acara pesta Pak Bagas?" Liora tersenyum sinis saat mengatakan itu.


Khendrik tercengang, ingatannya kembali berputar pada kejadian itu. Dimana ia yang telah di jebak oleh Morgan, dan berakhir memp**k*s@ Jesicca. Wanita yang berniat menolongnya, namun Khendrik dengan teganya mengambil kesempatan itu untuk menodainya.


Khendrik semakin bingung, kenapa Liora bisa bertanya seperti itu. Apa hubungannya dia dan Jesicca? Khendrik harus bertanya yang sebenarnya.


"A-apa maksud kamu Liora?" tanya Khendrik dengan gugup. Ia sudah tidak memanggil Liora dengan sebutan SAYANG lagi.

__ADS_1


"Huh, laki-laki brengs*k memang akan tetap brengs*k. Bahkan anda berpura-pura lupa dengan kejadian itu! Lihatlah buah tidak jauh jatuh dari pohonnya!" tatapan Liora tertuju kepada Kenan yang tengah menatapnya juga.


Kenan tak kalah bingung dengan ucapan Liora. Kenapa Liora bisa berkata begitu kepada papa dan juga dirinya?


"Apa hubunganmu dengan Jesicca?" tanya Khendrik to the point. Ia langsung bicara pada intinya, ia yakin Liora tidak mungkin tahu tentang kejadian itu jika Liora tidak mempunyai hubungan dengan Jesicca.


"Apa anda tidak bisa melihat wajah saya yang mirip dengannya?" Liora benar-benar muak jika harus menjelaskan dengan secara detail kepada Khendrik. Biarlah Khendrik menyimpulkan sendiri tentang penilaian terhadap kemiripan dirinya dan Jesicca.


Khendrik meneliti wajah Liora, ia baru sadar jika Liora memang mempunyai kemiripan dengan Jesicca. Kenapa ia baru menyadari sekarang. Apa mungkin Liora mempunyai niat yang buruk kepadanya? Ah tidak mungkin, ia tahu Liora adalah gadis yang baik. Lagi pula itu hanya atas kesimpulannya sendiri, bukan fakta yang sesungguhnya, dan tidak keluar dari mulut Liora secara langsung.


"Jadi, kamu ada hubungan apa dengan Jesicca? Apa kamu saudaranya?" tanya Khendrik dengan nada yang masih lembut.


"Benar, aku adalah adik dari wanita yang telah anda hancurkan masa depannya." ucap Liora dengan penuh amarah. "Mungkin dia sekarang tengah mengandung benih dari hasil perbuatanmu." setelah mengatakan itu, Liora langsung membuka pintu, dan pergi dari sana.


Kenan membulatkan mata saat mendengar penuturan Liora yang penuh dengan amarah kepada papanya. Kenan menatap papanya dengan penuh tanda tanya. Ia sampai lupa ingin mengejar Liora yang keluar dari sana.


"Apa maksud dari perkataan Liora, Pa?" tanya Kenan penuh dengan penekanan.


Jantung Khendrik terasa ingin berhenti berdetak saat mendengar Liora yang mengatakan bahwa kemungkinan besar, Jesicca tengah mengandung anaknya. Apa yang harus Khendrik lakukan jika memang benar Jesicca sedang hamil?


Khendrik mengacak rambutnya frustasi. Ia tak menyangka bahwa Liora adalah adik dari Jesicca. Bahkan sekarang Kenan sudah tahu perbuatan bej@tnya. Tapi ia melakukan itu bukan atas keinginannya sendiri, Morgan lah yang bersalah karena sudah menjebaknya.


...----------------...


Terimakasih untuk pembaca setiaku, semoga kalian sehat selalu🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa dukungannya ya, dengan cara tekan like, komen dan giftnya 😘😘😘😘

__ADS_1


Lophe-lophe se kebon cabe🌶🌶🌶


__ADS_2