Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 54. Ingin Memiliki Satu Wanita Yang Sama


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Kenan tengah bersiap untuk berangkat ke cafe yang katanya adalah milik kakak ipar Kenan. Memang terlalu percaya diri Kenan mengatakan hal itu. Namun, ia benar-benar akan menikahi Liora, bagaimana pun caranya.


Kenan sudah seperti anak gadis yang kelimpungan mencari baju untuk digunakan saat ketemuan bersama sang kekasih. "Kenapa dari tadi tidak ada yang cocok! Kenapa juga semua bajuku berubah menjadi jelek! Kenapa aku tidak beli baju yang baru, kemarin! Kenapa ... Kenapa ... Kenapa ...." Kenan terus mengoceh karena semua bajunya tidak ada yang terlihat keren di matanya.


Padahal baju Kenan bermerek semua, itu karena dia akan bertemu dengan Liora. Sebagus apa pun baju yang di pakai, pasti akan terlihat jelek di matanya. Kenan hanya ingin terlihat sempurna di mata Liora, sesempurna cintanya terhadap sang bidadari. Kenan memilih untuk memakai setelan jas hitam, karena ia tidak terbiasa dengan memakai baju santai ketika keluar rumah.


Sepanjang perjalanan, Kenan tak berhenti tersenyum. Ia benar-benar telah di mabuk cinta. Hingga mobil yang dikendarai tiba di depan cafe, Kenan tetap setia dengan senyuman manisnya. Kenan langsung menuju ke tempat yang telah Liora siapkan, tadi Liora sempat mengirim pesan untuk memberitahu tempat itu, dan menyuruh Kenan langsung ke sana.


"Pagi sayang. Apa kamu sudah lama menunggu, hum?" tanya Kenan setelah sampai di tempat special yang Liora siapkan, dan terletak di belakang cafe. Padahal tidak ada yang special di tempat itu, hanya saja Kenan yang beranggapan begitu karena Liora yang memilih tempat sepi untuk berbicara empat mata dengannya.


"Tidak," jawab Liora dengan singkat dan padat.


Kenan tidak merasa tersinggung sedikit pun dengan sikap Liora. Kenan semakin terpesona dengan sikap Liora yang selalu berbicara ketus terhadapnya. Menurut Kenan, Liora terlihat imut jika sedang kesal.


"Kamu terlihat semakin cantik, sayang." Kenan terang-terangan memuji Liora, dan berhasil membuat Liora tersipu malu. Namun, Liora berusaha bersikap tak perduli dengan ucapan Kenan, walaupun sebenarnya hatinya sedang berbunga-bunga.


"Khem, jangan basa-basi Kenan, lebih baik kita langsung ke intinya." Liora berkata dengan ekspresi serius.


"Bicaralah sayang, aku akan mendengarkan."


"Mulai sekarang, berhenti mendekatiku. Aku tidak ingin berurusan denganmu lagi."


"Maksud kamu apa?"

__ADS_1


"Apa aku harus mengulang kata-kataku barusan?"


"Tidak! Aku tidak akan pernah bisa melakukan itu sayang. Aku sangat mencintaimu, dan akan menjadikan kamu wanita satu-satunya dalam hidupku."


"Heh, cinta? Apa yang kamu maksud dengan cinta adalah merusak masa depanku, begitu?"


Liora kembali terpancing emosinya, saat mengingat kejadian mengerikan itu. Dimana Kenan dengan teganya bersikap kasar terhadapnya.


"Maaf say ...,"


"Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikkan itu, Kenan!" ucap Liora berapi-api.


"Baiklah, maafkan aku Liora. Aku benar-benar menyesal telah bersikap kasar terhadap mu. Seandainya aku tahu kalau itu masih yang pertama untuk kamu, pasti aku akan melakukannya dengan lembut."


Liora hanya diam, tak ingin menanggapi ucapan Kenan yang sangat absurd. Lama-lama dirinya ikutan gila jika terus bersama dengan Kenan. Liora memilih pergi ke dalam cafe untuk mengambilkan Kenan sebuah minuman. "Jangan ikuti aku, aku hanya ingin mengambil minuman di dalam." ucap Liora saat melihat Kenan yang juga beranjak dari kursi untuk menyusul dirinya.


...----------------...


Khendrik sedang bersiap untuk pergi ke cafe milik Jesicca. Ya Khendrik sudah mengetahui bahwa Liora sekarang tengah bekerja di cafe milik kakaknya. Khendrik berpakaian sangat rapi, wangi parfum begitu menyengat di indera penciuman. Ia tidak ingin kalah saing dari Kenan.


Maura yang melihat sang suami terlihat begitu tampan, wangi parfum yang menguar dari tubuhnya, membuat Maura sedikit curiga. "Papa mau kemana?" tanya Maura penuh selidik.


"Eungh, papa mau bertemu dengan klien Ma," Jawab Khendrik dengan sejuta kebohongannya.


"Mama ikut ya, suntuk di rumah terus Pa, mama juga ingin jalan-jalan bersama Papa." Maura memaksa ingin ikut sang suami, karena firasatnya tidak enak.

__ADS_1


Dengan berat hati, Khendrik mengizinkan Maura untuk ikut bersamanya. Ia juga harus berbohong lagi kalau kliennya telah menunda pertemuannya. Maura yang telah siap sedari tadi, langsung mengikuti Khendrik memasuki mobilnya.


Tak banyak percakapan di antara keduanya saat berada di dalam mobil. Khendrik terus sibuk dengan pemikirannya yang selalu tertuju kepada Liora. Bagaimana jika Maura mengetahui perasaannya terhadap Liora? Pasti Maura akan sangat marah.


Meskipun Khendrik bersama dengan Maura, ia tetap akan pergi ke cafe Rindu. Karena rasa rindunya yang sudah menggebu ingin segera bertemu dengan Liora. Khendrik harus bermain pintar di depan sang istri, agar kebohongannya tidak ke bongkar.


Akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Khendrik telah sampai di depan cafe Rindu. Khendrik turun lebih dulu dari dalam mobil, lalu membuka 'kan pintu untuk sang istri, yang ia perlakukan layaknya seorang Ratu.


Maura tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Khendrik. Entahlah terbuat dari apa hati Maura, hingga kesalahan Khendrik ia lupakan begitu saja.


Khendrik terus memindai ruangan cafe itu, netranya sedang mencari sosok wanita cantik yang ia rindukan. Hingga atensinya tertuju kepada wanita yang sedang membawa minuman di atas nampan, wanita yang ia cari-cari sedari tadi.


"Sayang, aku ke toilet sebentar ya," pamit Khendrik kepada Maura.


"Iya Pa, jangan lama-lama." ucap Maura mengingatkan.


Khendrik hanya menganggukkan kepala sebagai bentuk jawaban dari ucapan Maura. Khendrik bukan pergi ke toilet, melainkan mengikuti kemana arah Liora pergi. "Kenapa Liora pergi ke belakang cafe, apakah ada tamu penting di sana?" ucap Khendrik bertanya-tanya.


Khendrik melihat Kenan yang tengah duduk di kursi belakang cafe, Liora juga duduk di sana. "Sialan! Ternyata Liora sedang bersama anak ingusan itu. Awas kamu Kenan, papa akan memberikan perhitungan terhadap mu karena telah berani menemui Liora di belakang papa." ucap Khendrik dengan tangan terkepal kuat.


Khendrik pergi dari sana dengan perasaan kesal. "Aku tidak boleh kalah sama Kenan. Aku harus membuat Kenan menjauhi Liora, karena Liora hanya milikku." batin Khendrik.


...----------------...


Lophe-lophe se kebon cabe untuk kalian para readers 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2