Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 61. Aku Calon Suaminya.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Setelah lama merayu dan membujuk sang pujaan hati, akhirnya Edo bisa melihat senyum Jesicca lagi. Edo menjelaskan alasannya yang di sangka marah oleh Jesicca, padahal sebenarnya dia hanya malu. "Sayang, setelah kita menikah, enaknya tinggal di mana?" tanya Edo sambil mengusap rambut Jesicca yang tengah bersandar di dada bidangnya.


"Bukankah jika sudah menikah, seorang istri harus ikut suaminya?"


"Memang, tapi aku akan meminta pendapat dari kamu, aku akan mengabulkan keinginanmu, agar kamu merasa nyaman. Aku ada tiga pilihan buat kamu, sayang."


"Apa?"


"Pilihan pertama, setelah kita menikah tinggal di rumah kedua orang tuaku. Pilihan kedua, kita tinggal di rumah kita yang baru, dan pilihan ketiga, kita tinggal di rumah kamu."


Jesicca mendongakkan kepala, menatap Edo dengan tatapan bahagia. Bagaimana bisa dirinya mendapatkan calon suami yang sangat pengertian seperti Edo. Yang mau memberikan pilihan tempat tinggal untuk dirinya setelah menikah, dan mengutamakan kenyamanan dirinya.


"Apa aku sungguh boleh memilih?"


"Tentu saja sayang."


"Jika kita tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuamu, apa mereka bisa menerima keputusan itu?"


"Kamu tenang saja, Sayang. Mama dan Papa selalu mendukung keputusan aku. Jadi, mereka pasti menerima kok. Apalagi itu adalah perintah dari mama."


"Benarkah?"


"Iya, Sayang. Mama hanya ingin yang terbaik buat kita. Mama lebih mengutamakan kenyamanan kamu. Apalagi hanya Liora keluarga kamu satu-satunya. Mungkin kamu masih tidak ingin jauh dari Liora, dan ingin menemaninya sampai dia menikah kelak."


"Terimakasih kasih banyak ya, Ed. Atas pengertian kamu dan juga Mama kamu."


"Jadi, kamu mau pilihan yang ke berapa?"


"Nanti aku pikirkan lagi ya. Aku mau minta pendapat sama Liora, boleh kan?"


"Boleh dong, apa pun keputusan kamu, aku akan menerima dengan senang hati."


Jesicca memeluk erat tubuh Edo, ia benar-benar speechless. Edo telah membuat dirinya seperti seorang Ratu. Sungguh kebahagiaan yang sangat luar biasa. Jesicca sangat bersyukur dengan kehadiran Edo di dalam hidupnya. Ternyata di balik kejadian buruk, masih ada masa depan yang cerah.

__ADS_1


Sedangkan di kamar sebelah, Liora tengah kesal setengah mati, karena Kenan terus-menerus meneror nya dengan pesan romantis. Liora sampai kehabisan cara, untuk membuat Kenan menjauhi dirinya. Bagaimana pun, Liora masih sangat membenci Khendrik.


TO PRIA GILA : "Kenan, aku mohon tolong berhenti mengganggu kehidupanku lagi. Aku tidak ingin berurusan dengan semua anggota keluarga Khendrik! Jadi, tolong mengertilah. Aku sudah melupakan kejadian di kantor, aku akan memaafkan mu jika kamu pergi dari kehidupanku. Tapi, jika kamu masih nekad untuk mendekati aku, maka jangan pernah berharap akan mendapatkan maaf dariku!"


Liora mengirim pesan itu kepada Kenan, dengan berat hati. Liora merasa dilema dengan perasaannya. "Biarkanlah takdir yang menentukan jalan hidupku, Jika aku memang berjodoh dengan Kenan, maka suatu saat kita akan dipersatukan dengan cara yang baik. Namun, jika kami tidak berjodoh, aku dengan ikhlas akan menerima takdir itu." monolog Liora.


Kenan mengeraskan rahangnya saat membaca pesan dari Liora. Ia tidak terima dengan ucapan Liora. Mana mungkin Kenan akan berhenti berjuang untuk mendapatkan cinta dari sang pujaan hati, dan malah pergi meninggalkannya. Itu tidak akan pernah terjadi, Liora adalah wanita pertama dan terakhir untuk Kenan.


TO BIDADARI KU : "Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu! Aku akan tetap memperjuangkan cintaku, dan akan segera menikahi mu, Liora! Besok aku akan menemui mu di cafe. Ada banyak hal yang harus kita bahas."


Kenan melempar ponselnya begitu saja setelah mengirim pesan balasan untuk Liora. "Huf!Semuanya gara-gara papa. Seandainya papa tidak berulah, aku tidak akan membuat kesalahan bodoh terhadap Liora, dan Liora tidak akan membenciku saat ini." Ucap Kenan kesal.


Liora semakin dilema setelah membaca pesan dari Kenan. "Kenan, kamu sangat keras kepala. Sifatmu berbanding terbalik dengan sifat papamu yang brengsek itu. Dia dengan tega lepas tanggung jawab atas kesalahannya terhadap kak Jesi. Sedangkan kamu, berusaha keras untuk mendapatkan maaf dariku, dan juga ingin bertanggungjawab atas apa yang telah kamu lakukan terhadapku. Ah, aku benar-benar pusing memikirkannya."


Pagi harinya ...


Liora pergi ke cafe seorang diri, sedangkan Jesicca berangkat lebih dulu bersama dengan Edo. Saat akan memasuki mobil, tiba-tiba terdengar bunyi klakson dari luar pagar, rumah.


Tin! Tin! Tin!


"Juna! Kamu ngapain di sini?"


"Mau jemput Tuan Putri, dan mengantarkannya ke tempat kerja."


"Memangnya kamu tahu, aku kerja di mana?"


"Tentu saja aku tahu. Semua tentang kamu aku juga tahu." Juna berkata dengan sombongnya.


Liora tidak menanggapi ucapan Juna, dengan senang hati, Liora masuk ke dalam mobil, Juna. Entah mengapa, ia marasa nyaman berteman dengan Juna. "Memangnya kamu tidak kerja?"


"Tentu saja aku kerja. Aku 'kan bosnya, jadi aku bebas mau masuk kerja jam berapa."


"Mentang-mentang bos, bisa masuk kerja seenaknya. Gak gitu juga, seharusnya kamu itu memberikan contoh yang baik untuk karyawan kamu, bukannya memberikan contoh yang buruk."


Juna tersenyum mendengar nasehat dari wanita cantik yang duduk di sampingnya. "Baik Tuan Putri. Mulai besok, aku akan menjadi bos yang teladan."

__ADS_1


Liora terkekeh mendengar ucapan Juna. Laki-laki yang awalnya membuat dirinya kesal setengah mati, namun sekarang bisa membuatnya tersenyum bahagia. Padahal, Liora tidak bisa akrab dengan sembarangan orang. Juna adalah laki-laki pertama yang menjadi teman Liora setelah dia lulus kuliah.


"Makasih ya, Jun. Sudah mau anterin aku ke sini," ucap Liora tulus, setelah mobil Juna sampai di depan cafe.


"Iya sama-sama." Juna ikut turun dari dalam mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Liora. "Nanti pulang kerja jam berapa?"


"Biasanya aku pulang awal. Cafe tutupnya 'kan jam 21:00 malam. Aku cuma bantu kakak disini. Tapi, sepertinya nanti aku pulang agak malam deh, soalnya kakak aku masih belum bisa kerja berat-berat, dan terlalu capek."


"Memangnya kakak kamu kenapa?"


"Habis kecelakaan, sekarang malah maksa mau kerja, padahal dia masih belum sembuh total." Liora berkata dengan panjang-lebar, ia sudah seperti kenal lama sama Juna, sampai menceritakan keadaan kakaknya.


"Hm, ya udah, nanti aku jemput pulangnya ya." Juna merasa senang karena Liora sangat terbuka terhadapnya. Dia semakin tertarik kepada Liora.


"*** ...."


"Tidak boleh! Nanti malam, Liora akan pulang bersamaku." tiba-tiba Kenan menyela ucapan Liora. Entah sejak kapan ia berada di sana.


Liora dan Juna menatap Kenan bersamaan. Mereka sangat terkejut dengan kehadiran Kenan di sana. "Maaf Pak Kenan. Maksud anda apa? Saya bertanya kepada Liora, kenapa anda yang menjawab?" Juna merasa tak terima dengan ucapan Kenan.


"Karena aku calon suaminya." Kenan berkata dengan penuh penekanan.


Liora membulatkan mata sempurna, ia hanya melongo saat mendengar ucapan Kenan yang mengklaim dirinya sebagai calon istri Kenan. Juna sangat terkejut dengan ungkapan Kenan. Apa benar Liora dan Kenan akan menikah? Jika iya, dirinya sudah kalah sebelum berperang.


"Kenan! Kamu jangan sembarangan bicara! Aku tidak sudi menikah dengan kamu." Liora berkata dengan mata menyala.


Kenan hanya tersenyum sinis, dengan berani, ia memeluk pinggang, Liora. Lalu membisikkan sesuatu di telinga sang pujaan hati. "Menurut lah! Jika tidak, aku akan membongkar kejadian kita saat di kantor!"


Liora mengepalkan tangan, bisa-bisanya Kenan mengancam dirinya dengan hal yang sangat menjijikkan. Rasa benci kembali menguar di dalam hati Liora. Tanpa mengatakan sepatah kata pun. Liora melepaskan tangan Kenan dengan kasar, lalu ia masuk ke dalam cafe dengan hati yang penuh dengan amarah.


Juna merasa heran dengan perubahan sikap Liora, yang terlihat menahan amarah, setelah Kenan membisikkan sesuatu kepadanya. Juna harus mencari tahu kebenarannya, apakah Liora dan Kenan benar-benar akan menikah. "Aku tidak boleh menyerah. Aku akan tanyakan langsung kepada Liora, tentang pernikahan itu. Karena aku tidak percaya dengan ucapan Kenan."


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2