
Happy Reading🥰.
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Kenan dan Liora. Hari yang akan menjadi sejarah dalam hidup mereka. Kenan dan Liora tengah bersanding di atas pelaminan. Wajah mereka tampak berseri memancarkan kebahagiaan. Tatapan Kenan tidak pernah lepas dari wajah Liora, yang beberapa waktu lalu telah SAH menjadi istrinya.
Tidak ada kendala dalam acara ijab qabul, karena Kenan telah siap lahir dan batin. Tidak ada kosa kata yang salah dalam pengucapan ijab qabul itu. Banyak tamu yang hadir di sana, semua relawan bisnis, kedua orang tua Edo, para karyawan, alumni kampus, para dosen, dan teman-teman Liora juga hadir di sana.
Ketiga sahabat Liora sama-sama terkejut saat mendapatkan undangan pernikahan dari Liora dan Kenan yang menurut mereka sangat mendadak. Semua undangan baru di sebar 2 hari sebelum acara. Banyak yang berspekulasi buruk tentang pernikahan Kenan dan Liora yang terbilang dadakan.
Akan tetapi semua anggota keluarga dari kedua mempelai tampak acuh dengan gosip miring yang mereka dengar. Terserah orang-orang mau berkata apa, yang penting Kenan dan Liora telah resmi menjadi pasangan suami-istri.
Teman-teman Liora juga sangat penasaran, tapi mereka tak ingin berspekulasi sendiri tentang pernikahan mendadak itu. Mereka yakin Liora pasti punya alasan tersendiri akan hal itu.
Hanya orang julid yang berani berkata buruk tentang orang lain. Mella, Sisil, dan Maya akan menanyakan hal itu nanti setelah Liora ada waktu senggang. Mereka bertiga sempat merasa kehilangan Liora yang tiba-tiba loss kontak setelah acara wisuda selesai.
Mereka bertiga butuh penjelasan dari Liora. Di sinilah mereka berada, di atas pelaminan untuk mengucapkan kata selamat kepada Liora dan Kenan. "Selamat Pak Kenan, selamat juga ya Li, akhirnya kamu berjodoh juga dengan pangeran kamu di kampus." goda Mella kepada Liora.
"Makasih Mel, Sil, dan Maya. Kalian sudah menyempatkan hadir di acara pernikahan aku sama Kenan." Liora berkata dengan nada menyesal.
"Ekhem, udah gak manggil 'Pak' lagi nih." gantian Sisil yang menggoda.
"Ya iya lah, Sil. Masa iya sama suami sendiri manggilnya 'Pak' hahaaaaa ...." Maya juga menggoda Liora. Mereka bertiga berhasil membuat Liora tersipu malu.
Bagaimana tidak malu, Mella, Sisil, dan Maya adalah sahabat terdekat Liora, mereka sudah tahu seluk-beluk kisah kehidupan Liora. "Ish, kalian benar-benar menyebalkan! Nyesel aku ngundang kalian ke sini. Udah sana turun, tuh di belakang masih banyak yang antri mau ngucapin selamat sama aku." Liora mengusir ketiga wanita cantik itu agar mereka tidak semakin meraja lela.
"Ingat! Kamu masih punya hutang penjelasan sama kita bertiga!" Mella menekan kalimatnya seolah mengintimidasi Liora.
Liora menelan saliva nya kasar, ia harus menyiapkan diri untuk menghadapi wawancara dari ketiga sahabatnya itu. Liora tahu bahwa dirinya memang salah karena menghilang tanpa jejak, dan memutus kontak dari teman-temannya.
__ADS_1
Pernikahan Kenan dan Liora di gelar di 'Hotel Manca'. Hotel terbesar di kota J, Maura menyiapkan acara itu dengan begitu sempurna. Para tamu undangan yang hadir menatap takjub dengan acara mewah itu.
Tubuh Liora mendadak limbung, jika Kenan tidak menangkapnya pasti Liora sudah jatuh ke atas lantai. "Sayang, kamu kenapa?" tanya Kenan panik.
"Aku pusing, Kenan. Badan aku mendadak lemas. Kaki aku terasa pegal." Liora berkata dengan suara lemah. Wajahnya terlihat pucat.
"Ya sudah kita ke kamar saja."
"Tapi tamu undangan masih banyak."
"Sayang, kamu tenang saja. Masih ada Mama, Kak Jesi, Kak Edo, dan Om Niko yang akan menemani para tamu yang hadir."
Liora terkejut saat tubuhnya tiba-tiba seperti melayang. Kenan telah menggendongnya, membuat semua atensi berpusat ke arah mereka. "Kenan, turunkan aku! Malu dilihat orang." Liora menyembunyikan wajahnya di dada Kenan.
"Buat apa malu, emang salah menggendong istri sendiri?"
"Shuuut!" Kenan memotong pembicaraan Liora. Ia menuju ke arah microphone untuk memberitahukan semua orang bahwa dirinya dan Liora akan istirahat lebih dulu, sebab Liora sudah lelah.
"Perhatian semuanya! Mohon maaf mengganggu waktunya sebentar! Saya sama istri saya akan beristirahat duluan ya, soalnya dia kurang enak badan. Wajahnya sudah sangat pucat. Sekali lagi mohon maaf ya. Nikmatilah pesta ini sepuas kalian. Jangan sungkan, kalian bebas ingin melakukan apa saja di sini." Ucap Kenan dengan lantang.
Liora sangat malu dengan tindakan Kenan yang secara langsung meminta izin kepada semua orang untuk pergi lebih awal dari atas pelaminan. Pasti semua orang akan berfikiran buruk tentangnya.
"Wah, Pak Kenan sudah gak sabar nih mau malam pertama." ucap salah satu tamu yang kebetulan rekan dosennya di kampus.
Semua orang juga ikutan meledek Kenan. Mereka tidak tahu saja bahwa Liora saat ini tengah hamil. Kenan langsung membawa Liora menuju ke kamar hotel yang telah di siapkan khusus oleh Maura untuk dirinya dan Liora.
Kenan membaringkan tubuh sang istri di ranjang king size dengan pelan. "Sayang, kamu istirahat saja, aku akan menemani kamu di sini."
__ADS_1
"Makasih, Ken."
"Tidurlah." Kenan membuka high heels yang terpasang di kaki sang istri. Memijit kakinya dengan sangat lembut.
"Kenan, jangan." Liora menarik kakinya, ia merasa tidak enak dipijit oleh Kenan. Namun Kenan tak mau kalah, ia tetap maksa untuk memijit kaki sang istri yang terasa pegal.
Liora merasa sangat nyaman dengan pijitan, Kenan. Tak terasa ia memejamkan mata, Kenan tersenyum melihatnya. Liora tidur tanpa melepas gaunnya. "Tidurlah istriku, Sayang. Akhirnya aku bisa memilikimu. Tuhan sudah menakdirkan kita berjodoh. Meskipun harus melewati lika-liku kehidupan. Dulu kamu yang mengejar cintaku, namun sekarang aku yang mengejar cintamu, dan sangat takut kehilanganmu, Liora." gumam Kenan dalam hati.
Sedangkan di lantai ballroom, suasana pesta masih tampak ramai. Para tamu banyak yang berdansa di sana. Begitu juga dengan Jesicca dan Edo yang ikut berdansa dengan tamu yang lain. Edo tiada hentinya terus tersenyum menatap wajah cantik sang istri. Malam ini Jesicca terlihat jauh lebih cantik dari hari-hari sebelumnya.
Edo sangat tidak rela jika ada pria lain yang menatap kecantikan sang istri. "Sayang, aku menyesal sudah mengizinkan kamu di make over oleh orang suruhan Bu Maura."
"Memangnya kenapa, Mas?" Jesicca menatap aneh kepada Edo.
"Kamu terlihat sangat cantik, Sayang. Rasanya aku ingin memakan mu sekarang juga."
"Aw, aku jadi takut." Jesicca memasang wajah pura-pura takut di depan Edo. Membuat Edo semakin tidak tahan untuk menerkam sang istri yang terlihat sangat imut di matanya.
Edo menarik pergelangan tangan, Jesicca. Membawanya masuk ke dalam kamar hotel yang juga di siapkan oleh Maura untuk mereka. Malam ini mereka sekeluarga akan menginap di hotel itu. Termasuk dengan Niko.
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘😘
Silahkan mampir ke karya temenku yang sangat spektakuler, baru netes loh masih anget juga🥳
__ADS_1