Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 17. Kehancuran Jesicca


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Sreet ...


Brak ...


"Pak ...! "


Khendrik menarik pergelangan tangan Jessica hingga masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil lalu menguncinya. Ia mendudukkan Jessica di atas pangkuannya.


"Apa yang bapak lakukan? Buka pintunya pak, saya mau ke luar!" teriak Jessica dengan memberontak dan tatapan memohon. Ia sangat ketakutan saat melihat tatapan mata Khendrik yang sudah memerah penuh dengan kabut g@irah karena efek obat yang diberikan oleh Morgan. Apalagi dengan posisi mereka yang sangat int*m semakin membuatnya tidak nyaman. Selama menjadi sekertaris Khendrik, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sang atasan.


"Jes, bantu saya," ucap Khendrik dengan tatapan memohon. Setelah mengatakan itu, Khendrik tidak memberikan kesempatan bicara untuk Jesicca. Hingga akhirnya hal yang paling ditakutkan oleh Jesicca benar-benar terjadi.


30 menit berlalu ...


Jesicca hanya menangis sesenggukan, tangisnya begitu pilu dan menyayat hati, bahkan orang yang mendengar akan merasa iba melihat keadaan Jesicca yang begitu mengenaskan.

__ADS_1


Bodoh! Itulah yang dipikirkan oleh Jesicca karena niat hati ingin memberikan pertolongan untuk sang atasan, namun kehancuran yang ia dapat.


Setelah semuanya terjadi, lalu apa lagi yang harus diharapkan.


Jesicca merasa sudah tidak punya masa depan. Dengan keadaannya yang sekarang, ia merasa dunianya hitam.


"Edo, kenapa kau tidak menolongku?" batin Jesicca dengan hati yang begitu sakit. "Jika kau tahu dengan keadaanku yang sekarang. Apa kau masih mau berteman dengan ku? Aku sudah kotor Ed!" tangis Jesicca kembali pecah. Ia melihat laki-laki yang berada di sampingnya dan masih tak sadarkan diri setelah melakukan hal menjijikkan terhadap nya.


Br*ngsek!


"Aku bersumpah! Tidak akan pernah memaafkan mu bajing@n!" setelah mengatakan itu, Jesicca berusaha untuk keluar dari dalam mobil dengan sisa tenaganya. Ia membenahi pakaiannya yang sudah tak berbentuk dan tak layak pakai.


Aw! Ia meringis menahan sakit di area int*nya yang sudah terkoyak habis oleh perbuatan Khendrik. Lelehan bening terus mengalir membasahi pipi mulusnya kala mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.


Hancur sudah! Kehormatan yang ia jaga selama ini telah di renggut paksa oleh laki-laki yang berstatus sebagai atasannya.


Jesicca membuka kunci mobil lalu membuka pintunya. Ia turun dari mobil dengan langkah tertatih-tatih. Entahlah kemana tujuannya setelah ini, pikirannya kosong dan tak ingin pulang dan melihat sang adik dengan keadaannya yang sangat berantakan.

__ADS_1


Keadaan di basement sangat sepi tidak ada satu orang pun kecuali dirinya dan Khendrik. Pantas saja tidak ada yang mendengar permintaan tolongnya. Mungkin orang-orang masih sibuk di acara pesta. Padahal waktu menunjukkan hampir tengah malam.


...----------------...


Sedangkan di dalam ballroom hotel, Edo sangat gelisah menunggu Jesicca yang sedang pergi ke toilet.


"Kenapa Jesicca lama sekali ke toilet, sudah hampir satu jam aku menunggunya, Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya," ucap Edo dengan cemas. Ia pergi menyusul Jesicca hingga ke toilet wanita dan menerobos masuk. Tapi saat sampai di sana tidak ada satu orang pun di dalam. Dan itu semakin membuatnya cemas. Karena Jesicca sudah berjanji akan kembali menemuinya ditempat semula jika sudah selesai dari toilet. Tapi sampai sekarang Jesicca belum juga kembali.


Edo terus mencari keberadaan Jesicca di kerumunan tamu undangan yang masih terlihat banyak meskipun sudah hampir jam tengah malam. Ia mencoba menelpon ponsel Jesicca tapi berulang kali panggilannya tak terjawab. Hingga ia memutuskan untuk mencarinya di luar gedung Hotel dan basement, siapa tahu Jesicca sudah menunggunya di mobil dan lupa memberikan kabar.


Hingga tiba di basement Edo melihat seseorang yang terlihat sangat berantakan.


Jesicca ...


...----------------...


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2