
Happy Reading🥰
Setelah melakukan interview di perusahaan Khendrik. Akhirnya Liora diterima bekerja sebagai sekertaris disana. Identitasnya tidak diketahui oleh Khendrik, bahwa dia adalah adik kandung dari Jesicca.
Tidak ada yang membimbing Liora untuk melakukan tugasnya sebagai sekertaris. Karena asisten pribadi Khendrik masih berada diluar negeri, demi sebuah tugas yang diberikan oleh Khendrik.
Terpaksa Khendrik harus turun tangan sendiri dalam membimbing Liora, agar cepat paham mengenai apa saja tugas dia sebagai sekertaris.
"Liora! Kamu pelajari semua dokumen ini. Jika ada yang tidak paham, kamu bisa langsung tanyakan kepada saya," ucap Khendrik seraya memberikan semua dokumen penting yang berisi tugas untuk Liora pelajari.
"Baik Pak. Kalau begitu saya pamit untuk kembali ke tempat saya Pak," ucap Liora dengan sopan. Setelah itu Liora berjalan menuju pintu, namun baru beberapa langkah, Liora tiba-tiba menjatuhkan dokumennya.
Bruk ...
"Sssttt ...." Liora memegang kepalanya dan meringis menahan sakit.
"Liora, kamu kenapa?" tanya Khendrik dengan cemas. Ia menangkap tubuh Liora yang hampir terjatuh ke lantai.
Liora dengan sengaja melingkarkan tangannya di leher Khendrik. Ia memang sedang pura-pura pusing. Untuk melancarkan balas dendamnya. Liora ingin membuat Khendrik terpikat dengan pesonanya, lalu ia akan membuat rumah tangga Khendrik dan istrinya hancur berkeping-keping.
"Kepala saya pusing pak," ucap Liora dengan suara lemah.
"Kalau begitu kau pulang saja, dan beristirahat. Besok jika sudah baikan baru masuk kerja." perintah Khendrik dengan tegas. Dia tidak tahu jika Liora hanya bersandiwara. Khendrik memapah tubuh Liora menuju sofa dan membaringkan Liora disana.
"Terimakasih Pak sudah membantu saya. Tapi saya tidak enak dengan karyawan yang lain Pak, jika harus pulang sekarang. Baru masuk kerja langsung pulang lebih awal," ucap Liora memasang wajah sendu dan menundukkan wajahnya.
"Tidak apa-apa, saya yang memberikan izin kepadamu. Kau pulang naik apa?"
"Saya tadi naik taksi Pak. Soalnya saya tidak punya mobil."
"Kalau begitu saya pesankan taksi sekarang, biar kamu segera pulang dan istirahat." Khendrik sudah meraih ponselnya untuk memesan taksi online untuk Liora. Namun belum sempat ia menyalakan benda pipih itu, Liora langsung menghentikannya.
__ADS_1
"Tidak usah Pak. Saya pulang nanti saja saat jam pulang kerja. Saya hanya ingin beristirahat sebentar, disini. Apakah boleh?" ucap Liora dengan sopan.
"Hm, baiklah." setelah lama berpikir, akhirnya Khendrik mengabulkan permintaan Liora untuk beristirahat sebentar di ruangannya. Sebenarnya dia sedikit risih dengan kehadiran Liora di ruangan itu, tapi dia merasa kasihan dengan keadaan Liora. Mau tidak mau dia harus membiarkan Liora istirahat disana.
"Terimakasih ya Pak. Anda sangat baik." Liora tersenyum ramah kepada Khendrik. Setelah itu Liora langsung berbaring disofa.
"Baik! Cih! Tak ada kata baik dalam dirimu Khendrik si@lan!" batin Liora memaki.
Khendrik memilih pergi ke kursi kebesarannya. Dia tak fokus dengan pekerjaannya, karena terganggu dengan kehadiran Liora. Apalagi baru kali ini ada seorang karyawan wanita yang tidur dalam ruangannya. Jika Maura tahu pasti dia akan salah faham dan marah kepadanya.
Ingin rasanya dia mengusir Liora, tapi entah mengapa dia merasa tak enak hati. Apalagi saat melihat tatapan polos wanita itu, yang membuat siapa saja akan luluh.
Liora dengan sengaja membalikkan badan, roknya sedikit terangkat sehingga membuat paha mulusnya terekspos dengan sempurna.
Khendrik yang melihat itu, menelan salivanya kasar. Sungguh pemandangan yang menggoda iman. Ia memalingkan wajah agar tak melihat paha mulus itu. Namun nalurinya berkata lain, matanya kembali melirik ke arah Liora. Jakunnya naik turun saat netranya menangkap dua gunung merapi yang terlihat sintal dan padat. Sebuah gelenyar aneh muncul di dalam dirinya. Ruangan ber-AC itu tidak cukup untuk mendinginkan panas di tubuh Khendrik.
"Sial! Apa dia bermaksud menggodaku!" batin Khendrik menggeram. Ia memilih masuk ke kamar pribadinya di ruangan itu. Untuk menghindari godaan dari wanita cantik yang tertidur pulas di atas sofa, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
...----------------...
Sebenarnya Liora tidak memesan taksi, dia hanya modus ingin mendapatkan tumpangan dari sang atasan.
Saat melihat mobil Khendrik melaju untuk meninggalkan area kantor, Liora dengan sengaja berpura-pura pingsan. Untuk menarik perhatian Khendrik.
Bruk ...
Khendrik menghentikan mobilnya saat melihat seseorang pingsan di dekat mobilnya. Kebetulan Khendrik menyetir mobil sendiri, jadi ia terpaksa turun untuk melihat orang itu.
Liora!
Khendrik tercengang saat melihat wanita yang yang pingsan itu. Dia berusaha untuk membangunkan Liora, namun Liora tetap tidak sadarkan diri. Terpaksa Khendrik membawa Liora masuk kedalam mobilnya, ia berniat untuk mengantarkan Liora pulang. Karena melihat kondisi Liora yang masih lemah.
__ADS_1
Khendrik membaringkan Liora di kursi belakang. Setelah itu ia melajukan mobilnya dengan pelan. Khendrik sangat bingung, apa yang harus ia lakukan. Apakah dia harus membawa Liora ke rumah sakit? Atau menunggunya sampai siuman?
Eungh!
Saat Khendrik sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba Liora melenguh. Liora membuka matanya dan merasa bingung dengan posisinya sekarang.
"Aku dimana?" Liora bertanya entah dengan siapa. Secara dia masih berpura-pura tidak melihat Khendrik. "Pak Khendrik! Kenapa saya bisa berada di mobil bapak?" sentak Liora terkejut. Dan langsung merubah posisinya menjadi duduk.
"Maaf, tadi saya melihat kamu pingsan di depan kantor. Jadi saya berinisiatif untuk mengantar kamu pulang atau membawa mu kerumah sakit. Karena kondisi mu yang masih sakit," tutur Khendrik menjelaskan.
"Oh, maaf Pak. Saya kira bapak ada maksud jahat sama saya. Hehe ..., makasih ya Pak, sudah mau menolong saya," ucap Liora terkekeh. Dia pura-pura bersikap lugu di depan Khendrik.
"Tidak masalah! Rumahmu dimana? Biar saya antar!"
"Serius, anda mau mengantarkan saya pulang?"
"Iya, kalau tidak. Bisa-bisa kamu pingsan lagi di jalan."
"Alamat saya di jalan merpati no.5 Pak."
Setelah mengatakan itu, tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Suasana tampak hening. Hanya kecanggungan yang mereka rasakan.
Liora sebenarnya sangat takut dan gugup berhadapan dengan laki-laki tua yang menurutnya sangat brengs*k. Apalagi dia tidak pernah berada dalam satu mobil dengan orang asing, kecuali Kenan. Namun rasa takut itu iya pendam, demi sebuah misi untuk menghancurkan pria sok baik itu.
Sedangkan Khendrik, ia merasa canggung. Karena ini juga pertama kalinya ia mengantarkan seorang wanita pulang ke rumahnya. Lagi-lagi ia kepikiran dengan Maura. Bagaimana jika Maura tahu? Pasti dia akan sangat marah kepadanya. Namun Khendrik tetap melakukan hal yang paling dia takutkan.
...----------------...
Bersambung ...
Terimakasih yang sudah mampir dan setia membaca karyaku🥰, semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya🥰.
__ADS_1
Semoga sehat selalu😘
Lophe-Lophe se kebon cabe🌶🌶🌶