Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 22. Ketulusan Edo.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Edo duduk di kursi sebelah ranjang tempat Jesicca di rawat. Ia membelai rambut Jesicca yang sedang tertidur pulas. Namun wajahnya memancarkan aura kegelisahan.


Sakit! Itulah yang dirasakan Edo ketika melihat sang pujaan terlihat begitu lemah di atas ranjang rumah sakit. Edo selalu menyalahkan diri atas apa yang sudah menimpa Jessica. Karena kelalaiannya dalam menjaga Jessica dan membuat Jessica harus kehilangan harta paling berharga dalam hidupnya.


"Eungh!" Jessica melenguh saat merasakan belaian di kepalanya. Ia perlahan membuka mata. Saat itu juga Jessica melotot dan langsung menepis tangan Edo dengan kasar, yang bertengger diatas kepalanya. Jessica sangat ketakutan melihat Edo di sana. Badannya gemetar saat merasakan sentuhan tangan yang mengingatkan dirinya atas kejadian mengerikan di dalam mobil sang atasan.


"Jangan!" ucap Jessica ketakutan, ia beringsut mundur seraya mengeratkan selimut yang di genggaman. Kepalanya terus menggeleng, dan air mata sudah membasahi pipi mulusnya.


"Tenang Jes! Ini aku Edo, aku gak akan nyakitin kamu." tentu saja Edo merasa sedih dengan respon Jessica.


"Pergi!" Jesicca berteriak histeris, ia tak ingin melihat sosok pria mana pun. Ia masih trauma.


"Liora! tolong kakak!" Jessica tak ingin diam, dia terus memanggil nama sang adik agar datang menolongnya.


Edo langsung memeluk tubuh Jesicca, dia tidak ingin pergi meskipun Jesicca mengusirnya. Edo akan berusaha menenangkan Jesicca, ia tahu jika Jesicca masih trauma, namun Edo harus membuat Jesicca lepas dari rasa trauma itu.


"Tenang Jes! Tenang! Aku gak akan berbuat macam-macam." Edo mengusap kepala Jesicca dengan lembut dan penuh kasih sayang. Meskipun awalnya Jesicca terus memberontak karena ia memeluknya, tapi sekarang Jesicca sudah mulai tenang. Hanya isak tangis yang masih terdengar.


Hiks ... Hiks ...


"Lihat aku!" Edo melerai pelukannya lalu menangkup wajah Jesicca agar menatapnya.

__ADS_1


Tatapannya sangat sendu, ia bisa melihat jika Jesicca benar-benar terpukul dengan kejadian itu.


"Tenang ya, percaya sama aku. Aku gak mungkin melakukan hal jahat sama kamu. Mulai sekarang aku akan selalu melindungi kamu dari apapun. Jadi kamu gak usah takut lagi," ucap Edo dengan lembut.


Jesicca hanya mengangguk patuh. Ia memang merasa tenang jika berada di dekat Edo. Namun, apakah Edo masih mau berteman dengannya setelah dirinya sudah ternoda. Itulah yang Jesicca takutkan.


Edo menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Jesicca. Setelah Jesicca tenang, Edo membaringkan kembali Jesicca di ranjang.


"Edo ...," panggil Jesicca tercekat. Ia nampak ragu untuk mengatakan isi hatinya.


"Iya, Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu? biar aku ambilkan," ucap Edo penuh perhatian. Dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


"Eung ..., A-apa kamu masih mau berteman denganku? Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kepada ku. Aku sudah ...," ucapan Jesicca terputus setelah jari telunjuk Edo menempel di bibirnya.


"Shuut! Jangan bicara yang aneh-aneh. Aku akan selalu bersama mu, apapun yang terjadi. Aku gak perduli dengan keadaan kamu yang sekarang. Jadi jangan pernah menganggap rendah diri kamu sendiri. Kamu tetap wanita terhormat, lupakan kejadian itu. Lihatlah ke depan jangan pernah menoleh ke belakang." Edo berkata dengan tegas.


Klek ...


Suara pintu terbuka. Ternyata Liora yang datang.


Setelah Edo datang ke rumah sakit, Liora langsung pamit pulang, untuk mengambil baju ganti sang kakak. Karena gaun yang dikenakan ke pesta sudah tak layak pakai. Sekarang Jesicca sedang menggunakan baju pasien, setelah di pindahkan


ke ruang VIP, perawatan langsung mengganti pakaiannya.

__ADS_1


"Maaf ya kak, tadi aku tinggal sebentar setelah kak Edo datang," ucap Liora merasa tak enak hati karena meninggalkan Jesicca walau sebentar.


"Gak papa kok Li, lagian 'kan ada Edo," ujar Jesicca seraya tersenyum tipis. "Li, kakak mau ke kamar mandi," ucap Jesicca hendak turun dari ranjang. Liora dengan sigap memegang tubuh Jesicca, dan membantu berdiri untuk menuju ke kamar mandi.


Aw! Sssstt!


Jesicca meringis menahan sakit di area int*nya. Air mata kembali menetes saat merasakan sakit yang luar biasa.


Kak!


Jes!


Liora dan Edo bersamaan memanggil nama Jesicca, setelah mendengar rintihan Jesicca yang sangat memilukan.


Jesicca tak merespon panggilan keduanya, ia kembali melangkah dan memasuki kamar mandi. Jesicca menutup pintu kamar mandi dan bersandar disana. Air mata kembali luruh membasahi pipinya. Tangannya terkepal kuat saat ingatannya kembali pada kejadian semalam.


"Aku bersumpah! Akan membuat hidupmu hancur b@jingan!" ucap Liora berapi-api.


...----------------...


Sambil menunggu karya Author up, jangan lupa mampir ke karya teman Author di bawah ini🤗🤗.


Ceritanya sangat bagus dan keren.

__ADS_1


Terimakasih 🥰🥰🥰



__ADS_2