Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 47. Pertemuan Kenan Dan Juna


__ADS_3

Happy Reading🥰


Pagi ini cuaca tampak mendung, seolah mengetahui isi hati Kenan yang sedang berkecamuk. Ia bekerja sangat tidak fokus, pikirannya berkelana jauh. Memikirkan seorang wanita cantik yang bertahta di hatinya. Yang telah berhasil memporak-porandakan hati Kenan.


Kenan harus mencari cara, agar cepat mendapatkan maaf dari Liora. Ia tidak ingin Liora terus membencinya.


"Aku harus bergerak cepat, sebelum semuanya terlambat. Aku tidak ingin seperti papa yang lepas dari tanggung jawab. Aku akan tetap berusaha dan berjuang untuk mendapatkan cinta Liora kembali. Aku merindukan Liora yang dulu, yang selalu menatapku dengan penuh cinta. Bukan seperti sekarang yang menatapku dengan tatapan benci." monolog Kenan.


Hari ini, Kenan akan bertemu dengan klien di cafe yang baru buka di dekat sebuah pantai. Kenan belum pernah bertatap muka dengan klien yang akan ia temui nanti.


Kenan telah bersiap untuk menuju ke cafe yang telah dikirim alamatnya oleh klien dari perusahaan Jonathan. Perjalan yang di tempuh oleh Kenan memakan waktu selama 30 menit. Akhirnya Kenan sampai di sebuah cafe yang lumayan besar dan ramai akan pengunjung.


Suasana di cafe itu sangat indah dengan pemandangan yang berada di dekat pantai. Letak cafe sangat pas, karena tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan posisi pantai yang juga ramai dengan pengunjung.


Entah kenapa Kenan baru mengetahui jika ada cafe itu di dekat pantai. Dulu saat ia pergi ke pantai yang tidak jauh dari posisinya berada, masih tidak ada cafe di sana. Tapi, sekarang sudah ada dan juga terkenal di kota itu.


Kenan juga penasaran, seperti apa rasa makanan yang ada di cafe itu, hingga selalu ramai dengan pengunjung. Kenan langsung melangkahkan kaki memasuki cafe yang di atas pintu masuknya terdapat tulisan CAFE RINDU. saat melihat nama itu, Kenan malah teringat dengan Liora. Wanita yang sangat Kenan rindukan.


Mungkin cafe itu cocok untuk seseorang yang tengah merindukan pasangannya. Ya Kenan telah beranggapan bahwa Liora adalah kekasih hatinya. Setelah Kenan melakukan itu dengan Liora, dia sudah bertekad tidak akan melepaskan Liora, dan akan menjadikan Liora pasangan hidupnya untuk selama-lamanya.


Kenan merogoh ponsel yang berada di saku jas bagian depan. Ia melihat sebuah notif pesan dari sang klien yang mengirimkan nomor meja untuk mereka tempati saat acara meeting nanti. Kenan menemui klien seorang diri tanpa adanya seorang sekertaris yang menemaninya.


Menurut Kenan, tidak ada yang pantas menjadi sekertarisnya selain Liora. Ah Liora lagi, Liora lagi. Kenapa dia selalu memenuhi pikiran Kenan. Ingin rasanya Kenan menculik Liora dan mengurungnya di apartemen. Namun itu hanya halusinasinya saja. Mana mungkin Kenan menculik wanita yang ia cintai, yang ada Liora akan semakin membenci dirinya.


Akan tetapi, jika Liora terus menolaknya, maka tidak ada pilihan lain, Kenan akan benar-benar menculiknya. Agar Liora tidak menghindarinya terus-menerus. Lagi pula Kenan yakin, bahwa di hati Liora masih tersimpan namanya. Kenan selalu percaya diri seperti papanya.

__ADS_1


Kenan menuju ke arah meja yang bertuliskan angka nomor 01. Yang terletak di depan bagian kasir. Kenan di sambut hangat oleh sang klien yang tengah berdiri menunggu kedatangannya.


"Selamat siang Pak Kenan. Senang bertemu dengan anda. Saya Jonathan, anda bisa memanggil saya Juan," ucap sang klien yang tengah mengulurkan tangannya.


"Siang." jawab Kenan dengan singkat dan padat. Ia menyambut uluran tangan Juna, lalu duduk dengan tenang.


Juna merasa tidak asing dengan wajah Kenan. Sepertinya dia pernah bertemu, tapi dimana? Juan tidak ingin ambil pusing, tujuannya adalah ingin bekerjasama dengan Kenan, sang pemilik perusahaan Khendrik.


Sedangkan Kenan, tidak terlalu memperhatikan wajah Juna. Jadi, dia tidak mengingat jika dirinya pernah bertemu Juan.


"Kita pesan makan siang dulu atau langsung melaksanakan acara meeting?" tanya Juna dengan sopan. Karena Juna tahu, Kenan adalah pengusaha terkaya nomor satu di kotanya. Jadi, dia harus bersikap baik agar bisa terus bekerjasama dengan Kenan. Apalagi perusahaannya masih di bawah perusahaan Kenan.


"Langsung meeting saja. Kita pesan makan setelah meeting selesai." jawab Kenan dengan ekspresi serius.


Akhirnya mereka langsung membahas pekerjaan yang akan disepakati untuk bekerjasama. Setelah Juan menjelaskan semua secara detail kepada Kenan. Akhirnya Kenan menyetujui bekerjasama dengan Juna.


Setelah lama menunggu, akhirnya pesanan mereka telah datang. Seorang wanita cantik yang mengantarkan pesanan mereka, namun dia tidak memakai seragam karyawan seperti yang lainnya. Saat wanita cantik itu tengah menata makanan di atas meja, tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampirinya dengan wajah cemas.


"Sayang, kamu ngapain nganterin pesanan pelanggan. Biarkan karyawan saja yang mengajarkannya, ini sangat berat. Bagimana jika terjadi sesuatu dengan bayi kita," ucap Edo kepada Jesicca yang tengah sibuk melayani pelanggan.


"Kamu terlalu berlebihan Ed. Aku masih sehat, jadi bayi aku akan baik-baik saja." Jesicca tetap ngotot dengan pekerjaannya.


"Bayi kita, bukan hanya bayi kamu!" Edo menenekan setiap ucapannya.


"Iya, iya, dasar bawel." Jesicca langsung pergi setelah selesai menata makanan itu. Meninggalkan Edo yang masih berdiri di sana.

__ADS_1


"Ibu hamil memang selalu benar." dengus Edo seraya menyusul sang pujaan hati.


Kenan hanya menatap dua insan yang sejak tadi terus berdebat di dekatnya, hingga mereka pergi dari tempat itu.


Kenan merasa tersentuh dengan perlakuan laki-laki tadi yang sangat perhatian dengan istrinya. Yang sangat protektif kepada sang istri. Apalagi ia mendengar kata hamil. Pikirannya kembali tertuju kepada Liora. "Apakah Liora juga akan hamil? Seperti keinginanku? Aku juga akan menjadi ayah serta suami yang siap siaga untuk istri dan anakku! Ah, Liora Kamu dimana? Semoga kamu baik-baik bersama calon buah hati kita yang sebentar lagi akan tumbuh." batin Kenan dengan yakin.


Kenan sangat yakin, bahwa bibit terongnya pasti unggul, dan akan segera tumbuh di rahim Liora. Karena waktu itu ia mengeluarkannya di dalam. Semoga harapan Kenan menjadi kenyataan.


"Pak Kenan! Anda kenapa?" tanya Juna mengerutkan keningnya. Ia merasa heran saat mendapati seorang Kenan tengan melamun di waktu makan.


"Khem!" Kenan berdeham untuk mentralkan suasana, tanpa menjawab pertanyaan dari Juna. Kenan langsung menyantap makanannya dengan lahap. Ia ingin segera pergi dari cafe itu. Rencananya dia akan mencari tempat tinggal Liora yang sekarang.


Haha ... Haha ...


Deg.


Jantung Kenan berdetak sangat cepat, saat indera pendengarannya menangkap sebuah suara yang sangat familiar di telinganya. "Tawa itu ... Aku sangat mengenalnya." batin Kenan. Ia celingukan mencari arah sumber suara itu.


Hingga akhirnya netranya menangkap sosok wanita cantik yang tengah tertawa lepas, bersama seorang pria yang tadi sempat mengejar istrinya mengantarkan pesanan ke meja tempat ia duduk.


"Liora!"


...----------------...


Lophe-lophe buat kalian para readers yang setia membaca novel ku, dan rajin meninggalkan jejak😘😘😘

__ADS_1


Sehat selalu buat kalian🤗🤗


__ADS_2