Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 93. Keputusan Hakim


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Hari ini adalah hari persidangan mengenai kasus yang sudah Khendrik perbuat. Tidak banyak yang hadir di sana, sebab Kenan meminta kepada hakim dan petugas polisi agar kasus papanya tidak ada orang luar yang tahu. Apalagi sampai terendus media.


Hanya Kenan, Edo, dan beberapa petugas polisi serta anggota hakim yang hadir di sana. Tentu saja pelaku dari kejahatan itu juga hadir di ruang persidangan.


Kenan menatap Khendrik dengan tatapan iba. Tubuh Khendrik kurus tak terawat, penampilan yang acak-acakan membuat hati Kenan teriris. Walau bagaimanapun Khendrik adalah papa yang sudah membesarkannya penuh dengan kasih sayang. Tak terasa air mata jatuh membasahi kedua pipi Kenan.


Kilasan masa lalu disaat bermain bersama papanya, bercanda ria juga dengan sang mama. Saat itu Kenan merasa memiliki keluarga yang utuh dan sempurna. Khendrik dan Maura tidak pernah membuat Kenan kekurangan kasih sayang dari sosok ayah dan ibu.


Akan tetapi, perubahan Khendrik sangat signifikan. Kenan harus mencari orang yang sudah menjebak papanya. Karena perubahan Khendrik di mulai dari sana.


Khendrik sedari tadi hanya menundukkan kepala. Ia sudah merenungkan kesalahannya selama berada di dalam sel. Khendrik tidak akan melanjutkan rencananya untuk melakukan suap kepada hakim agar terbebas dari hukuman.


Khendrik sudah pasrah dengan apa yang akan menjadi keputusan dari hakim. "Hem ... Haah ...." Khendrik menarik nafas lalu menghembuskannya. Ia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Tatapannya bertabrakan dengan mata Kenan. Ada rasa penyesalan di lubuk hatinya yang terdalam. Menyesal pun tidak berguna, lebih baik Khendrik merubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.


Khendrik celingukan mencari seseorang di sana. Berharap orang yang dia rindukan akan turut hadir di persidangan.


Kenan yang mengerti dengan tatapan Khendrik langsung mendekatinya. "Mama tidak akan datang, Pa." ucap Kenan dengan nada sendu.


Khendrik tersenyum getir, ia terlalu percaya diri hingga mengharapkan Maura hadir di sana. Khendrik sangat tidak pantas mendapatkan maaf dari Maura yang sudah ia hancurkan perasaannya.


Hakim sudah melihat bukti-bukti tentang kejahatan Khendrik. Acara sidang berjalan dengan lancar, tidak ada pengacara dari pihak Khendrik, dan Khendrik juga tidak menyangkal tentang kejahatannya.

__ADS_1


Karena kejahatan yang Khendrik perbuat bukan hanya satu, melainkan lebih. Maka dari itu hukuman yang terima Khendrik akan berkali lipat.


Untuk kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Menurut pasal 6 UU, pelaku pelecehan seksual fisik dapat di pidana hingga 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 300 juta. Sumber Google.


Sedangkan untuk kasus tabrak lari. Menurut pasal 312 UU LLAJ dengan ancaman 5 tahun penjara. Baik korban luka berat atau ringan. Sumber Google.


Jika di satukan mungkin Khendrik akan mendapatkan hukuman sekitar 20 tahun penjara, karena pada kasus pelecehan seksual, Khendrik melakukannya kepada dua orang wanita dengan waktu yang berbeda.


Khendrik sudah siap dengan keputusan hakim nanti. Namun Kenan tak kuasa menahan tangisnya yang seketika pecah saat itu juga. Edo yang melihat Kenan begitu rapuh merasa tidak tega. Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Waktu tak dapat di putar kembali. Jadi Edo tidak bisa berbuat apa-apa.


Khendrik memejamkan matanya saat mendengar tangisan Kenan yang begitu pilu. Baru kali ini Khendrik melihat putranya menangis yang di sebabkan olehnya. Khendrik bergeming di tempatnya. Ia tak bisa untuk sekedar memeluk sang putra.


"Aku tahu ini sangat berat buat kamu, Ken. Tapi percayalah setelah ini semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada anak yang rela melihat ayahnya sendiri di penjara. Namun dengan begitu papa kamu akan menjadi lebih dewasa dalam berpikir. Dia akan berubah menjadi lebih baik, dengan merenungkan setiap kesalahannya. Kita tidak bisa meminta hakim untuk membebaskan papa kamu. Namun kamu bisa meringankan hukuman yang akan di jatuhkan kepada papa kamu, melalui kekuasaan yang kamu miliki." Edo berkata dengan dengan bijak.


Setelah cukup lama bernegosiasi dengan hakim, akhirnya Kenan mendapatkan keringanan untuk hukuman sang papa. Khendrik tidak bisa berbuat tega kepada papanya yang tidak ingin membantunya bebas dari penjara. Orang seperti Khendrik dan Kenan sangat berkuasa di kota itu, jadi Kenan bisa dengan mudah membebaskan Khendrik melalui kekuasaannya.


Akan tetapi, Kenan juga tidak bisa melawan hukum negara. Ia hanya bisa meringankan hukuman itu dan tidak bisa mencabutnya.


Akhirnya hakim memutuskan hukuman yang akan di jatuhkan kepada Khendrik.


"Dengan ini saya menyatakan, bahwa saudara DIMAS KHENDRIK DI JATUHKAN HUKUMAN SEBANYAK 5 TAHUN PENJARA!"


Tok! Tok! Tok! Suara ketukan palu dari hakim.

__ADS_1


Khendrik menangis dalam diam. Ia benar-benar malu kepada Kenan dan juga orang-orang yang telah ia sakiti. Kenan rela membayar biaya kompensasi sebesar Rp. 600 juta hanya demi dirinya. Masih pantaskah Khendrik mendapatkan maaf dari mereka?


Khendrik di giring oleh polisi untuk memasuki sel. Sebelum Khendrik melangkah pergi. Kenan lebih dulu menghampirinya lalu memeluk Khendrik begitu erat. "Papa tetap papa terbaik buat aku. Jangan putus asa, aku akan selalu menjenguk papa ke sini. Asalkan ada niat untuk berubah maka aku jamin orang-orang yang pernah papa sakiti akan memaafkan papa dengan lapang dada." tutur Kenan menyemangati sang papa.


"Terimakasih, Ken. Papa sangat malu sama kamu dan mereka semua. Maaf papa tidak bisa menjadi papa yang baik buat kamu."


"Papa jangan bicara seperti itu. Lebih baik papa fokus dengan kesehatan papa disini."


Khendrik terenyuh dengan ucapan Kenan. Sungguh dirinya sangat menyesal sudah pernah menjadi orang jahat.


"Edo, maafkan saya. Mungkin saya tidak pantas mendapatkan maaf dari kalian. Setidaknya saya sudah mengucapkan kata maaf itu dengan tulus. Sampaikan permintaan maaf saya juga kepada Jesicca. Untuk kamu Kenan, tolong sampaikan permintaan maaf dari papa buat mama kamu dan juga istri kamu. Oiya selamat atas pernikahan kamu dan Liora."


"Makasih, Pa. Nanti aku sampaikan sama mereka."


"Saya juga akan menyampaikan salam anda kepada istri saya, Pak Khendrik." Edo berkata dengan ekspresi serius.


Setelah itu Khendrik benar-benar di bawa pergi oleh petugas polisi. Sedangkan Kenan dan Edo langsung keluar dari ruang sidang. Mereka merasa lega karena masalah Khendrik sudah selesai. Mereka hanya bisa berdoa agar kedepannya kehidupan mereka baik-baik saja.


Kenan dan Edo membawa mobil masing-masing. Jadi mereka langsung pulang ke rumah untuk memberitahukan kabar dari hasil persidangan.


Kenan berhenti di toko bunga, ia membeli sepuluh ikat bunga dengan varian yang berbeda-beda. Ia akan memberikan hadiah itu kepada sang istri tercinta. "Kamu pasti menyukai hadiah dari aku, Sayang." Kenan mencium bunga-bunga itu, membayangkan wajah Liora yang tersenyum manis kepadanya.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘😘


__ADS_2