Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 18. Kecemasan Liora dan kemarahan Edo


__ADS_3

Happy Reading🥰


Sedangkan di rumah, Liora merasa gelisah karena sang kakak belum juga pulang. Tidak biasanya Jesicca pulang lewat dari jam 10 malam meskipun ia pergi ke acara rekan bisnis atasannya. Tapi sekarang jam sudah menunjukkan angka lewat dari jam 10 malam. Ia mencoba untuk menelpon sang kakak. Hingga satu kali ... dua kali ... dan tiga kali ..., panggilannya tidak di jawab oleh Jesicca.


Liora benar-benar merasa cemas. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan sang kakak. "Kenapa kakak tidak menjawab panggilan ku? Apa kak Jesi masih belum pulang dari pesta atau dia sudah pulang tapi ... tidak, tidak. Aku tidak boleh berpikiran buruk tentang kakak. Aku yakin kak Jesi pasti baik-baik saja." monolog Liora yang berjalan mondar-mandir di ruang tamu layaknya setrikaan.


"Oiya, kak Jesi kan berangkat sama kak Edo. Aku coba hubungi dia aja siapa tahu kak Edo menjawab panggilanku." Liora kembali menyalakan ponselnya untuk menelpon Edo. Sama! Edo juga tidak menjawab panggilannya. Liora kembali di buat cemas karena ponsel mereka tidak bisa di hubungi. "Mungkin mereka masih ada di pesta dan suara di sana sangat berisik jadi mereka tidak mendengar panggilanku di ponselnya." kembali Liora mencoba untuk berpikir positif meskipun sebenarnya hatinya sangat resah.


Entah mengapa rasa khawatir menyelimuti relung hatinya. Firasatnya benar-benar tidak enak memikirkan sang kakak. Liora memutuskan untuk menunggu sang kakak di ruang tamu dan tidak akan tidur sebelum ia melihat kakaknya pulang.


Di basement hotel.


Jesicca ...


Edo melihat Jesicca keluar dari dalam mobil dengan keadaan sangat kacau. Gaun yang ia kenakan sudah tak berbentuk lagi dan tidak layak pakai. Ia menghampiri Jesicca yang sedang berjalan sempoyongan dengan tatapan kosong.


Ia yakin pasti sesuatu telah terjadi dengannya, namun ia tidak ingin menyimpulkan sesuatu sebelum ia mendengar langsung dari mulut Jesicca.

__ADS_1


"Jesicca kamu kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa pakaian mu seperti ini?" tanya Edo dengan nada cemas ia membuka jas yang ia kenakan untuk menutupi tubuh gadis yang sudah tak lagi gadis itu. Tidak mendapat respon dari Jesicca membuat Edo semakin cemas apalagi Jesicca tidak menatapnya sama sekali. Ia melihat mobil yang baru saja di tempati oleh sosok gadis yang ada di hadapannya. Perlahan Edo mendekati mobil itu dan membuka pintunya. Matanya terbelalak sempurna melihat seseorang yang berada di dalam mobil itu dalam keadaan tanpa busana.


Amarahnya memuncak, matanya memerah, rahangnya mengeras dan tangannya terkepal sempurna melihat Khendrik sang atasan yang tel@njang bulat. Matanya tertuju pada kursi di sebelah Khendrik yang terdapat bercak darah di sana. Edo kembali melirik ke arah Jesicca yang masih berdiam diri ditempatnya dengan keadaan kacau. Darahnya seakan mendidih kala pikirannya tertentu ke suatu hal yang sangat tidak ia harapkan. Tapi jika dilihat dari keadaan Jesicca dan Khendrik sudah dapat di simpulkan jika dugaannya itu benar.


Edo masuk ke dalam mobil dan menarik tubuh Khendrik dengan kasar yang masih dalam keadaan tidak sadar. Ia memberikan bogeman mentah kepada wajah sang atasan. Ia memukul Khendrik secara bertubi-tubi dengan melampiaskan kemarahan yang sudah memuncak. Khendrik tidak merespon dengan pukulan Edo. Mungkin karena pengaruh obat itu, ia masih tidak sadarkan diri setelah melakukannya dengan Jesicca, bahkan saat Edo menghajarnya.


Wajah Khendrik sudah babak belur tapi Edo tetap memukulnya dengan membabi buta. Ia tidak akan mengampuni pria bajingan itu. Hingga tepat di saat ia akan kembali memukul wajah sang atasan, tiba-tiba terdengar suara seseorang jatuh dari luar.


Bruk ...


Jesicca ...


...----------------...


Jesicca terbaring lemah di atas brankar, ditangannya terdapat selang infus yang menancap sempurna dengan jarum didalamnya. Ia masih tak sadarkan diri dan itu semakin membuat Edo merasa cemas. Edo hanya bisa menatap Jesicca tanpa bisa menyentuhnya karena masih ditangani oleh dokter wanita. Setelah dokter selesai memeriksa keadaan Jesicca, Edo langsung mencecarnya dengan pertanyaan.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Edo dengan cemas. Ia benar-benar takut Jesicca kenapa-napa.

__ADS_1


"Dia sangat shock dan tertekan. Robekan di bagian int*nya sangat besar jadi kami akan menjahitnya. Saya sarankan jika kalian ingin melakukan hubungan int*m, anda harus Berhati-hati jangan terus menekannya Pak. Itu sangat berbahaya bagi kesehatannya. Belum lagi itu akan berpengaruh dengan kesehatan mental pasien. Dan masih beruntung karena tidak menyebabkan pendarahan. Jika itu terjadi maka anda akan menyesal," ucap sang dokter dengan wajah serius dan penuh penekanan. Dia yang tidak tahu jika Jesicca adalah korban pemerkos@an, ia mengira Jesicca dan Edo adalah pasangan suami istri. Jadi dia hanya bisa menyalahkan dan menasehati Edo sebagai seorang suami.


Sedangkan Edo tidak menyela ucapan dokter, ia hanya diam memikirkan keadaan Jesicca, apalagi saat mendengar kata 'robekan' amarahnya kembali memuncak, Edo benar-benar merasakan sakit dihatinya. Sampai dokter itu keluar Edo tetap berdiri dan hanya menatap nanar ke arah Jesicca.


"Maafkan aku Jes, aku gagal menjagamu," ucap Edo dengan penuh penyesalan. Ia menjambak rambutnya frustasi dan mengusap wajahnya kasar. "Kenapa harus kamu Jes, Kenapa!" Edo benar-benar kalangkabut dengan keadaan Jesicca sekarang. Ia memukul dinding di ruangan itu untuk melampiaskan kemarahannya.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu, Khendrik si@lan!" tatapan Edo menyiratkan kemarahan yang sangat menakutkan. Dia tidak rela wanita yang dia cintai dan ia jaga selama ini harus hancur ditangan laki-laki yang sudah beristri.


Edo menyalakan ponselnya berniat ingin menghubungi Liora yang sudah pasti sedang menunggu kepulangan sang kakak. Saat menyalakan ponselnya sudah terdapat beberapa panggil masuk dari Liora yang tidak ia jawab.


Edo langsung menelpon Liora dan memberitahukan soal keberadaan kakaknya, tentu saja kabar itu membuat Liora sangat shock. Tapi Edo berusaha menenangkannya dan menyuruh Liora untuk segera menyusul ke rumah sakit.


...----------------...


Bersambung ...


Terimakasih yang masih setia membaca karyaku🥰, semoga di berikan kesehatan selalu 🤲

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. Tekan Like, komen, vote/gift nya ya🤭🤭🤭


Aku maksa loh🤣🤣🤣


__ADS_2