Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 51. Bertemu Dengan Khendrik.


__ADS_3

Happy Reading🥰.


Cup.


Edo membungkam bibir Jesicca menggunakan bibirnya. Awalnya hanya ciuman biasa, lama-lama berubah menjadi lum**n. Edo membuka kamar Jesicca menggunakan kakinya, karena tangannya masih merengkuh tubuh sang pujaan hati.


Pelan-pelan Edo membaringkan Jesicca di atas ranjang. Bibirnya masih dengan setia memagut lembah madu milik Jesicca. Deru nafas Edo terdengar semakin memburu karena dikuasai oleh n**su.


Jesicca memukul dada Edo karena dirinya kehabisan nafas. Edo yang merasakan pukulan dari Jesicca langsung melepaskan pagutannya.


Huh ... Huh ...


Jesicca merasa tersenggal, ia masih ngos-ngosan karena perlakuan Edo. "Ed, kau tega sekali, aku sampai tak bisa bernafas."


"Maafkan aku sayang, aku terlalu meresapi permainan lidah kita. Hee ... hee ...," ucap Edo merasa bersalah, namun masih terkekeh.


"Mau dilanjut apa udahan?" tanya Edo dengan menaik-turunkan kedua alisnya.


"Maksudnya?" Jesicca bertanya dengan polosnya. Tentu saja itu membuat Edo merasa gemas dengan tingkah Jesicca yang selalu polos.


Edo menatap mata Jesicca dengan serius, perlahan tangannya membelai wajah Jesicca dengan lembut. Jesicca memejamkan mata merasakan sentuhan dari Edo.


Edo mendekatkan wajahnya ke wajah Jesicca. Sudah tidak ada jarak di antara mereka. Edo memiringkan wajahnya dan ingin menggapai lagi bibit Jesicca yang sangat manis. Saat bibir mereka akan menyatu, tiba-tiba ...


Klek!


"Kak Jesi, ayo kita sar-ap-pan." ucap Liora terbata. Liora langsung membalikkan badan saat melihat pemandangan di depan matanya. Sunggu ia telah mengganggu moment romantis sang kakak.


"Maaf kak, aku lupa kalau ada kak Edo. Kalau begitu aku makan siang duluan ya." Liora menutup kembali pintu kamar sang kakak dengan posisi mengahadap ke luar.

__ADS_1


"Dasar adik ipar tukang ganggu!" Edo mendengus kesal, gara-gara Liora acara romantisnya jadi terganggu.


Jesicca terkekeh melihat Edo yang tampak kesal. Ia hanya menggelengkan kepala, lalu turun dari ranjang.


"Mau kemana sayang? Kita 'kan masih belum itu." tanya Edo dengan tatapan memohon.


"Edo, ingat pesan mama. Kamu mau aku aduin sama mama," ancam Jesicca.


"Hm, baiklah." akhirnya Edo mengalah. Ia mengikuti Jesicca keluar kamar dan makan siang bersama di ruang makan.


Liora yang sarapan lebih dulu akhirnya selesai juga. "Kak, aku izin keluar sebentar ya. Mau beli sesuatu ke minimarket," pamit Liora.


"Iya, hati-hati di jalan. Jangan pulang terlalu malam ya Li."


"Oke kak Jesi."


Liora langsung pergi dari rumah menggunakan mobil sang kakak. Mereka hanya mempunyai satu mobil untuk digunakan saat akan pergi ke cafe. Tapi, terkadang Jesicca berangkat lebih dulu bersama dengan Edo yang selalu menjemputnya ke rumah. Liora akan merasa senang karena jika kakaknya berangkat dengan Edo, maka dirinya akan menyetir mobil dengan bebas.


Saat akan membayar belanjaanya, tiba-tiba ada yang menyodorkan black card ke arah kasir untuk membayarkannya. "Total belanjaanya jadikan satu dengan punya saya." ucap seorang laki-laki paruh baya, namun masih terlihat muda dan gagah.


Mata Liora membola saat melihat orang itu. "O-om Khendrik." ucap Liora dengan lirih. Dia tak percaya dengan apa yang dia lihat. Mana mungkin dirinya bisa bertemu dengan pria bre*ngsek itu. Liora berdiri mematung di tempatnya, hingga tak sadar kalau belanjaanya telah di bayar oleh Khendrik.


Liora baru tersadar dari lamunannya saat orang yang mengantri di belakang menegurnya, karena sadari tadi ia tidak pergi dari depan kasir. Setelah mengatakan maaf, Liora langsung keluar dari minimarket. Di sana telah ada Khendrik yang menunggu dirinya keluar.


"Sayang, akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat merindukanmu." Khendrik langsung memeluk tubuh Liora.


"Lepas Om! Ini tempat umum, jangan main nyosor saja." Liora tampak kesal dan marah atas tindakan Khendrik yang selalu kurang ajar terhadap dirinya.


Setelah perdebatan panjang-lebar, akhirnya Liora mengalah, dan mengizinkan Khendrik untuk berbicara dengannya secara empat mata. Tapi, dengan satu syarat, mereka akan berbicara di dalam mobil, agar tidak ada yang melihat mereka.

__ADS_1


"Cepat katakan! Om mau bicara apa," ucap Liora tidak sabar.


"Sayang, Om mau minta maaf, atas perbuatan Om sama kakak kamu. Om waktu itu di jebak sama lawan bisnis Om yang juga hadir di acara itu. Namanya Morgan, Om gak bohong. Jesicca juga kenal dengan orang itu." papar Khendrik menjelaskan.


Liora melihat keseriusan di dalam mata Khendrik, namun ia tetap membenci pria tua itu. Meskipun Khendrik di jebak, bukan berarti dia harus menjadikan Jesicca sebagai korban untuk melampiaskan hasratnya. Apalagi Khendrik seolah lepas tangan dan tak ingin bertanggungjawab atas perbuatannya terhadap Jesicca.


"Minta maaflah kepada kak Jesi, bukan sama aku."


"B-baiklah, Om akan meminta maaf sama Jesicca sekarang juga."


"Oke. Tapi ingat Om, kak Jesi lagi hamil, jadi jangan sampai kehadiran Om Khendrik menjadi pengaruh buruk bagi kesehatan kak Jesi dan Janinnya."


"A-apa! Jesicca h-hamil! Apa itu anakku?" tanya Khendrik terbata.


Liora menatap Khendrik dengan tatapan mematikan. Ia tak habis pikir dengan pria tua ini, bisa-bisanya dia masih bertanya anak yang dikandung Jesicca adalah anaknya. Sudah jelas bahwa dirinya lah yang telah merenggut kesucian kakaknya.


Melihat tahapan Liora yang begitu menusuk, membuat Khendrik bungkam. Ia tidak ingin membuat mood Liora menjadi hancur. Bisa gagal rencananya yang akan membuat Liora menjadi miliknya. Khendrik harus bersikap manis terhadap Liora, agar Liora luluh dengan sikapnya.


"Ingat ya Om, kalau bukan gara-gara Om, kak Jesi tidak akan hamil. Masa depannya juga tidak akan hancur."


"I-iya sayang, maafkan Om ya." Khendrik berusaha untuk memeluk Liora lagi. Tapi, dengan cepat Liora menepis tangan Khendrik dengan kasar.


"Keluar! Berhenti memanggilku dengan sebutan sayang! Aku tunggu permintaan maaf Om di rumah, untuk alamatnya cari sendiri." setelah mengatakan itu, Liora langsung pergi meninggalkan Khendrik yang telah turun dari dalam mobilnya.


"Liora! Aku tidak akan melepaskanmu! Aku akan membuat kamu menjadi milikku, bagaimanapun caranya." batin Khendrik penuh tekad.


Khendrik berlari dan memasuki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil Liora tadi. Ia akan mencari alamat rumah Liora, dan akan meminta maaf kepada Jesicca, demi Liora.


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian para readers yang selalu setia membaca novel ku, selalu meninggalkan jejak di komenan, dan juga mengirim gift untuk karyaku😘😘😘


Lopyu pull untuk kalian🥰, semoga kalian sehat selalu 🤗


__ADS_2