
Happy Reading🥰
Liora dan Maura sudah sama-sama pulang dari rumah sakit dengan membawa sang buah hati di dalam gendongannya. Wajah mereka tampak berseri setelah melahirkan, mereka semakin cantik dan bersinar.
Mereka menggunakan mobil yang sama, Niko dan Kenan berada di kursi bagian depan, Niko yang menyetir mobil itu. Sedangkan Liora dan Maura duduk di kursi belakang. Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Bukan seperti, tapi mereka memang bahagia. Kebahagiaan yang begitu sempurna dengan hadirnya seorang malaikat kecil di tengah-tengah keluarga mereka.
"Aku gak sabar menunggu mereka tumbuh hingga dewasa, Ma. Mereka harus saling menyayangi satu sama lain," ucap Liora dengan tatapan teduh.
"Iya, Sayang. Mama juga gak sabar menunggu hari itu tiba. Apalagi nanti ada anaknya Jessica, anak dia yang tertua di antara anak-anak kita. Jadi, Lio yang akan menjaga Vania dan Kaila ketika sudah dewasa."
"Benar sekali, Ma. Nanti kita ngumpul bersama dengan Kak Jesi. Kita harus melakukan foto bersama untuk dijadikan kenangan-kenangan."
"Itu ide yang bagus, Sayang." Maura menyetujui ide dari sang menantu.
Sedangkan Kenan dan Niko hanya menjadi pendengar setia tanpa menyela ucapan mereka. Terserah apa yang akan mereka lakukan, para suami mengikuti saja kemauan mereka. Karena memang begitu konsepnya, laki-laki akan selalu mengalah atas apa yang menjadi kehendak para wanita.
Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi oleh mereka telah tiba di depan rumah Liora. Setelah Liora dan Kenan turun dari dalam mobil, Niko kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah Maura yang berada di sebelah rumah Liora. Niko membukakan pintu mobil untuk Maura yang tengah menggendong baby Kaila.
Keesokan harinya ...
Jesicca, Edo, Dewi, Rudy, Maura, Niko dan kedua baby mereka masing-masing tengah berkumpul di rumah Liora. Saat ini mereka melakukan newborn pothoshoot untuk baby Vania, Kaila, dan baby Lio. Ketiga bayi itu tampak menggemaskan dengan menggunakan kostum bayi yang lucu-lucu.
Cekrek! Cekrek!
Suara kamera yang membidik ketiga bayi yang terlihat kembar itu. Berbagai macam kostum bayi dengan varian buah-buahan dan juga hewan. Mereka terlihat seperti bayi kembar, sebab usia mereka hanya selisih 3 minggu dan 3 jam. Yang lebih menggemaskan adalah tatapan baby Lio yang tidak pernah lepas dari wajah baby Vania. Membuat para orang tua di sana menjadi tertawa.
__ADS_1
"Lihatlah! Baby Lio selalu menatap wajah baby Vania," seru Liora sangat antusias.
"Sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama tuh sama Vania," celetuk Kenan menimpali.
"Ada-ada saja, masih bocil juga udah tahu yang namanya cinta. Hahahaha ...." Edo berkata sambil tertawa terbahak-bahak. Merasa lucu dengan gurauan mereka semua.
Akan tetapi, dari manik mata baby Lio, sepertinya dia memang menyukai baby Vania ketimbang baby Kaila. Buktinya, setiap kali fotografer yang membenarkan posisi wajah baby Lio agar menghadap ke kemera, namun baby Lio selalu merubah posisi sendiri dengan menghadap wajah baby Vania kembali.
Setelah cukup lama dibuat tertawa oleh kelakuan baby Lio yang sangat lucu, akhirnya tinggal sesi pemotretan bagi semua orang tua.
Cekrek! Cekrek!
Fotografer mulai mengambil gambar mereka dengan berbagai macam gaya. Mereka melakukan foto bersama dengan bayi-bayi mereka yang di letakkan di dalam gendongan para ibu masing-masing. Di dalam foto itu terbingkai senyuman indah dari semua orang yang berada di dalam foto. Senyuman tulus yang menggambarkan kebahagiaan.
...----------------...
Khendrik menangis haru ketika mendengar kabar bahagia atas kelahiran cucu pertamanya. Ingin rasanya dia melihat wajah cucunya, namun apalah daya Khendrik masih terkurung di balik jeruji besi. Orang kepercayaan Kenan yang memberikan kabar itu kepada Khendrik. Sebab Kenan masih belum sempat menemui papanya karena sibuk membantu Liora mengurus baby Vania.
Mungkin Kenan harus secepatnya mencari pengasuh untuk baby Vania, meskipun Liora melarangnya untuk melakukan itu. Kenan tidak tidak mau istrinya itu kelelahan. Belum lagi setelah Kenan kembali bekerja di perusahaan setelah cukup lama mengambil cuti. Pasti Liora akan kesulitan mengurus baby Vania seorang diri.
Lagi pula, Jesicca juga menggunakan pengasuh untuk merawat baby Lio. Maura juga akan menggunakan pengasuh untuk merawat baby Kaila. Jadi, Kenan akan mencarikan pengasuh untuk merawat baby Vania. Terutama untuk kesehatan mentalnya. Karena jika Liora sibuk mengurus baby Vania, lalu kapan Liora akan mengurus Kenan? Ah, bisa-bisa Kenan frustasi jika sampai tidak mendapatkan jatah setelah palang merah yang dialami istrinya selesai.
Kenan berencana akan mengunjungi papanya besok pagi ke penjara. Hari ini ia akan bersantai di rumah bersama sang istri dan sang buah hati.
"Sayang, kenapa baby Vania tidak menggunakan susu formula saja?" tanya Kenan dengan nada manja. Ia menatap baby Vania dengan iri karena sudah mencuri benda favoritnya.
__ADS_1
"ASI itu lebih bagus buat kesehatan dan pertumbuhan bayi ketimbang menggunakan susu formula. Sebagus apapun susu formula akan tetap kalah sehat sama ASI," ucap Liora tegas, tanpa menatap sang suami.
"Tapi, Sayang. Bagaiamana dengan diriku?"
"Memangnya kenapa?" tanya Liora sambil mengerutkan keningnya merasa tak mengerti.
"Itu 'kan benda favoritku!"
"Astaga, Kenan! Jadi, kamu tidak rela jika harus berbagi dengan anak kamu sendiri, huh?" sentak Liora dengan kedua mata melotot.
"B-bukan begitu, Sayang. Baiklah tidak apa-apa asalkan anak kita sehat," akhirnya Kenan mengalah, ia tidak jadi mengajukan protes saat melihat tatapan membunuh yang dilayangan oleh sang istri kepadanya.
Liora tidak menjawab, ia kembali fokus kepada baby Vania yang tengah me-nyu-su. Liora terkadang tertawa saat merasakan geli di area pu-ti-ng-nya. Kenan yang melihat itu menjadi merisingis. Ia kira bahwa baby Vania me-nye-dot ASI Liora dengan sangat kencang. Membuat dirinya menelan saliva kasar.
Di rumah yang tidak jauh dari rumah mereka, Niko tengah asik bermain dengan benda kenyal yang juga menjadi favoritnya. Membuat Maura menggelin**** merasakan nik-mat. Untung saja baby Kaila sudah tidur setelah meminum susu formula. Jadi, Niko bisa sepuasnya bermain dengan Maura. Ia me-nyu-su layaknya bayi terhadap sang istri.
Akan tetapi, Niko harus menahan hasratnya yang sudah berada di ubu-ubun. Sebab sekarang belum saatnya untuk melakukan itu dengan Maura. Ia harus berpuasa selama 1 bulan ke depan, sambil menunggu masa nifas Maura habis.
Maura tidak kehabisan cara untuk me-mu-as-kan hasrat yang Niko pendam. Ia menggunakan mu*** dan ja***** untuk menuntas hasrat Niko. Benar saja, Niko menge**** saat merasakan terongnya menegang, dan mengeluarkan bibitnya di dalam mu*** sang istri.
Aahh! Aahh!
...----------------...
Satu bab lagi End ya🥰
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘
Kirim terus dukungan kalian melalu tonton iklan atau kirim gift sebanyak-banyaknya 🥳🥳 Terimakasih atas dukungan yang kalian berikan dan sudah menyemangati ku😘😘😘