Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 31. Pertengkaran hebat.


__ADS_3

Khendrik menepati janjinya untuk mengantar Liora pulang. Ia menunggu di depan perusahaan, sambil lalu menunggu Kenan keluar lebih dulu dari area perusahaan. Karena ia takut Kenan mengetahui hubungannya dengan Liora.


Liora berjalan dengan cepat menuju ke arah mobil Khendrik. "Maaf Om, sudah lama menunggu?" tanya Liora saat masuk ke dalam mobil.


"Tidak sama sekali." Khendrik mengusap pucuk kepala Liora, tak lupa juga senyuman yang terus menghiasi bibirnya. Khendrik sudah seperti anak muda yang baru pertama kali jatuh cinta. Maura pun dia lupakan.


Khendrik melajukan mobilnya dengan pelan, agar ia bisa berlama-lama dengan Liora. Tanpa mereka sadari, sebuah mobil Bugatti La Voiture Noire sedang mengikuti mereka dari belakang.


Sebuah mobil yang dikendarai oleh Kenan. Sultan memang begitu, suka sekali gonta-ganti mobil. Sudah seperti berganti baju saja. Kenan sengaja pulang lebih awal karena ingin mengawasi Liora. Ternyata dugaannya benar, Liora dijemput oleh papanya.


Tak ingin membuang banyak waktu, Kenan langsung mengikuti mobil sang papa. Kenan merasa tidak asing dengan jalanan yang ia lewati. Karena beberapa bulan yang lalu, ia pernah mengantarkan seorang gadis cantik, yang sekarang berada di dalam mobil papanya.


"Om, mampir sebentar ya. Sekedar minum teh saja," ajak Liora kepada Khendrik, dengan tatapan memohon. Tentu saja Khendrik tak bisa menolak keinginan Liora, dia langsung menyetujui permintaannya. Khendrik turun lebih dulu dari dalam mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Liora.


Kenan yang melihat pemandangan itu merasa geram. tangannya memegang stir dengan kuat, dan rahangnya mengeras.


"Brengs*k! Jadi hubungan mereka sudah sejauh ini. Aku tidak akan memafkanmu pa, dan juga kamu Liora, aku pastikan kau akan menyesal telah mengusik keluargaku." ucap Kenan dengan mata menyala.


"Duduk dulu Om, aku buatkan minum sebentar." Liora langsung menuju ke dapur untuk membuatkan minuman. Dengan penuh waspada, Liora celingukan melihat ke arah ruang tamu. Takut Khendrik menyusulnya.


Dengan hati-hati, Liora mencampurkan serbuk ke dalam minuman itu. Bibirnya tersenyum sinis, Ia akan melancarkan aksinya. Untuk menjebak Khendrik, dan membuat istrinya pergi meninggalkan Khendrik.


"Silahkan diminum Om." Liora menyodorkan minuman itu dengan sopan, dan tersenyum manis kepada Khendrik. Agar Khendrik tidak curiga dengan niat buruknya.


Glek ...


Dengan sekali tenggak, Khendrik langsung menghabiskna minuman itu. Berhubung ia sangat haus, dan minuman itu sangat menyegarkan tenggorokannya.


"Terimakasih sayang," ucap Khendrik dengan tulus.


Liora hanya tersenyum menanggapi ucapan Khendrik. Tak lama kemudian, Khendrik sudah mulai mengantuk. Karena sudah beberapa kali dia menguap.

__ADS_1


"Yes, akhirnya obat itu sudah bereaksi. Sebentar lagi kau akan hancur Khendrik sialan!" batin Liora menyeringai.


"Sayang, aku mengantuk. Boleh ak ...," ucapan Khendrik terputus, karena saat itu juga dia sudah tak sadarkan diri di atas pangkuan Liora.


Dengan cepat Liora langsung melancarkan aksinya. Dengan sekuat tenaga, Liora membopong tubuh Khendrik ke kamar tamu. Liora menghempaskan Khendrik di atas kasur. Meskipun badannya terasa pegal Karena berat badan Khendrik yang menimpanya, namun Liora tetap berusaha kuat.


Satu persatu, Liora membuka kancing baju Khendrik. Ia membuat Khendrik tel@njang bulat, Liora akan memanipulasi keadaan. Agar dirinya dan Khendrik seperti melakukan hubungan int*m.


Liora juga membuka baju yang ia pakai, hanya baju luarnya saja. Setelah itu ia masuk ke dalam selimut dan bersandar di dada Khendrik. Melingkarkan tangan Khendrik ke tubuhnya, setelah itu Liora mengambil foto dirinya dan Khendrik. Untuk ia kirim kepada istri Khendrik.


...----------------...


Maura sedang menunggu Khendrik pulang. Hatinya sangat resah, karena sudah beberapa hari ini sikap Khendrik berubah. Tak seperti biasanya, terkadang Maura mencium bau parfum di kemeja Khendrik. Tapi Maura memilih untuk diam, ia tak berburuk sangka dan mencoba untuk berfikir positif.


Tak berselang lama, deru mobil terdengar dari halaman rumah. Maura langsung berlari untuk melihat siapa yang datang. Ia yakin pasti suaminya sudah pulang. Namun saat ia sampai di depan rumah, ternyata yang datang adalah Kenan.


"Mama, belum tidur? Ini sudah jam 9 malam loh." Kenan bertanya dengan mengernyitkan dahi. Karena tak biasanya sang mama jam segini masih terjaga.


"Jadi papa belum pulang?"


Maura hanya menggelengkan kepala, mendengar pertanyaan dari Kenan. Maura berusaha tersenyum di depan Kenan. Agar Kenan tidak merasa curiga tentang perubahan papanya.


Maura dan Kenan duduk di ruang tamu, sambil menunggu Khendrik pulang. Kenan hanya diam saja melihat mamanya yang sangat jelas hanya pura-pura tersenyum di hadapannya. Kenan sangat marah kepada papanya, yang sudah berani menyakiti sang mama.


Kenan memilih pergi menuju kamarnya, dan meninggalkan Maura seorang diri di ruang tamu. Kenan pulang ke rumah hanya ingin memastikan keadaan mamanya, dan ternyata firasatnya benar, mamanya sedang tidak baik-baik saja.


Tepat jam 10 malam, Khendrik baru sampai di rumah. Maura langsung menyambutnya dengan tatapan mengintimidasi. Khendrik tampak acuh melihat kemarahan yang tersirat di mata Maura.


Sejak Khendrik menjalin kasih dengan Liora, ia seperti hilang rasa terhadap istrinya. Tentu saja hal itu membuat Maura sakit hati.


"Papa dari mana saja? Ini sudah hampir tengah malam pa!" Maura bertanya dengan suara meninggi. Hingga Kenan yang berada di dalam kamar mendengar teriakan mamanya.

__ADS_1


"Papa lembur Ma, jangan selalu bersikap curiga sama papa."


"Sudah beberapa hari ini Papa selalu pulang larut malam. Sikap papa juga berubah, apa benar jika papa selingkuh di belakang mama?"


"Jangan bicara sembarangan Ma, papa capek, ingin istirahat. Suami pulang kerja bukannya di sambut dengan baik, ini malah ngajak berantem."


"Mama gak akan marah, kalau papa gak bertingkah!"


"Terserah mama saja mau bicara apa."


Khendrik meninggalkan Maura yang masih marah di sana. Maura meneteskan air mata saat melihat suami yang dari dulu selalu bersikap lembut kepadanya, sekarang malah mengacuhkan dirinya.


Maura menyusul suaminya ke dalam kamar. Tanpa menutup pintu, Maura kembali berteriak kepada Khendrik. Ketika netranya tertuju ke arah kemeja yang baru Khendrik lepas. Di bagian lehernya terdapat bekas lipstik di sana.


Maura sangat marah melihat itu. Ia langsung menarik kemeja yang terletak di atas kursi meja riasnya, dan menunjukkan kepada Khendrik.


"Maksudnya ini apa Pa?" tanya Maura dengan tangis yang sudah pecah. Amarahnya memuncak, ia sudah lupa dengan keberadaan putranya di dalam rumah itu. Yang akan mendengar pertengkaran mereka.


Khendrik hanya diam saja, tak ingin menanggapi pertanyaan Maura. Ia memilih pergi memasuki bathroom untuk menyegarkan diri. Ia sudah tidak perduli lagi dengan Maura. Dulu ia akan merasa sedih jika melihat mau menangis, tapi sekarang Khendrik malah mengacuhkan Maura.


Maura menangis tersedu-sedu di pinggir ranjang. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa suami yang ia cintai, dan di anggap setia. Ternyata berani mengkhianatinya. Maura akan memaafkan apapun kesalahan Khendrik, namun tidak dengan sebuah pengkhianatan.


Kenan yang sedari tadi melihat pertengkaran orang tuanya, di depan kamar mereka yang memang terbuka. Ia mengepalkan tangan, Kenan sangat marah. Ia tak terima papanya menyakiti sang mama dengan mengkhianatinya.


Tangisan Maura membuat hati Kenan terluka. Mama yang selalu menyayangi Kenan dengan sepenuh hati, dan sekarang dia harus melihat tangis pilu sang mama. Kenan tidak akan membiarkan siapa saja yang sudah berani menyakiti mamanya, termasuk papanya sendiri dan juga Liora.


...----------------...


Terimakasih yang sudah setia membaca karyaku🥰, semoga kalian seha selalu🥰.


Jangan lupa dukung terus karya Author, agar Author makin semangat updatenya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2