
Happy Reading 🥰
Kenan tengah menunggu sang pujaan hati keluar dari rumah. Tadi Kenan sempat pergi ke cafe Rindu, tapi cafe itu sedang tutup, dan katanya ada acara keluarga. Kenan jadi penasaran kira-kira ada acara apa di rumah Liora.
Akan tetapi, rumah Liora malah tampak sepi. Tidak ada tanda-tanda ada acara di sana. Hingga atensinya tertuju ke sebuah mobil yang baru memasuki pekarangan rumah Liora. "Kenapa Liora dari luar? Bukankah acaranya di rumah?" monolog Kenan penuh tanda tanya.
Kenan tetap berada di tempatnya, ia hanya mengawasi Liora dari jarak jauh. Sedangkan Liora yang tengah masuk ke dalam rumah langsung menemui sang kakak yang tengah asik bercumbu di sofa ruang tamu. "Ya ampun, kalian benar-benar tidak tahu tempat. Mataku jadi ternoda 'kan!" ucap Liora dengan kesal karena telah melihat pemandangan tak senonoh di depan matanya.
Jesicca dan Edo langsung melepas pagutan bibir mereka. Lagi-lagi Edo merasa kesal saat acara romantisnya di ganggu oleh Liora. "Dasar! Bisanya cuma mengganggu saja." dengus Edo. Ia menurunkan Jesicca yang duduk di atas pangkuannya.
Liora tak menghiraukan ucapan Edo, ia memilih duduk di samping kakaknya. "Kak, ada yang ingin aku bicarakan. penting!" ucap Liora to the point.
Jesicca langsung menatap Liora, ia melihat ekspresi serius di wajah sang adik, dan hal itu semakin membuatnya penasaran. "Ada apa Li, katakanlah!" Jesicca menunggu Jawaban dari Liora. Begitu pun dengan Edo, ia merubah ekspresinya dengan serius, sambil lalu menunggu apa yang akan Liora katakan.
"Ini tentang Khendrik!" ucap Liora dengan ragu. Ia takut kakaknya merasa shock, dan akan merasakan kembali trauma itu. Liora menatap kakaknya yang sedang terkejut saat mendengar nama Khendrik.
"Katakanlah, kakak akan mendengarkan." Jesicca berusaha baik-baik saja agar rasa traumanya hilang. Jesicca meremas kedua tangannya dengan kuat, saat pikirannya mengingat kembali kejadian di pesta. "Huf" Jesicca menghembuskan nafas untuk menetralkan perasaannya.
Edo dengan penuh perhatian, menggenggam tangan Jesicca, untuk mentransfer kekuatan kepadanya. "Tenang sayang, ada aku." ucap Edo dengan sebuah senyuman meneduhkan.
Liora menceritakan pertemuannya dengan Khendrik saat di minimarket, dan sampai saat Khendrik mengatakan ingin meminta maaf secara langsung kepada Jesicca. Liora ingin memastikan apakah kakaknya setuju jika Khendrik akan menemuinya ke rumah, dan meminta maaf kepada Jesicca.
"Gimana kak, apa kakak mengizinkan Khendrik untuk datang ke sini?" tanya Liora dengan ragu.
__ADS_1
Setelah cukup lama berfikir, dan melihat Edo yang tersenyum seraya menganggukkan kepala. Akhirnya Jesicca bersedia untuk bertemu dengan Khendrik. "Baiklah, kakak bersedia. Tapi, apa pak Khendrik tahu dengan alamat rumah kita?"
"Soal itu, aku menyuruhnya untuk mencari tahu sendiri alamat rumah kita. Biar tahu rasa dia, kelimpungan mencari rumah kita. Haha ...." Liora berkata sambil tertawa. Ia membayangkan bagaimana pak tua itu kebingungan di jalan, karena mencari alamat rumahnya.
Jesicca dan Edo hanya menggelengkan kepala, melihat tingkah usil Liora. Tapi, benar juga biarkan saja Khendrik pusing mencari rumah mereka. Karena Jesicca masih marah terhadapnya.
Kenan merasa sudah puas karena telah melihat sang pujaan hati. Saat ia akan menyalakan mesin mobilnya untuk pergi dari sana. Tiba-tiba netranya melihat sebuah mobil yang sangat ia kenali masuk ke halaman rumah Liora. "Itu 'kan mobil papa. Mau apa dia ke rumah Liora?"
Kenan mengurungkan niatnya untuk pulang. Ia memilih turun dari dalam mobil, dan mengendap-endap untuk mengikuti papanya masuk ke dalam rumah Liora.
Khendrik turun dari mobil, ia yakin itu adalah rumah milik Liora dan Jesicca. Karena tadi ia sempat bertanya kepada orang yang tinggal di komplek sebelah. Khendrik menuju ke arah pintu rumah itu, lalu menekal bell di sana.
Liora, Jesicca, dan Edo yang masih berada di ruang tamu, dikejutkan dengan suara bell rumah yang berbunyi. Liora bergegas untuk membuk pintu rumah. Matanya membulat saat melihat siapa yang datang. "Kenapa dia cepat sekali menemukan alamat rumahku? Dasar tua bangka!" batin Liora.
"Mana mungkin aku tidak datang, sayang. Aku kan sudah berjanji," jawab Khendrik dengan senyuman nakalnya.
Liora memutar bola matanya jengah. Lagi-lagi Khendrik memanggilnya dengan sebutan SAYANG. Jika kakaknya mendengar pasti dia akan salah faham. "Berhenti memanggilku dengan sebutan yang sangat menjijikkan. Di dalam ada kak Jesi, aku gak mau dia salah faham, dan mengira bahwa kita ada hubungan." ucap Liora penuh penekanan.
Liora langsung menutup pintu dengan agak kasar, ia masih geram dengan tingkah Khendrik yang sangat menjijikkan. Sedangkan Kenan yang berada di balik dinding dekat jendela samping rumah Liora. yang sedari tadi mengintip papanya dan Liora. Tangannya terkepal saat mendengar sang papa yang terus-menerus memanggil Liora dengan sebutan sayang.
"Jadi papa dan Liora memang janjian? Apa yang akan mereka lakukan di dalam rumah?" ucap Kenan bertanya-tanya. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan papa melakukan hal aneh kepada Liora. Aku harus mencegahnya." Kenan berjalan ingin memasuki rumah Liora, namun langkahnya terhenti saat mendengar papanya meminta maaf kepada seseorang di dalam sana.
Khendrik langsung berlutut di hadapan Jesicca, ia menundukkan kepalanya karena merasa malu dan bersalah. "Jes, maafkan saya. Waktu itu saya dijebak oleh Morgan. Dia memberikan minuman yang telah dicampur dengan obat per@ngs*ng. Saya benar-benar tidak sengaja melakukan itu sama kamu. Ke esokan harinya aku juga mencari kamu, tapi rumah kamu sudah kosong, dan kata tetangga di sana rumah itu telah di jual."
__ADS_1
Khendrik menjelaskan secara detail tentang kejadian itu. Ia juga merasa menyesal karena telah melakukan hal tak senonoh terhadap Jesicca.
Jesicca hanya menangis di tempatnya. Ia tak menyangka bahwa dirinya akan menjadi korban dari kelicikan Morgan. Jesicca tak sanggup untuk mengeluarkan suara. Ia masih sesenggukan di dalam dekapan Edo.
"Saya tahu, jika perbuatan saya sangat sulit untuk di maafkan. Tapi, saya benar-benar menyesal, Jes. Tolong maafkan saya. Liora bilang, bahwa kamu sedang mengandung anak saya. Kamu tenang saja, saya akan bertanggungjawab." Khendrik berkata dengan tegas. Ia akan bertanggungjawab atas kehamilan Jesicca.
Jesicca menarik nafas dalam-dalam lalu mengembuskannya. "Saya menerima permintaan maaf anda pak Khendrik. Namun, untuk kata tanggung jawab, anda ingin bertanggungjawab seperti apa? Sedangkan anda sudah mempunyai istri dan anak! Apakah istri anda tahu tentang apa yang sudah anda perbuat kepada saya?" tanya Jesicca penuh penekanan.
Khendrik gelagapan, ia bingung mau menjawab apa. "Eum ..., i-istri saya t-tidak tahu tentang hal itu. Tapi, saya janji, akan membiayainya kebutuhan kamu sampai bayi itu lahir. Bahkan sampai anak itu besar, saya siap membiayanya." Khendrik berkata dengan sangat yakin.
Jesicca tersenyum kecut saat mendengar penuturan Khendrik. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Khendrik, akan menukar harga dirinya dengan uang.
Edo yang merasa geram dengan ucapan Khendrik, sudah mengepalkan tangannya dan siap untuk memberikan bogeman kepada Khendrik. Namun, ia ditahan oleh Jesicca. Jesicca menggelengkan kepala, pertanda tidak ingin Edo melakukan hal itu.
"Keluarlah! Saya tidak butuh tanggung jawab dari anda. Jadi, jangan sampai saya melihat wajah anda lagi. Kalau tidak, saya akan memberitahukan semuanya kepada istri anda." ancam Jesicca penuh amarah.
Khendrik berdiri dari posisinya, ia mengikuti perintah Jesicca yang menyuruhnya untuk pergi. Tanpa ada bantahan dan permohonan lagi. Khendrik terlihat tidak serius meminta maaf kepada Jesicca. Entah apa tujuannya datang kesana jika bukan untuk meminta maaf, dan menyesali perbuatannya.
Kenan yang menyaksikan adegan itu dari balik jendela, ia juga merasa geram terhadap papanya. Kenan tak habis pikir tentang cara berpikir papanya, yang selalu mengutamakan uang dalam segalanya. Ah, Kenan benar-benar kesal. Ia pergi lebih dulu dari rumah Liora, agar tidak ketahuan oleh sang penghuni rumah, dan juga papanya.
"Jangan sampai Jesicca mengadukan perbuatanku kepada Maura. Aku harus cari cara, agar kehamilan Jesicca tidak ada yang tahu kalau anak itu adalah anakku." batin Khendrik.
...----------------...
__ADS_1
Lopyu pull untuk kalian para readers yang masih setia membaca novel ku🥰🥰🥰🥰