Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 23. Mengundurkan diri.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Di perusahaan Khendrik.


Khendrik terlihat sangat gelisah. Ia berjalan mondar-mandir di dalam ruang kerjanya. Ia menunggu kedatangan Jesicca, untuk meminta maaf kepadanya. Hingga 1 jam menunggu, Jesicca tetap tidak datang.


Dan tiba-tiba ....


Tok ... Tok ... Tok ...


"Permisi Pak, saya mau mengantarkan ini," ucap seorang laki-laki yang juga seorang karyawan di sana, ia menyodorkan sebuah surat kepada Khendrik.


"Apa ini Rangga?" tanya Khendrik kepada karyawannya yang bernama Rangga.


"Saya kurang tahu Pak, tadi saya menerima itu dari seorang wanita cantik yang kebetulan bertemu di depan kantor. Dia meminta tolong kepada saya untuk memberikan ini kepada anda," ucap Rangga menjelaskan. Setelah itu dia langsung pamit keluar dan kembali ke tempat kerjanya.


Khendrik duduk di kursi kebesarannya. Ia mengerutkan kening saat melihat surat yang diberikan oleh Rangga. Perlahan Khendrik membuka surat itu. Matanya melotot ketika melihat isi di dalam surat. Yang ternyata adalah surat pengunduran diri dari Jesicca.


"A-apa! Jesicca mengundurkan diri!" ucap Khendrik terbata. "Bagaimana caranya aku meminta maaf kepadanya, jika dia sudah mengundurkan diri dari perusahaanku. Apa Jesicca benar-benar marah dengan apa yang sudah aku lakukan kepadanya?" lanjutnya sambil bertanya-tanya.


Khendrik benar-benar bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Bagaimana jika Jesicca mengadukan kejadian itu kepada istrinya, dan membuat Maura membenci dan meninggalkan dirinya.


Khendrik membuang asal surat pengunduran diri dari Jesicca. Ia merasa sangat frustasi dengan keadaannya yang sekarang. Di satu sisi, ia sangat menyesal dan merasa bersalah kepada Jesicca. Sedangkan di sisi lain, ia sangat takut Maura mengetahui kejahatannya.


Aargh!

__ADS_1


Khendrik berteriak dan mengusap wajahnya dengan kasar. Untung saja ruangannya kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar teriakannya.


"Sial! Apa yang harus aku lakukan! Aku harus mencari tahu tempat tinggal Jesicca, aku akan mendatangi rumahnya dan meminta maaf kepadanya. Jika dia tidak mau memaafkan ku, aku akan memberikan dia uang untuk biaya kompensasi atas kejadian yang menimpa dirinya." ucap Khendrik dengan yakin.


Di tempat lain.


Jesicca dan Liora sedang membereskan barang-barang yang akan dibawa untuk pindah rumah. Ya, setelah Jesicca pulang dari rumah sakit, ia meminta pindah rumah kepada Liora. Jesicca tak ingin jika suatu saat nanti Khendrik menemuinya ke rumah. Jadi ia memilih pergi dari rumah peninggalan kedua orang tuanya untuk sementara waktu.


Setelah semuanya beres. Jesicca dan Liora langsung bersiap untuk pergi. Dan kebetulan Edo sudah datang, kemarin Edo yang menawarkan diri untuk mengantar Jesicca dan Liora pindah rumah. Hari ini Edo tidak masuk kerja, izin pun tidak! Edo sengaja bolos kerja. Entahlah apakah dia juga akan mengundurkan diri seperti Jesicca, atau akan tetap bekerja di sana. Itu akan dia pikirkan nanti.


Sekarang Edo hanya ingin memastikan kalau Jesicca dan Liora aman.


Walau bagaimana pun, Edo harus tahu dimana mereka akan tinggal. Edo tidak akan pernah bisa jauh dari Jesicca, meskipun nanti mereka sudah pindah rumah, Edo akan selalu memantau keadaan Jesicca. Karena Edo sudah berjanji akan menjaga Jesicca apapun yang terjadi. Begitu juga dengan Liora, ia sudah menganggap Liora seperti adiknya sendiri, jadi ia akan menjaga keduanya.


"Sudah!" jawab Liora dan Jesicca serempak.


Edo membantu memasukkan barang-barang yang dibawa oleh Jesicca dan Liora ke dalam bagasi.


Seperti biasa, mereka duduk di tempat masing-masing. Edo yang menyetir, Jesicca duduk di sisi kirinya, sedangkan Liora duduk di belakang. Begitulah jika mereka berada dalam satu mobil.


Suasana di dalam mobil tampak hening. Sangat berbeda dengan hari-hari sebelumya, yang akan ramai dengan celotehan Liora dan perdebatannya dengan Jesicca. Sedangkan Edo akan menjadi pendengar setia. Namun berbeda dengan saat ini. Mereka bertiga sama-sama diam, dengan pikiran masing-masing.


Jesicca memikirkan masa depannya yang entah akan seperti apa, dia tidak tahu. Yang di harapan kan hanyalah satu, semoga kejadian naasnya bersama sang atasan, tidak meninggalkan benih di dalam rahimnya. Jesicca benar-benar takut itu terjadi. Ia tidak ingin memiliki keturunan dari pria b@jingan seperti Khendrik.


Liora menatap keluar jendela. Pikirannya menerawang jauh. Kehidupan yang ia harapankan akan selalu bahagia bersama sang kakak, tiba-tiba dihancurkan oleh laki-laki tua bi@dab.

__ADS_1


Bagaimana mungkin Liora akan bahagia, jika kakaknya menderita.


Liora tahu, meskipun Jesicca berusaha bersikap tegar dan kuat, itu tidak menutupi kesedihan yang dia rasakannya. Dari sorot mata sang kakak, Liora sangat tahu jika Jesicca sangatlah rapuh.


Karena itu, Liora bertekad akan membalas 'kan dendam untuk kakaknya. Bagaimanapun caranya, Liora harus bisa menghancurkan kehidupan Khendrik.


Sedangkan Edo, meskipun dia fokus menyetir, namun pikirannya berkelana jauh. Ia juga memikirkan nasib perasaannya terhadap Jesicca.


Belum sempat ia mengungkapkan isi hatinya, namun kejadian naas menimpa sang pujaan hati.


Bukannya Edo tidak mau dengan kondisi Jesicca yang sekarang. Edo akan menerima Jesicca apa adanya, karena ia benar-benar tulus mencintainya.


Tapi, Edo hanya takut jika Jesicca, trauma dengan kejadian itu dan tidak ingin berhubungan dengan pria manapun.


Edo sangat berharap, suatu saat nanti Jesicca mau menerima cintanya. Edo sangat ingin membina rumah tangga dengan wanita sebaik Jesicca.


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir🥰, semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya🥰.


Jangan lupa tekan like, komen, dan giftnya ya😘😘


Author memang sedikit maksa🤣🤣🤣


Lophe-Lophe se kebon cabe🌶🌶🌶

__ADS_1


__ADS_2