
Happy Reading π₯°
Plak ...
Bibir Liora berdarah, pipinya juga terasa kebas, dan air matanya mengalir begitu deras. Disaat sebuah tangan mendarat di pipi mulusnya. Seumur hidup tidak ada satu orang pun yang berani menamparnya. Baru kali ini ia mendapatkan sebuah tamparan dari seseorang.
Tangan Kenan bergetar, tanpa sadar ia menampar Liora. Karena diselimuti kabut amarah, Kenan lepas kendali. Ia menjauh dari tubuh Liora yang tersungkur ke lantai akibat tamparan keras yang ia berikan.
Liora tetap bergeming di tempatnya. Ia masih tak menyangka, seorang Kenan akan bermain tangan kepadanya. Bahkan Kenan adalah seorang laki-laki terhormat, namun perilakunya sangatlah kasar. Rasa cinta yang masih tumbuh di hati Liora, kini telah sirna, tergantikan sebuah rasa benci yang sangat mendalam.
Tangan Liora terkepal, ia menghapus air matanya dengan kasar. Perlahan ia bangkit dan berdiri tepat di hadapan Kenan. Dapat ia rasakan jika tangan Kenan membekas sempurna di pipinya. Liora tersenyum kecut mengingat perilaku kasar Kenan terhadapnya.
"Heh, ternyata dugaanku benar, anda seorang laki-laki pengecut. Yang hanya berani melawan seorang wanita. Seorang pria sejati tidak akan pernah bisa bermain tangan dengan seorang wanita. Hanya b@nci yang bisa melakukan itu." Liora berkata dengan mata yang menghunus tajam.
Kenan yang awalnya merasa bersalah, tiba-tiba kemarahannya kembali terpancing ketika mendengar ucapan Liora. Yang secara langsung mengatainya sebagai b@nci. Tentu saja Kenan tidak terima. Ia kembali menyerang Liora, menyeretnya ke kamar pribadi di ruangan itu.
Kenan menarik pergelangan tangan Liora dengan kasar. Langkah Liora terseok-seok mengikuti Kenan yang menarik paksa dirinya.
"Kenan br*ngsek! Lepas! Kau benar-benar gila!" teriak Liora. Ia sudah tidak memanggil Kenan dengan sebutan Pak, lagi. Ia sangat marah kepada Kenan.
"Diam j*lang! Akan aku buktikan bahwa ucapanmu salah!" Kenan menghempaskan tubuh Liora ke atas ranjang di kamar pribadinya.
Kenan mengunci pintu kamar dan membuang kunci itu ke sembarang arah. Ia akan membuat perhitungan kepada Liora yang telah berani menghinanya.
"Mau apa kau!" Liora kembali berteriak saat melihat gelagat mencurigakan dari Kenan. Liora turun dari atas ranjang, dan berlari ke arah pintu untuk keluar dari sana. Tapi sayangnya pintu itu telah terkunci.
Liora celingukan kesana-kesini, mencari keberadaan kunci yang Kenan buang tadi. Namun ia tidak menemukannya.
"Kamu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini, sebelum kamu membayar mahal atas perbuatanmu." Kenan menarik kembali tangan Liora. Tentu saja Liora memberontak, ia terus meronta, berusaha melepaskan cekalan dari Kenan.
__ADS_1
Bruk ...
Tubuh mungil Liora terhempas di atas kasur king size milik Kenan. Kenan mengunci pergerakan Liora. Agar Liora tidak memberontak lagi, namun Liora tetap gigih dengan usahanya. Liora menggigit bahu Kenan, dan menendang perutnya.
"Kurang ajar! Wanita si@lan. Beraninya menggigitku," ucap Kenan dengan marah. Ia tidak merasa sakit dengan gigitan dan tendang dari Liora. Bahkan menurutnya serangan Liora hanya seperti gigitan semut.
"Kau ingin tahu seberapa jantan dan perkasanya diriku! Cukup diam dan rasakan, aku akan membuatmu melayang. Bahkan kau akan menjadi pe****r yang paling beruntung, karena bisa tidur denganku." Kenan menatap Liora dengan tatapan merendahkan.
Kenan tidak memikirkan status Liora yang sudah tak bersegel dan seorang j*lang. Bahkan ia tak merasa menyesal jika melepas keperjakaannya dengan Liora. Karena dalam pikirannya hanya ingin membuat Liora merasa hina, dan menyesali perbuatannya yang telah merusak rumah tangga orang tuanya.
"Tidak! A-apa yang akan kau lakukan!" ucap Liora dengan gugup.
Kenan tersenyum menyeringai melihat Liora ketakutan, dan tak berdaya di bawah kungkungannya. Kenan mengikat tangan Liora menggunakan dasi yang ia kenakan tadi. Lalu Kenan mulai membuka pakaiannya.
"Jangan macam-macam Kenan! Aku tak sudi tidur dengan pria sepertimu!"
"Jika kau terus menghinaku, lalu kenapa masih mau menyentuh wanita murahan ini? Apa tidak ada satu pun wanita yang mengejar mu? Heh, itu pasti karena kepayahan mu!"
"Tutup mulut busukmu wanita si*lan!"
Kenan semakin geram terhadap Liora yang terus menghina dan melawannya. Ia tidak akan mengampuni Liora. Kenan langsung membuka celana dan kain segitiganya. Menampilkan sebuah terong yang berukuran jumbo, dengan keadaan sudah berdiri tegak.
Liora membulatkan mata saat melihat terong jumbo milik Kenan. Ia benar-benar takut, jika Kenan melakukan itu. Ia tidak rela jika kesuciannya juga direnggut paksa oleh anak dari pria yang sudah melecehkan kakaknya. Liora berusaha bangun dari kungkungan Kenan. Ia harus bisa keluar dari ruangan itu bagaimana pun caranya.
Kenan tidak membiarkan Liora bergerak sedikitpun, Ia mencengkeram dagu Liora dan membuka mulutnya. Ia memposisikan tubuhnya di atas ***** Liora. Hingga terongnya berada tepat di atas ***** Liora. Liora menggelengkan kepala dengan linangan air mata yang terus membasahi kedua sudut matanya.
"T-tidak Kenan, aku mohon jangan lakukan itu," ucap Liora dengan bersusah payah, karena kesulitan membuka mulutnya untuk berbicara, saat tangan Kenan mencengkram dagunya.
"Buka mulutmu! Rasakan lah kenikmatan yang tiada tara ini!" Kenan langsung mengarahkan terongnya ke dalam ***** Liora.
__ADS_1
"Eemp ... Eemp ...," Liora tak bisa bersuara karena ******** telah penuh dengan terong jumbo itu. Liora merasa sangat jijik dengan kelakuan Kenan. Ia hanya bisa menangis, dan tak bisa melawan dengan kekuatan yang tak sebanding dengan Kenan.
Kenan terus memaju mundur 'kan pinggulnya memainkan terong miliknya di dalam ***** Liora. Kepala Kenan menengadah ke atas, merasakan ken****tan yang tiada tara. Hingga beberapa menit kemudian, Kenan mempercepat gerakannya. Tanpa memperdulikan keadaan Liora yang terus memberontak. Hingga Kenan meny*****kan bibit terong itu di dalam ***** Liora.
Kenan menggulingkan tubuhnya di samping Liora. Nafasnya terengah-engah saat merasakan pe-le-pa-san yang sangat luar biasa. Ia baru pertama kali merasakannya.
Liora langsung beranjak dari posisi tidurnya, dan menuju ke dalam kamar mandi. Ia memuntahkan bibit terong yang memenuhi ********. Liora memuntahkannya di wastafel.
Uwek ... Uwek ...
Uhuk ... Uhuk ...
Kenan yang mendengar suara muntahan Liora, langsung menyusulnya ke kamar mandi. Kenan bukannya merasa bersalah, namun Kenan kembali melancarkan aksinya yang belum terselesaikan.
Gila! Kenan sangat gila!
Liora yang masih menundukkan kepala di wastafel, tak menyadari kehadiran Kenan. Bahkan dengan teganya Kenan me-le-bar-kan kaki Liora menggunakan kedua kakinya. Kenan meny****** rok yang dikenakan oleh Liora, dan menarik paksa kain penutup terakhir milik Liora.
Sret ...
Aw!
...----------------...
Terimakasih yang masih setia membaca novel kuπ₯°, semoga kalian betah yaππ
Jangan lupa tekan like, komen, vote, dan juga giftnya yaππππ
Lophe-lophe se kebon cabeπΆπΆπΆ
__ADS_1