Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 30. Menguji kesabaran.


__ADS_3

Happy Reading 🥰.


Hari ini, Kenan telah resmi menjadi CEO di perusahaan Khendrik. Ia menggantikan posisi sang papa. Kenan memang harus segera bekerja disana, agar bisa terus mengawasi Khendrik dan Liora. Meskipun sekarang papanya sudah berada di kantor cabang, namun Kenan tidak bisa melepaskan mereka begitu saja.


Berhubungan Kenan adalah CEO baru di perusahaan Khendrik, otomatis Liora akan menjadi sekertarisnya. Liora harus menyiapkan hati, untuk selalu berdekatan dengan Kenan di waktu jam kerja. Tujuannya untuk menghancurkan Khendrik, harus tertunda. Karena terhalang oleh Kenan. Liora harus mengatur waktu untuk bisa selalu bertemu dengan Khendrik.


Saat memikirkan rencananya, Liora dikagetkan oleh suara dering telpon di meja kerjanya, yang terhubung dengan Kenan, sang atasan. Liora langsung mengangkat panggilan itu.


"Hal ...," belum sempat Liora berbicara, langsung dipotong oleh seseorang diseberang sana.


"Ke ruangan saya, sekarang!"


Tuuut ...


Liora menghela napas kasar, saat dia tak diberi kesempatan untuk berbicara.


"Dasar, mentang-mentang dia bosku disini. Jadi dia main seenaknya saja." Liora mendengus kesal. Meskipun hatinya berkecamuk, Liora tetap mematuhi perintah Kenan. Ia berjalan menuju ke ruangan Kenan.


Saat sampai di ruangan itu, Liora melihat Kenan yang menatapnya dengan mata menyala. Kenan pasti sangat membencinya sekarang. Karena kemarin Ia ketahuan bermesraan bersama papanya. Liora tak perduli dengan sudut pandang Kenan terhadapnya. Dibenci pun Liora tak masalah.


"Kemari!" Kenan mengisyaratkan Liora,untuk menghampirinya.


Lagi-lagi Liora dibuat kesal olehnya. Baru sehari jadi bos, Kenan sudah membuat moodnya hancur. Bagaimana jika satu bulan, pasti Liora akan mati karena kesal.


"Iya Pak." Liora menundukkan kepala dengan sopan. Tak bisa dipungkiri jika hati Liora, masih berdebar saat berdekatan dengan Kenan. Namun ia harus bisa membuang perasaan itu jauh-jauh.


"Apa begini cara kamu bekerja! Sangat tidak becus!" Kenan melemparkan sebuah map ke arah Liora. Liora reflek menghindar, ia sangat terkejut dengan tindakan Kenan. Yang berani main kasar terhadapnya. Akhirnya map itu jatuh mengenai kaki Liora.


"Maksud anda apa pak? Jika ada yang salah tolong tegur saya dengan cara baik-baik. Bukan seperti ini caranya. Jangan mentang-mentang anda bos di perusahaan ini, jadi bisa seenaknya terhadap karyawan anda." Liora dengan berani memarahi Kenan.

__ADS_1


Kenan terperangah mendengar suara lantang dari Liora. Ia tak menyangka bahwa Liora akan berani memarahinya. Apalagi ia sangat tahu jika Liora sangat mencintainya. Atau selama ini Liora hanya berpura-pura mencintainya, padahal yang diincar adalah hartanya. Pantas saja Liora berani bermesraan dengan papanya. Pasti demi mendapatkan uang yang banyak. Pikiran Kenan sudah berkelana jauh, dan memandang buruk Liora.


Liora memungut map yang berserakan dikakinya. Karena pakain yang ia kenan sedikit kurang bahan, maka saat ia menunduk, rok yang dipakai terangkat sehingga menampilkan paha mulusnya.


Kenan yang melihat itu, membulatkan mata. Menelan saliva nya dengan susah payah, matanya sudah berkeliaran menjelajahi tubuh Liora. Tepat di bagian dada, kancing baju Liora yang bagian atas terbuka. menampilkan dua gunduk@n kenyal, yang terlihat sangat menggoda.


Kenan menggelengkan kepala, untuk menetralkan pikirannya. Kenan tidak mau tergoda dengan seorang wanita seperti Liora, yang sudah di cap. buruk olehnya.


"Cih! Ternyata dia benar-benar murahan! Dia pasti sengaja mau menggodaku, sama seperti dia menggoda papa." batin Kenan.


Setelah mengambil map itu, Liora langsung memeriksanya. Kesalahan apa yang dia perbuat, hingga Kenan memarahinya. Tapi setelah berulang kali Liora memeriksa data di dalam map itu. Sama sekali tidak ada kesalahan apapun.


"Maaf Pak, Saya rasa tidak ada yang salah di dalam data ini," ujar Liora dengan yakin.


"Salah! Semuanya salah! Saya mau, kamu menulis ulang data itu, sekarang juga." Kenan tetap kekeuh dengan pendapatnya. Yang mengatakan hasil kerja Liora salah semua.


"Baik Pak, akan saya laksanakan." Liora langsung keluar dari ruangan Kenan. Sungguh Liora harus ekstra sabar dalam menghadapi Kenan. Liora langsung berkutat di meja kerjanya, untuk menulis ulang data yang sama sekali tidak ada salahnya.


...----------------...


Di perusahaan cabang, Khendrik sangat gelisah. Ia memikirkan Liora, bagaimana jika Kenan menginterogasi Liora. Sedangkan Liora adalah gadis yang polos, pasti dia akan sangat ketakutan di bawah tekanan Kenan.


"Kenapa aku sangat mengkhawatirkan Liora. Semoga dia baik-baik saja, dan Kenan tidak macam-macam terhadapnya." ucup Khendrik dengan penuh harap.


Khendrik sangat merindukan Liora, dia mengirim pesan kepadanya.


"Sayang, gimana kabar kamu disana? Kenan tidak macam-macam 'kan? Aku sangat merindukanmu, nanti pulang kerja, aku antar pulang ya." begitulah isi pesan dari Khendrik.


Liora yang sedang mengerjakan tugas dari Kenan, merasa terganggu dengan suara ponselnya yang berdering. Ia langsung menghentikan aktivitasnya, dan mengambil ponsel yang dia letakkan di atas meja kerjanya.

__ADS_1


Seketika Liora tersenyum sinis, saat melihat isi pesan dari pria yang akan ia hancurkan hidupnya. Yang di kontaknya bernama OM BAIK, Liora terpaksa memberikan nama itu agar Khendrik merasa senang. Karena terkadang Khendrik ingin melihat isi kontaknya, yang takut berisi kontak pria lain.


Liora harus hati-hati dengan tingkah Khendrik, agar identitas dan tujuannya tidak terbongkar. Karena Khendrik sangat posesif terhadapnya. Liora langsung membalas pesan dari Khendrik.


"Kabarku baik Om, hanya saja Kenan memberikan tugas yang tidak masuk akal untukku. Aku harus ekstra sabar dalam menghadapi sikap anak om." Liora dengan sengaja mengadukan sikap Kenan kepada Khendrik. Ia ingin mengadu domba antara ayah dan anak itu.


OM BAIK : "Sabar ya sayang. Nanti Om akan menasehati Kenan, agar menjadi pemimpin yang baik untuk karyawannya."


Liora langsung mematikan ponselnya tanpa berniat untuk membalasnya. Ia yakin Khendrik pasti akan merasa resah.


Kenan yang ternyata memantau gerak-gerik Liora, melalui CCTV di ruang kerjanya. Ia semakin penasaran dengan hubungan Liora dan papanya, sudah sejauh mana hubungan mereka. Kenan yakin pasti Liora sedang berbalas pesan dengan papanya.


Kenan mengetukkan jarinya di meja, pikirannya menerawang jauh. Memikirkan sang mama di rumah. Bagaimana jika mamanya tahu tentang pengkhianatan papanya, pasti dia akan sangat hancur.


Kenan mengusap wajahnya kasar. Apa yang harus ia lakukan agar papanya tidak berhubungan dengan Liora. "Besok adalah perayaan hari anniversary pernikahan mama dan papa. Aku tidak akan membiarkan Liora menghancurkan acara kami." batin Kenan penuh waspada.


"Kenapa kamu jadi seperti ini Liora? Aku mengenalmu sebagai wanita yang baik, bukan seorang wanita murahan. Tidak mungkin kamu mengincar harta papa 'kan? Aaargh ...," ucap Kenan frustasi.


Baru kali ini Kenan mendapati papanya bermesraan dengan wanita lain. Yang umurnya jauh lebih muda dari papanya, bahkan lebih cocok jadi anaknya. Liora lebih pantas bersanding dengannya daripada dengan papanya.


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir dan baca karyaku🥰


Semoga kalian betah dan suka dengan ceritanya 😘


Jangan lupa tekan like, komen, dan juga giftnya 😘


Authornya maksa loh🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2