Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 33. Keputusan Maura


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Hari ini Liora pergi menemui kakaknya di rumah baru mereka. Sejak bekerja di perusahaan Khendrik, Liora memilih tinggal di rumah yang lama. Dengan alasan lebih cepat menuju kantor dibandingkan berangkat dari rumah yang baru.


Tentu saja Jessica mengijinkan Liora tinggal di rumah lama mereka, asalkan Liora harus pulang tiga kali dalam seminggu. Liora terpaksa harus pisah rumah dengan sang kakak, agar Jessica tidak tahu rencana balas dendamnya kepada Khendrik. Apalagi dengan cara berhubungan dengan Khendrik.


Liora juga merasa tenang, karena ada Edo yang selalu menemani Jessica. Edo juga mengundurkan diri dari perusahaan Khendrik, setelah membantu Liora menjadi sekertaris di sana. Edo dan Jessica membuka sebuah cafe yang bernama "CAFE RINDU" yang terletak di area dekat rumah baru Jessica.


Dengan kesibukan di cafe, akhirnya Jessica bisa melupakan kejadian naas bersama Khendrik. Liora sudah mengikhlaskan kejadian itu, ia mengurungkan niatnya untuk balas dendam kepada Khendrik.


Jesicca hanya ingin hidup tenang, dan tak ingin bertemu lagi dengan Khendrik. Mengenai pasang hidup, Jesicca pasrahkan semuanya kepada takdir. Jika ia di takdirkan bahagia, maka akan ada seorang pria yang akan menerima dia apa adanya.


Namun jika takdir hidupnya buruk, maka Jesicca akan berlapang dada. Lebih baik hidup melajang seumur hidup, daripada berpasangan, tapi selalu tersakiti. Lagi pula, Jesicca sangat menikmati masa lajangnya.


Liora telah sampai di rumah Jesicca, ia langsung menghambur ke dalam pelukan sang kakak, untuk melepaskan rasa rindu yang ia rasakan beberapa hari ini.


"Kak Jesi! Aku merindukan kakak!" Liora merengek layaknya anak kecil yang meminta sebuah permen.


"Kakak juga merindukanmu sayang."


"Kalau begitu, aku akan berhenti bekerja di perusahaan Khendrik kak. Aku akan membantu kak Jesi dan kak Edo di cafe."


"Jangan bercanda Li, kamu sudah cocok bekerja sebagai sekretaris di sana. Apa kamu ada masalah? Kenapa kamu tiba-tiba mau berhenti bekerja?"

__ADS_1


"Tidak ada kak. Aku hanya ingin bersama kak Jesi, aku sangat kesepian tinggal seorang diri di rumah. Lebih baik aku membantu kakak saja di cafe."


Jesicca mengehela nafas, saat mendengar penuturan Liora. Melihat tatapan Liora yang seolah memohon persetujuannya, Jesicca merasa tidak tega. Akhirnya Liora luluh dengan bujuk rayu Liora. Namun ia harus membicarakannya dulu kepada Edo.


Meskipun Jessica juga pemilik dari cafe Rindu, tapi dia tidak pernah semena-mena, dan akan selalu berunding dengan Edo jika ada sesuatu.


Liora berencana akan mengundurkan diri dari perusahaan Khendrik, karena sebentar lagi rumah tangga Khendrik akan hancur. Liora telah mengirim foto dirinya dan Khendrik saat tidur berdua, dengan keadaan Khendrik yang tel@njang bulat. Tapi Liora mengeblur wajah dirinya di dalam foto itu, agar aman jika suatu saat istri Khendrik menyebarkan foto itu.


Sekarang adalah hari libur, jadi Liora bisa bersenang-senang dengan kakaknya, dan melupakan sejenak masalah yang menimpanya. Termasuk kejadian kemarin, setelah kejadian itu, Liora tidak lagi menghubungi Khendrik. Ia akan membuat Khendrik frustasi, dan sangat menderita.


Liora ikut bersama Jesicca ke cafe Rindu. Meskipun sekarang hari weekend, tapi cafe tetap buka. Karena pengunjung akan semakin ramai. Orang-orang yang sedang berlibur pasti akan mampir ke cafe itu.


Di sana sudah ada Edo yang menunggu kedatangan mereka. Liora dan Jesicca langsung menghampiri Edo, yang tampak kelimpungan karena ramainya pengunjung. Edo tidak salah membuka cafe di area rumah Jessica, yang juga dekat dengan pantai. Yang selalu ramai akan pengunjung.


...----------------...


Maura mengurung diri di dalam kamar, makan pun ia tak selera. Maura hanya menangis dan terus menangis. Perih! Sangat perih luka yang Khendrik torehkan di lubuk hatinya.


Di saat Maura sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Maura mengabaikan notif yang berbunyi di benda pipih itu. Hingga akhirnya ia terpaksa mengambil ponselnya yang tak mau berhenti berdering.


Mata Maura membulat sempurna, ketika melihat isi di dalam ponselnya. Sebuah pesan dari nomor asing, yang berisi foto suaminya bersama seorang wanita, namun wajah wanita itu tampak buram.


Hati Maura memanas, sakit, bahkan air mata kembali menetes di pipinya. Maura meremas ponselnya dengan sangat kuat, menandakan bahwa dirinya sangat marah.

__ADS_1


Bukan hanya foto yang di kirim, tapi juga ada sebuah pesan yang tertera di sana.


@ : Suamimu benar-benar hebat di atas ranjang. Kau sangat b*doh, selama ini kau mengira Khendrik itu seorang suami yang setia? Salah! Bahkan aku dan suamimu sudah lama menjalin kasih. Apa kau masih mau mempertahankan suami macam Khendrik. Kau memang istri sahnya, tapi dia lebih menyukai pelayananku. Jika aku berada di posisimu, sudah ku ceraikan suami macam dia.


Dada Maura naik-turun karena marah, ia sangat membenci Khendrik. Keputusannya sudah bulat untuk menggugat cerai suami pengkhianat itu. Maura menelpon pengacaranya untuk mengurus surat perceraiannya. Mata Maura menyala, Ia akan membuat Khendrik menyesali perbuatannya.


Maura tak sanggup jika harus berpisah dengan Khendrik, suami yang sangat ia cintai. Namun ia harus mempertahankan harga dirinya sebagai seorang istri yang terhormat, jika ia terus mempertahankan Khendrik, maka harga dirinya akan terus diinjak-injak.


Lingkaran hitam di mata Maura, sudah menandakan bahwa dirinya tidak tidur semalam dan hanya menangis, sampai matanya pun membengkak.


Maura mengingat kembali masa-masa dulu, saat Khendrik berjuang untuk mendapatkan cintanya. Meyakinkan dirinya bahwa ia akan di jadikan wanita satu-satunya dalam hidup Khendrik. Bahkan Khendrik tidak memandang statusnya yang sangat jauh berbeda dengan Khendrik yang dari golongan orang berada.


Maura hanya wanita dari kalangan kelas bawah, dulu ia sempat ragu untuk menerima Khendrik. Karena merasa tidak pantas bersanding dengannya. Namun Khendrik beserta keluarganya menerima Maura dengan tangan terbuka. Mereka semua tampak baik dan senang karena Maura menerima lamaran Khendrik.


Siapa yang tidak senang, jika mempunyai istri dan menantu yang sangat baik dan lemah lembut seperti Maura. Ia di perlakuan seperti Ratu oleh Khendrik dan keluarganya. Saat Kelahiran Kenan, semua keluarga Khendrik semakin menyayangi dan memanjakan dirinya.


Sungguh Maura merasa sangat beruntung dan bahagia, mempunyai suami dan mertua yang menyayanginya. Maura tak menyangka jika kebahagiaan itu akan sirna begitu saja, saat hati Khendrik berpaling darinya.


Entah bagaimana kehidupannya setelah ini, mampukah Maura bertahan hidup sendiri tanpa seorang suami yang mendampinginya. Bagaiamana dengan Kenan, dia pasti akan sangat sedih jika melihat rumah tangga orang tuanya hancur.


...----------------...


Terimakasih yang masih setia membaca novel ku🥰, semoga kalian sehat selalu🥰

__ADS_1


Jangan lupa tekan lika, komen dan juga giftnya ya😘😘😘


__ADS_2