
Happy Reading π₯°
Sudah 2 minggu Liora bekerja sebagai sekertarisnya Khendrik. Selama itu juga Liora berusaha menarik perhatian Khendrik. Usahanya tidak sia-sia, Khendrik terlihat sangat menyukai dirinya. Apalagi Khendrik selalu mengantarkan dia pulang, dan terkadang mereka juga makan bersama.
Khendrik merasa aneh dengan dirinya sendiri. Selama ini dia tidak tertarik dengan wanita manapun, meskipun terkadang para wanita yang menggodanya dengan suka rela menawarkan diri, untuk dijadikan simpanan. Tapi Khendrik selalu merasa jijik dan menolak mentah-mentah para wanita itu. Bahkan tidak jarang dia akan menghinanya sebagai jal*ng.
Akan tetapi, perasaannya berbeda saat bersama Liora. Yang menurutnya sangat polos. Ia merasa nyaman saat bersama dengannya. Jantung Khendrik terasa berdebar saat Liora duduk berdekatan dengannya. Seperti sekarang ini, Liora duduk dipangkuan Khendrik dan bergelayut manja.
"Pak, apa istri anda tidak marah jika melihat kita seperti ini?" Liora bertanya dengan tangan yang meraba dada bidang Khendrik.
"Jangan panggil saya Pak, jika hanya ada kita berdua Li. Panggil Om saja, atau Khendrik juga tidak masalah. Mengenai istri saya, dia tidak akan marah selagi tidak melihatnya langsung." Khendrik menjawab dengan tegas. Ia menatap Liora dengan tatapan penuh damba.
"Cih! Kau sangat menjijikkan Khendrik si@lan. Ternyata kau seorang buaya, jika bukan karena balas dendam, aku tidak akan berkata manis dan duduk dipangkuan mu." batin Liora
"Baiklah Om. Tapi aku takut di cap pelakor sama Bu Maura," ucap Liora menundukkan wajah.
Khendrik mengangkat dagu Liora, ia menatap dalam manik coklat milik Liora. "Kamu tidak usah takut Li, saya akan melindungi kamu dari istri saya," ujar Khendrik meyakinkan. Liora tersenyum manis dan membenamkan wajahnya di dada bidang Khendrik.
Khendrik mengelus lembut rambut Liora. Ia memeluk Liora dengan erat. Khendrik melupakan cinta tulusnya kepada Maura, dan menghadirkan cinta lain untuk Liora.
Khendrik yang awalnya adalah suami yang setia dengan satu istri, sekarang berubah menjadi laki-laki pengkhianat. Dia telah berani menodai cinta sucinya bersama Maura.
Kebetulan hari ini tidak ada jadwal meeting dengan klien, jadi Khendrik bisa sepuasnya berduaan dengan Liora di ruang kerjanya. Para karyawan sudah tahu kedekatan diantara Khendrik dan Liora, tapi mereka memilih untuk diam. Agar tidak mendapatkan masalah atau bahkan dipecat oleh Khendrik, jika berani membicarakannya.
"Nanti mau makan dimana, hum?" tanya Khendrik kepada Liora dan mengecup keningnya.
"Terserah Om saja. Makan dimanapun aku tidak keberatan. Lagi pula, sejak kecil aku makan di sembarang tempat Om," tutur Liora.
__ADS_1
Memang benar, Liora, Jessica dan kedua orang tuanya tidak pemilih soal tempat makan dan juga makanan. Terkadang mereka juga makan di pinggir jalan, tempat pedagang kaki lima mangkrak. Namun suasana itu yang membuat Liora dan sekeluarga merasa bahagia.
"Baiklah, kita makan di cafe Moana saja. Katanya makanan disana enak juga." Khendrik memberikan pendapat.
"Oke Om." Liora tersenyum girang. Ia memang suka makanan di cafe Moana. Cafe tempat nongkrong bersama teman-temannya.
Liora masih setia duduk dipangkuan Khendrik. Begitu juga dengan Khendrik yang sangat nyaman mendekap Liora dalam pelukannya. Khendrik menangkup pipi Liora, mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir Liora.
Liora hanya diam. Ia tak menyangka dengan tindakan Khendrik yang berani menciumnya. Ingin rasanya dia menampar pipi Khendrik, tapi ia urungkan. Jika dia melakukan itu, maka rencana balas dendamnya tidak akan berjalan lancar.
Khendrik melepaskan ciumannya, ia menatap mata Liora yang menunjukkan keterkejutan. "Apa kamu marah, karena aku mencium bibirmu?" Khendrik bertanya dengan perasaan was-was. Takut Liora akan memarahinya dan pergi meninggalkan dirinya.
"T-tidak, aku hanya kaget saja. Om tiba-tiba menciumku," ujar Liora gugup. Jantungnya berpacu dengan cepat, bukan karena ia mencintai Khendrik. Tapi karena ia takut Khendrik akan melakukan hal lebih terhadapnya. Sama seperti yang Khendrik lakukan kepada Jesicca.
"Kalau begitu, saya akan meminta izin dulu. Apakah boleh saya mencium bibirmu lagi?"
Liora memukul dada Khendrik, saat sudah kehabisan nafas. Khendrik langsung melepaskan ciumannya. Menempelkan keningnya dengan kening Liora.
Huh ... Huh ...
Liora merasa seperti sesak nafas. Ia menghirup oksigen dengan banyak.
"Kenapa kamu tidak membalas ciuman saya Li?" tanya Khendrik, juga dengan nafas tersenggal. Ia menghapus jejak dibibir ranum Liora.
"Saya tidak tahu cara membalasnya Pak. Ini pertama kalinya saya berciuman." Liora menundukkan kepala, wajahnya bersemu merah, ia sangat malu kepada Khendrik. Demi membalaskan dendam sang kakak. Ia harus rela menjadi wanita murahan.
Khendrik terperangah mendengar penuturan Liora. Kenapa Liora sepolos itu, gadis seusianya bahkan sudah pandai bermain lidah dengan pasangannya, atau bahkan lebih dari itu. Khendrik semakin kagum dengan sosok Liora, yang benar-benar menjaga pergaulannya.
__ADS_1
Khendrik tersenyum melihat tingkah Liora yang sedang menahan malu. Ia merasa bangga, karena dirinya menjadi orang pertama yang mencium Liora.
"Apa kamu tidak pernah berpacaran?" tanya Khendrik dengan tatapan menyelidik.
Liora hanya menggelengkan kepala. Ia sudah tak sanggup mengeluarkan suara, karena malu.
"Ya sudah lebih baik kita pergi makan siang saja." Khendrik mengangkat tubuh mungil Liora, dan menurunkan Liora dari pangkuannya.
Liora berdiri dan siap menggandeng tangan Khendrik.
Mereka terlihat mesra, dan tak punya rasa malu. Bermesraan di kantor yang masih banyak karyawan disana. Para karyawan hanya menundukkan kepala, tak berani menatap Khendrik dan Liora.
Setelah kepergian Khendrik dan Liora. Para karyawan langsung membicarakan mereka.
A : "Liora memang gadis baik, cantik dan pintar. Tapi sayangnya dia seorang pelakor."
B : "Betul tuh, jangan-jangan dia yang menggoda pak Khendrik. Agar dia diterima menjadi sekertarisnya.
C : "Hus, jangan bicara sembarangan, nanti ketahuan sama bos, kalian bisa dipecat. Lagian kita tidak berhak menilai seseorang dari luarnya."
Setelah karyawan C menegur para karyawan yang menggosip, mereka langsung pergi ke kantin untuk makan siang.
...----------------...
Terimakasih yang masih setia membaca karyakuππ
Semoga kalian sehat selalu π₯°π₯°
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, komen dan giftnya yaπππ